Sejarah Motang Rua, Pahlawan dari Manggarai Raya

Berikut ini, sebuah sejarah pengungkap fakta tentang seorang tokoh yang pada jamannya telah berbuat sesuatu untuk mempertahankan harkat da...

Berikut ini, sebuah sejarah pengungkap fakta tentang seorang tokoh yang pada jamannya telah berbuat sesuatu untuk mempertahankan harkat dan martabat bangsa dari rong-rong - an bangsa lain. Pengungkapan fakta sejarah ini, tentu akan dilengkapi manakala masih jauh dari realitas yang terjadi. (Foto: Istimewa)
Ruteng, Marjinnews.com - Ini adalah sejarah berdasarkan hasil seminar keluarga besar Motang Rua di Beo Kina,10 Oktober 2008. Sumber di luar tulisan ini hanya merupakan refrensi tambahan.

Tulisan ini adalah cerita asli, Motang Rua sebagai Pahlawan Manggarai Raya.

Salah satu hal yang menggembirakan dalam perkembangan ilmu pengetahuan sejarah di Negeri kita ini adalah semakin luas dan memencarnya perhatian masyarakat.

Meskipun dari berbagai alasan historis dan strategis Pulau Jawa masih merupakan perhatian utama. Tetapi sejarah pulau dan daerah lain telah semakin banyak untuk mengisi ruang kosong yang terdalam di dalam perbendaharaan pengetahuan kesejarahan.

Berbagai corak kajian sejarah tentang pulau dan wilayah tanah air kita sudah dikerjakan.

Bisalah dibayangkan bahwa situasi pengerjaan kesejarahan tentang tanah air kita kini telah semakin meriah. Unsur peristiwa di masa lalu (tentang apa, bilamana, di mana, dan siapa) dari berbagai daerah telah semakin banyak yang masuk ke dalam perbendaharaan pengetahuan sejarah.

Jika hal ini terjadi, maka jawaban terhadap pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa “ telah pula membentang dihadapan kita.

Tetapi tentu masalahnya tidaklah sesederhana itu. Pengetahuan dan pemahaman kita tentang masa lalu itu, senantiasa harus ditinjau.

Apakah fakta yang yang telah masuk ke dalam perbendaharaan pengetahuan itu adalah wakil yang sesungguhnya dari realitas, ataukah hanya bayangan dari realitas, bahkan mungkin terjadi percampuran kesadaran kultural dengan realitas faktual?

Masih berderetan pertanyaan yang harus dijawab dalam rangka pencerahan.

Berikut ini, sebuah sejarah pengungkap fakta tentang seorang tokoh yang pada jamannya telah berbuat sesuatu untuk mempertahankan harkat dan martabat bangsa dari rong-rong - an bangsa lain. Pengungkapan fakta sejarah ini, tentu akan dilengkapi manakala masih jauh dari realitas yang terjadi.

Ruang diskusi sebagai pencerahan historigrafi sangat terbuka agar tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan, ingatlah bahwa hidup manusia itu singkat janganlah buat yang kecil-kecil.

Riwayat Hidup

1. Nama Tokoh : Petrus Guru (Ame Numpung) Motang Rua.

2. Tempat Tanggal Lahir : Beokina, 1860

3. Meninggal : Beokina 25 Maret 1952

4. Pekerjaan : Kepala Kampung Beokina

5. Nama Istri ;
  1. Ulur
  2. Dahut

5. Nama Anak :
  1. Longka
  2. Pedok
  3. Philipus Harup
  4. Dominikus Jerubu
  5. Regina Mimung
  6. Maria Rengkong

Motang Rua dalam Perang Kuwu

Kedatangan Belanda di Manggarai dari Ende mendarat di Borong dan terus menelusuri Pantai Selatan sampai di Todo.

Kedatang serdadu Belanda tidak mendapat perlawanan yang berarti. Di Borong ada sedikit gejolak antara utusan Belanda (Suku Ende) dengan masyarakat setempat namun tidak menimbulkan gejolak.

