Sedih, Inilah Kisah Pilu Bayi Dari Manggarai Timur Yang Tidak Punya Lubang Anus Dan Bocor Jantung

Pasangan yang menikah tahun 2001 silam itu harus menanggung penderitaan yang cukup berat, lantaran buah hati pertama mereka yang selalu dinantikan kehadirannya selama kurun waktu yang sangat lama terlahir dengan kondisi tidak normal. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com. Kisah pilu yang dialami pasangan suami istri Gregorius Goang dan Yuliana, asal kampung Sok, Desa Compang Ndejing Manggarai Timur Flores, Nusa Tenggara Timur sungguh sangat menyedihkan.

Pasangan yang menikah tahun 2001 silam itu harus menanggung penderitaan yang cukup berat, lantaran buah hati pertama mereka yang selalu dinantikan selama kurun waktu yang sangat lama terlahir dengan kondisi tidak normal.

Aquino, balita mungil keduanya yang lahir di tahun 2017 lalu itu terlahir dengan kondisi tanpa lubang anus.

Mengalami kondisi seperti itu,  pasangan suami istri yang kesehariannya bekerja sebagai petani di kampung Sok, Manggarai Timur ini kemudian berinisiatif untuk melakukan operasi. Dengan harapan agar buah hati mereka kelak bisa membuang kotoran layaknya orang normal seperti pada umumnya.

Pasca kelahiran Aquino, pasangan suami istri ini akhirnya berencana untuk melakukan operasi buah hati mereka itu di Rumah Sakit terdekat yaitu di Rumah Sakit Umum dr. Ben Mboy Ruteng, Manggarai.

Di Rumah sakit itu bayi Aquino akhirnya di oprasi. Karena keterbatasn perlengkapan alat medis di RS dr. Ben Mboy, dokter yang menangani bayi Aquino hanya bisa mengambil tindakan operasi dengan membelah perut Aquino, agar usus tempat saluran pembuangan untuk mengeluarkan kotoran bisa keluar lewat perut.

Dokter di Rumah Sakit yang mengoperasikan bayi Aquino kemudian menyarankan orang tuanya itu untuk melakukan perawatan berlanjut ke Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar.

Tujuan dari rujukan ke RSUP Sanglah ini ialah, untuk melakukan operasi kembali terhadap Aquino agar bisa dibuat lubang anus layaknya bayi normal pada umumnya. Karena diyakini RSUP Sanglah dinilai peralatan medisnya cukup lengkap dan canggih.

Okoteber 2017 silam berangkatlah kedua pasangan ini beserta anaknya itu dari Manggarai ke Denpasar. Sampai di Denpasar mereka langsung menuju Rumah Sakit umum Sanglah di Denpasar.

Bayi Aquino pun akhirnya dirawat disana. Dokter kemudian memeriksa Aquiono, dan hasil pemeriksaan dokter di RSUP Sanglah berkata lain dari dugaan awal kedua orang tuanya itu.  Sebab, rencana awal datang dari Manggarai ke Denpasar ini hanyalah untuk melakukan operasi buat lubang anus saja. Dokter yang memeriksa Aquino ternyata menemukan penyakit lain, yakni jantungnya Aquino ternyata bocor (Bocor jantung).

Pasangan Gregorius dan Yuliana ini hanya bisa pasrah, mendengar hasil yang dikeluarkan oleh pihak dokter di RSUP Sanglah.

Aquino akhirnya dioperasi lagi untuk mengobati penderitaan bocor jantung itu. Menurut keterangan dokter yang merawatnya, setelah operasi Jantung selesai baru bisa operasi pembuatan lubang anus dilaksanakan.

Kedua orang tuanya hanya bisa mengikuti apa saran dari dokter. Dari hasil wawancara kami dengan kedua orang tua Aquino, dikatakan bahwa sebenranya operasi pembocoran jantung akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Namun dokter belum bisa berani mengambil tindakan operasi. Alasannya karena kondisi fisik dari Aquino masih belum satabil. Aquino masih butuh perawatan lagi karena mengalami panas dalam.

