Proses Pembelajaran yang Kritis dan Reflektif
Cari Berita

Proses Pembelajaran yang Kritis dan Reflektif

19 February 2018

Pendididik memiliki peran sebagai pembimbing, pengajar, dan sebagai fasilitator demi menunjang keberhasilan belajar dari peserta didik. Peserta didik adalah subjek utama yang berperan aktif dalam proses belajar guna menjadi manusia yang berintelek. (Foto: Dok.Pribadi)
​Pendidikan merupakan sebuah wadah bagi peserta didik untuk mencari tahu tentang kebenaran suatu hal dan proses untuk belajar mengenai suatu hal. Dalam proses pendidikan, perlu adanya eleman yang turut mendukung keberhasilan peserta didik dalam menempuh jalur pendidikan.

Pendididik memiliki peran sebagai pembimbing, pengajar, dan sebagai fasilitator demi menunjang keberhasilan belajar dari peserta didik. Peserta didik adalah subjek utama yang berperan aktif dalam proses belajar guna menjadi manusia yang berintelek.

​Pendidikan  memiliki proses pembelajaran yang pada akhirnya akan membentuk kemampuan akademik dan karakter dari peserta didik. Salah satu proses pembelajaran yang ditekankan adalah sebuah proses belajar yang kritis dan reflektif.

Menurut Khoirudin, pendidikan yang terjadi saat ini menampilkan sebuah keadaan, dimana proses pendidikan Indonesia lebih menitikberatkan angka (kuantitatif). Menurutnya, orientasi ini mengutamakan hasil palsu dan tidak mengindahkan proses pendidikan itu sendiri. Hal ini akan berefek pada kegagalan generasi penerus bangsa. Akibat orientasi data, banyak peserta didik yang tidak mampu menujukkan spiritual yang bagus.

​Proses pembelajaran yang bisa diterapkan dalam dunia pendidikan adalah kritis dan reflektif. Suatu proses pembelajaran yang kritis artinya dalam prosesnya peserta didik harus mampu untuk menganalisis dan mengaplikasikan materi yang didapat.

Pendidik perlu melakukan sebuah latihan untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik terkait dengan materi tertentu. Ini perlu dilakukan karena pada akhirnya peserta didik yang telah menempuh pendidikan akan menerapkan apa yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini diibaratkan seperti sebuah perutusan, yaitu membagi pengetahuan yang diperoleh pada masyarakat luas demi kemajuan sebuah masyarakat itu sendiri.

Bila seorang peserta didik tidak diajarkan untuk bersikap kritis pada sebuah topik yang didapat, ini akan berdampak pada penerapannya dalam masyarakat sehingga masyarakat juga mendapat sesuatu yang salah.

Keadaan ini menggambarkan pentingnya sebuah proses pembelajaran yang kritis untuk menekan kualitas, karena pada dasarnya apa yang diperoleh akan diterapkan dalam masyarakat, ibaratnya peserta didik yang telah selesai menempuh proses pendiikan sebagai sumber sinar dalam masyarakat dengan pengetahuan yang telah diperoleh selama proses pendidikan.

​Pembelajaran yang bersikap reflektif juga satu hal yang penting dalam sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran yang reflektif artinya selalu merefleksikan diri guna meninjau dan menganalisis diri berkaitan dengan topik atau materi yang sudah didapat.

Pembelajaran yang reflektif itu memiliki pengaruh demi kemajuan peserta didik contoh sederhana adalah dengan melakukan refleksi, peserta didik dapat menilai kemampuan diri sendiri berkaitan dengan keterlibatan atau keaktifan bahkan nilai yang diperoleh dari sebuah topik yang sudah dijelaskan.

Dengan refleksi, peserta didik dapat membuat sebuah perubahan baru dalam diri mengenai metode pembelajaran apa yang harus diterapkan untuk memahami materi yang sudah dijelaskan.

Melalui refleksi juga, peserta didik juga dapat menilai diri sendiri seberapa besar ia terlibat dalam membantu teman-teman untuk memahami materi yang dijelaskan.

Proses pembelajaran yang reflektif ini akan membantu peserta didik untuk mengevaluasi diri sendiri. Pendidik juga perlu melakukan refleksi.

Refleksi yang dilakukan oleh pendidik bertujuan untu menilai diri seberapa besar keberhasilan materi yang telah diberikan pada peserta didik dan juga menilai metode pembelajaran yang digunakan apakah bisa dipahami oleh peserta didik atau tidak.

Dengan menerapkan proses belajar yang reflektif, pendidik dan peserta didik bisa menilai dan mengevalusi diri. Proses pembelajaran yang kritis dan reflektif sangat perlu diterapkan dalam proses pembelajaran.

Pendidik dan peserta didik dapat bekerja sama untuk memahami materi yang dijelaskan sehingga penerapannya dalam masyarakat tidak salah serta peserta didik dan pendidik mampu menguji dan mengevaluasi diri sendiri terkait dengan kemampuan yang dimiliki. Melalui proses pembelajaran ini, aspek spiritual dalam belajar sangat ditonjolkan.

Oleh: Angela Seriang
marjinnews.com Yogyakarta
Anggota KOPERASI Yogyakarta