Setelah sampai di Todo Belanda ingin mendirikan pusat Pemerintahan Sipil – Militer, akan tetapi karena topografi Todo yang berbukit-bukit, maka dicarikannya tempat yang lain.

Tempat-tempat yang menjadi incaran Belanda untuk dijadikan pusat Pemerintahan Sipil-Militer ialah Malawatar (Lembor), Cancar dan Puni (Kota Ruteng sekarang).

Pemerintah Sipil – Militer - Belanda dalam mengawali kekuasaan di Manggarai tentu dengan membangun rumah rumah dan perkantoran. Di dalam rencana Belanda, penetapan resmi pemerintahan administratip daerah jajahan Manggarai ditetapkan tanggal 31 Juli 1909 bertepatan dengan hari raya Kerajaan Belanda.

Di Puni (selanjutnya disebut Ruteng) kegiatan Belanda membangun “ perkantoran Belanda “ tak kenal lelah segala kekuatan dikerahkan.

Rakyat secara paksa membawa alang-alang untuk atap dan bahan bangunan lainnya. Perlakuan semena-mena ini tidak diterima oleh Motang Rua, yang pada saat itu menjabat sebagai kepala kampung Beokina.

Tindakan pertama dari Motang Rua menghimpun kekuatan dengan konsolidasi dengan teman-teman seperti Sesa Ame Bembang, Padang Ame Naga, Naga Ame Demong, Lapa Ame Sampu, Angko, Rumbang, Tengga Ame Gerong, Sadu Ame Mpaung (meninggal di pembuangan Sawa Lunto), Nompang Ame Tilek, Ulur, Kedaluan Lelak (Paci Ame Rami, Nggarang Rombeng Rejeng, Dareng Ame Darung) Kedaluan Ndoso (Pakar Ame Jaga) Kedaluan Ndehes (Raja Ame Kasang Ngampang Leok), Kedaluan Ruteng (Nggorong Carep, Tanggu, Kelang Labe, Wakul) serta adik kakaknya (Ranggung Lalong Elor, Parang Ame Panggung Nggelong, Parung Jalagalu, Lancur Lalong Pongkor, Latu Lando Rata, Tangur, Nicik, Nggangga, Anggang Ame Geong, Nancung Laki rani, Tagung, Dorok, Corok, Rede, Seneng, Talo, Hasa, Andor Jagu) sementara rakyat kemudian membenahi Benteng Kuwu sambil memboikot rakyat lainnya yang berasal dari arah wilayah Lelak, Ndoso, kolang dan Rahong agar tidak menghantar bahan bangunan, makanan untuk kepentingan Belanda di Ruteng.

Alang-alang, ijuk, balok ditahannya dan dipotong-potong dan dikirimnya ke Ruteng. Atas perlakuan itu, maka Belanda menyuruh kurir khusus bernama Japa Ame Iba, sesampai di Wae kang Japa Ame Iba berani memukul seorang rakyat yang bernama Unduk, pengantar alang-alang. Karena peristiwa pemukulan itu, maka Motang Rua membunuh utusan khusus itu, dan hal ini membuat serdadu Belanda marah.

Dipanggilnya Dalu Pasa, Sesa Ame Bembang pada tanggal 31 Juli 1909 di Puni Ruteng agar perintahkan Motang Rua untuk menghadap Belanda. Motang Rua, tidak mau menghadap malah memunculkan tantangan; bahwa kami tidak akan taluk kepada Belanda, sampai kami mati, dan tanah ini, tidak relah kami serahkan kepada orang nggera (kulit putih). Akibat tantangan itu, maka serdadu Belanda melakukan expedisi bersenjatakan 12 karabin ke Beokina.

Sesampai di Ngalor Sua mereka di hadang pasukan Motang Rua, 10 orang serdadu Belanda tewas, sementara senjatanya di rampas, 2 orang melarikan diri ke jurang (Dong dan Jakob).