Rencananya Senin pekan depan ini, Aquino akan menjalankan operasi untuk penyembuhan jantungnya yang bocor. Itupun juga masih butuh penormalan dari kondisi yang dia alami saat ini.

Hal yang lebih sulit lagi yang dialami kedua pasangan ini adalah soal biaya kehidupan mereka selama berada di Bali.

Dengan derai air matanya, ayah dari Aquino ini menuturkan, bahwa bekal anggaran yang mereka bawa dari kampung di Manggarai sudah tidak ada lagi.

Beras di kos tempat mereka menginap sudah habis, kemudian juga uang untuk  belanja keperluan yang lainnya sudah tidak ada sama sekali.

Sesekali dari pantuan kami ketika masih berada di dalam ruangan perawatan Aquiono di RSUP Sanglah, sesama penjaga pasien memberikan mereka air mineral untuk bisa di minum.

Sekarang mereka tidak punya biaya lagi untuk membayar kos tempat mereka menginap selama ini.

Kamis kemarin, berkat bertemu dengan beberapa jurnalis asal Manggarai yang ada di Bali orang tua Aquino akan diberikan solusi untuk mencari rumah singgah pasien rujukan dari NTT.

Kawakan Jurnalis itupun sekarang masih mencari tempat persinggahan untuk pasien rujukan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh,  bahwa untuk rumah singgah pasien rujukan dari propinsi NTT yang ada di Bali yang ada hanya punya kabupaten Alor. Sedangkan untuk Manggarai Raya (Matim, Mabar dan Manggarai) belum ada.

Atas informasi tersebut, jurnalis inipun mencari inisatif, yakni menghubungi yayasan yang bisa menampung pasien penderita yang kekurangan biaya pengobatan. Dan rencananya hari Senin pekan depan jurnalis ini akan menemui pengurus yayasan yang telah dihubung.

Ketika disinggung soal kepedulian dari pemkab Kabupaten Manggarai Timur, Gregorius mengaku bahwa pemerintah kabupaten Manggarai Timur telah memberi dia harapan palsu (PHP).

Pengakuan Geregorius itu berdasarkan jawaban yang diberikan oleh bagian KESRA (Kesejahtraan Masyarakat) kabupaten Manggarai Timur.

Tutur Gregorius bahwa, sebelum ke Bali dirinya sudah mengajukan berkas ke Dinas Sosial, untuk meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Namun, jawaban yang disampaikan dinas terkait, belum bisa membantu karena ada sedikit masalah.

Selanjutnya, Dinas Sosial mengarahkan dirinya untuk membawa berkas tersebut dan diserahkan ke bagian Kesra (Kesejahteraan Masyatakat) Kabupaten Manggarai Timur, tapi hingga hari ini belum ada kabar apapun dari Kesra.

Saat ini kedua orang tua Aquino balita malang yang lahir tanpa lubang anus dan bocor jantung itu hanya bisa berharap uluran tangan dari semua orang yang peduli dengan keadaan buah hatinya sekarang.(RN/MN)

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,163,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,567,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,61,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,288,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,250,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,414,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1123,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,64,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Sedih, Inilah Kisah Pilu Bayi Dari Manggarai Timur Yang Tidak Punya Lubang Anus Dan Bocor Jantung
Sedih, Inilah Kisah Pilu Bayi Dari Manggarai Timur Yang Tidak Punya Lubang Anus Dan Bocor Jantung
https://4.bp.blogspot.com/-QxSHrCDXMm8/Wn1xz8xtscI/AAAAAAAABfA/I5fynhRNRn4ZFMXC6esY6oc8m63lnmGQgCEwYBhgL/s320/IMG-20180209-WA0035.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-QxSHrCDXMm8/Wn1xz8xtscI/AAAAAAAABfA/I5fynhRNRn4ZFMXC6esY6oc8m63lnmGQgCEwYBhgL/s72-c/IMG-20180209-WA0035.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/02/sedih-inilah-kisah-piluh-bayi-dari.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/sedih-inilah-kisah-piluh-bayi-dari.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close