Sebait Doa Ibuku, Kumpulan Puisi Mita Barung

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Sebait Doa Ibuku, Kumpulan Puisi Mita Barung

MARJIN NEWS
28 February 2018

Ibu (Gambar: Istimewa)
Ketika mentari senja telah tenggelam
Dalam remang-remang kegelapan,
Lantunan doa ibuku
Menyejukan jiwaku yang letih
Mendamaikan hatiku yang resah,
Depan patung Yesus yang Tersalib
Dengan cahaya lilin yang semakin redup
Ia berlutut dengan penuh kekhusyukan,
Menciptakan suasana damai dengan sang Bapa

“Bapa yang Maha Penyayang tulislah nama-nama anakku dengan tinta yang tak terhapuskan
agar tak ada siapapun juga dapat merebutnya, tidak juga iblis durhaka yang mengayaknya seperti gandum celaka.
Peganglah tangan anak-anakku,
bila mereka harus kulepaskan dan bila dunia membenci mereka dengan sewenang-wenang.
Janganlah Engkau biarkan mereka tenggelam dalam gelombang cobaan dunia yang begitu kejam
Biarlah mereka tetap selalu setia pada-Mu dan selalu terikat oleh cinta-Mu, Amin”


SURAT DARI IBU
Teruntuk anakku sayang,
Engkau kini sudah dewasa, sudah mampu menentukan jalan hidupmu sendiri,
Sudah mampu menentukan mana yang terbaik untuk hidupmu,
Engkau kini tak begitu membutuhkan ibumu lagi,
untuk mengurus setiap hal terkecil dalam hidupmu seperti yang biasa ibu lakukan  saat engkau masih belia dulu.

Namun perlu engkau tahu anakku,,,
Dunia sekarang semakin kejam,
 sedikit engkau terlena engkau akan merasakan kengerian yang dia berikan,
Dunia sekarang semakin menggila,
sekali engkau terjatuh dalam nikmat yang diberikannya,  engkau akan sangat sulit untuk bangkit kembali,

bahkan dia akan membuatmu semakin terjatuh, terjatuh hingga ke dalam jurang yang sangat dalam andai engkau tak mampu menghadapinya..
Anakku tersayang,,
Entah mengapa kekhawatiran akan dirimu,
mulai menjalar dalam darah ibumu,
Entah mengapa kerisauan akan dirimu terus mempengaruhi pikiran ibumu,

Ibumu takut anakku,
takut engkau terpikat oleh nikmat dunia ini,
takut engkau terhempas badai yang memporak-porandakan kepercayaan ibumu,
takut engkau menjauh dari ibu dan juga Bapa yang adalah pemilik hidupmu
Anakku tersayang,,
Tak ada salahnya ibu berharap kekhawatiran & kerisauan ibumu akan dirimu lenyap ditelan bahagia yang engkau berikan,
Tak ada salahnya ibu berharap ketakutan ibumu ditelan oleh sukacita atas keutuhan kepercayaan ibumu akan dirimu,

Jagalah selalu dirimu dengan baik,
janganlah berikan dirimu, jiwamu, dan hidupmu pada nikmat duniawi yang menggiurkan, selalulah berdoa pada Bapamu, tetaplah menggenggam tangan Bapamu,
agar kejamnya dunia ini, agar menggilanya dunia ini tak menghampiri dirimu

Oleh: Mita Barung