PMKRI Jayapura Minta Polda Papua Segera Proses Pelaku Penembakan Mama Kamoro
Cari Berita

PMKRI Jayapura Minta Polda Papua Segera Proses Pelaku Penembakan Mama Kamoro

MARJIN NEWS
6 February 2018

Ini persoalan kemanusia yang harus dijunjung tinggi oleh  siapapun, apalagi soal nyawa manusia karena nyawa manusia bukan kita membeli dengan uang (Foto: Dok. Pribadi)
Jayapura, marjinnews.com - Penembakan Terhadap Mama Papua asal Kamoro di Timika baru-baru ini merupakan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian tanpa melindungi masyarakat.

Jadi, penembakan tersebut akan menjadi sorotan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena di Papua masih terus terjadi pelanggaran HAM yang cukup serius. Sayangnya Pelaku penembakan tidak diproses secara serius sesuai hukum yang berlaku.

"Kami melihat TNI/Polri yang ditugaskan di Papua tidak pernah patuhi aturan yang menjadi misi utama mereka untuk mengayomi dan melindungi masyarakat. Hal ini membuat angka HAM di Indonesia semakin meningkat di mata dunia internasional dan Indonesia akan menjadi sorotan serius ketia sidang Umum PBB nantinya" Ujar ketua PMKRI Cabang Jayapura, Benediktus Bame.

"Oleh Karena itu, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura meminta dengan tegas Polda Papua dan Kapolri untuk segera tuntaskan kasus ini dengan serius. Kami menyesal kenapa setiap tahun selalu saja ada penembakan di Papua. Apakah negara Kesatuan Republik Indonesia beranggapan terhadap orang Papua itu hanya bukan manusia yang selalu saja di Tembak mati" lanjutnya.

"Ini persoalan kemanusia yang harus dijunjung tinggi oleh  siapapun, apalagi soal nyawa manusia karena nyawa manusia bukan kita membeli dengan uang. Atau bisa dibayar dengan miliaran uang tak ada siapapun yang bisa mengantikan nyawanya. Sehingga ini tentu dinperhatikan oleh seluruh Jajaran Polda Papua" tandas Beni.

"Sehingga, ketika Polda Papua dan Kapolri tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut maka kami katakan Polda Papua gagal dalam mengayomi Masyarakat Indonesia di Tanah papua. Bagi saya Kapolda harus intrupsi khusus terhadap jajarannya untuk mengevaluasi kembali sistem kepolisisan yang berlaku. Hingga personil yang di turunkan di lapangan bisa menjadi pegangan kuat serta mampu melindungi masyarakat" ungkapnya.

Dengan demikian, melihat kejadian penembakan yang terus terjadi tanpa ada batasnya ini akan membuktikan bahwa papua masih saja darurat HAM dengan Papua Penuh Darah. Kapan Masyarakat papua bisa hidup nyaman untuk membagun hidup yang lebih baik. Apalagi kasus asmat belum selesai terjadi penembakan lagi. Apakah ini sebuah skenario?.

"Maka dari Kami meminta Pemerintah Pusat untuk segera tuntaskan Kasus HAM yang masih menjadi duri bagi masyatakat di tanah Papua" tutup Beni penuh penyesalan. (AA/MN)