Dari dalam jurang mereka menembakan senjatanya menyebabkan Rumbang dan Ulur tewas di tempat. Misi expedisi 12 carabin itu gagal, maka diminta bantuan ke Ende dan Kupang.

Menurut H.M.M.Mennes, Eenige aanteekenigen over de onderafdeeling Manggarai op het eiland Flores, Koloniaal, Tijdschrift, 20.1931, 252-3 dalam Dami N.Toda, Manggarai mencari pencerahan Historiografi, 1999,318. Nusa Indah, Ende-Flores tercatat:

Tanggal 4 Agustus, 1999 sebuah regu kecil pasukan Belanda yang sedang menuju ke Ruteng dari penjemputan kiriman perlengkapan senjata di pelabuhan Tilir (Nanga Ramut) bergegas ke Ruteng untuk membela kawan-kawannya yang telah gugur di Ngalor Sua (Watu Toge).

Sebelum memasuki kampung Dalo tiga petugas pengintai dari pos Pong Murung tidak awas sehingga gelagat penyergapan itu terbaca pasukan Belanda yang segera menembak pasukan pengintai itu.

Sergapan pimpinan Kraeng Baru Rompa Pongkor terpaksa dipercepat sehingga menewaskan 5 serdadu Belanda, sedangkan 4 orang pasukan penyergap tewas.

Tanggal 7 Agustus bantuan pasukan Belanda dari Ende dibawa pimpinan Letnan Sepandau, tengah malam 9 Agustus 1909 tiba di Ruteng.

Setelah pasukan Belanda tiba maka penyerangan ke Beokina direncanakan dengan matang, sementara taktik perang dari kubu Motang Rua tetap pada Benteng Ngalor Sua.

Tanggal 10 Agustus terjadilah pertempuran di Benteng Kuwu (Watu Toge). Ratusan pejuang rakyat tewas dan luka-luka (tulisan Mennes, menyebutkan angka 67 inlander tewas).

Pasukan Belanda datang dari arah Selatan Ruteng – Wae Lerong Tuke Nikit dan sampailah di Kuwu. Kekuatan Belanda dengan perlengkapan modren itu dengan sekecap menghancurkan pasukan Motang Rua.

Yang tewas saat itu ialah : Latu, Santung, Corok, Unduk, Rampak, Tubi Melubir. Motang Rua bersama pasukan yang hidup mundur.

Sesampai di Beokina Motang Rua mendirikan bendera putih (tuntul bakok) sebagai tanda taluk dengan demikian maka kampung Beokina tidak dibakar sementara kampung sekitarnya di bakar Belanda seperti Kondongn Lenteng dan Poka, selanjutnya Motang Rua melakukan perang Gerilia.

Motang Rua mengatur taktik perang dari gua “ Cunca Wene di Raka Ndoso sehingga meletus perang perlawanan pasukan wetik yang dipimpin oleh pasukan Rengge Ame Cences.

Perlawanan lain terjadi di Longka Pacar dipimpin Dalu Pacar yaitu Macang Pacar, tewas 35 orang pejuang rakyat sedangkan kepala Macang Pacar dipenggal Belanda di bawa ke Reok untuk dipertontonkan, menakut,nakuti rakyat.

Dendan Belanda untuk mendapatkan Motang Rua hidup atau mati menyebabkan Belanda menyandera Keluarga adak Pongkor dengan berbagai penyiksaan di markas Belanda di Puni Ruteng.

Ancaman pemusnahan terhadap seluruh keluarga adak Pongkor, dengan pasal tuduhan adalah “ penjahat perang ".

Hal ini mendapat protes keras dari adak Pongkor Kraeng Wanggur Laki Tekek. Oleh karena itu atas inisiatip Kraeng Baso, maka diupayakan pencarian Kraeng Motang.

Kraeng Baso tahu di mana Motang Rua bersembunyi. Berangkatlah kraeng Baso ke Raka Ndoso, kraeng Baso menceriterakan tentang penyiksaan keluarga adak Pongkor.

Iba hati Motang Rua, lalu kepada Karaeng Baso Motang Rua di sarankan untuk melepas seekor ayam jantan putih hidup-hidup di Pongkor, agar kekuatan supra natural dalam hal tidak dapat dilihat oleh sesama manusia dikembalikan.

Hal itu dilakukan Kraeng Baso dan sejak saat itu Motang Rua dapat dilihat oleh Belanda dan selanjutnya menyerahkan diri di Markas belanda di Puni Ruteng.

Setelah itu, maka Pengadilan Belanda mulai dilakukan untuk Motang Rua dan Kawan-kawan baik di Ende, maupun di Kupang dan terakhir di Makasar dengan hukuman penjara selama 20 tahun di Batavia, kemudian ke Sawa Lunto untuk bekerja pada pertambangan Batu Bara. Seusai masa hukuman sebelum pulang ke Manggarai Kraeng Motang ke Saigon Thailand dan menikah dengan wanita Thailan.

Dari perkawinan itu mempunyai 3 orang anak yaitu : Nona Koe, Suje dan Guru. Pada Tahun 1951 putri sulungnya yang bernama Nona Koe datang ke Manggarai dan bertemu Kraeng Motang Rua Guru Ame Numpung di Teras Desa Liang Bua Kecamatan Rahong Utara bersama putranya Kraeng Philipus Harup.

Pejuang – pejuang lain dihukum buang ke penjara pulau jawa (Nusa Kambangan, Betawi) Sumatera (Palembang, Padang, Sawah Lunto, Aceh) Timor (Kupang, Camplong) untuk masa hukuman 10 sampai 20 Tahun.

Kebanyakan para terhukum meninggal dunia ditempat pembuangan, kecuali Kraeng Motang Rua Guru Ame Numpung, Nicik (Kraeng Gantem) Hasa, Jagu, Nancung Laki Rani, Rede, Pakar Ame Jaga berhasil kembali dengan selamat pulang ke Manggarai.

Masa setelah hukuman

Pada tahun 1927 pada masa Pemerintahan Raja Bagung, Motang Rua kembali melalui Aimere. Saat itu pembukaan jalan raya Ende – Ruteng dilaksanakan dan seluruh rakyak bergotng royong membuka jalan lintas flores.

Motang Ruang bertemu dengan raja Bagung di Tengku Teang. Karena kepulangan Motang Rua. maka pekerjaan dihentikan sementara dan dilanjutkan dengan upacara Caca Selek di Beokina. Sepulang dari pembuangan sikap anti Belandanya sangat jelas.

Beliau tak pernah mau bertemu dengan orang-orang berkebangsaan Belanda termasuk misionaris Belanda yang bekerja di Manggarai. Dengan demikian maka pada tahun 1954 beliau di baptis oleh Markus Sampu seorang Guru Agama Katholik dengan nama Petrus.
Ruteng, 10 Oktober 2008.

Oleh: Grasias Wilibrodus, Wartawan tinggal di Manggarai.

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,153,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,254,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,351,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,25,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Sejarah Motang Rua, Pahlawan dari Manggarai Raya
Sejarah Motang Rua, Pahlawan dari Manggarai Raya
https://1.bp.blogspot.com/-8qSUsNWRLek/WpAEFd3m5VI/AAAAAAAAB5o/uLnguM9_t90MGALcktKeNQFVh9EyCFSLwCLcBGAs/s320/Lopo-Motang-Rua.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8qSUsNWRLek/WpAEFd3m5VI/AAAAAAAAB5o/uLnguM9_t90MGALcktKeNQFVh9EyCFSLwCLcBGAs/s72-c/Lopo-Motang-Rua.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/sejarah-motang-rua-pahlawan-dari.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/sejarah-motang-rua-pahlawan-dari.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close