Pilgub NTT, BKH Berjanji Akan Hapus Human Traffiking
Cari Berita

Pilgub NTT, BKH Berjanji Akan Hapus Human Traffiking

10 February 2018

Dalam pidato deklarasi itu, Benny yang juga anggota DPR RI mengatakan masalah utama di NTT adalah kemiskinan. Dan NTT masih berada di urutan ketiga terbawah daerah termiskin di Indonesia. "Data BPS, NTT merupakan daerah ketiga termiskin yakni mencapai 23 persen dari 5 juta lebih penduduk," katanya. (Foto: Istimewa)
Kupang, Marjinnews.com - Benny K Harman dan Benny Litelnoni mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 di GOR Nekamese, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Sabtu, 10 Februari 2018.

Dalam pidato deklarasi itu, Benny yang juga anggota DPR RI mengatakan masalah utama di NTT adalah kemiskinan. Dan NTT masih berada di urutan ketiga terbawah daerah termiskin di Indonesia. "Data BPS, NTT merupakan daerah ketiga termiskin yakni mencapai 23 persen dari 5 juta lebih penduduk," katanya.

Dampak dari kemiskinan itu, banyak anak-anak NTT yang harus menjadi TKI/ TKW ke luar negeri, dan menjadi korban perdagangan orang (human trafficking). "TTS merupakan salah satu daerah dengan jumlah korban human traffiking tertinggi di NTT," katanya.

Karena itu, dia berjanji membuka lapangan kerja berupa wirausaha bari bagi warga NTT, sehingga mereka tidak tergiur menjadi TKI/TKW. Benny berjanji membuka 100 ribu lapangan kerja baru jika terpilih sebagai Gubernur NTT.

Akibat lain dari kemiskinan yakni ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok, kurang gizi, kematian ibu dan anak sangat rentan, serta masalah gizi buruk. "TTS penyumbang terbesar gizi buruk di NTT. Kami akan sungguh- sungguh perhatikan masalah ini," katanya.

Benny K Harman dan Benny K Litelnoni menggelar deklarasi dengan tagline "Harmoni" diusung tiga partai politik yakni Demokrat, PKPI, dan PKS. Mereka bakal bersaing dengan duet Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) yang diusung Gerindra dan PAN; pasangan Marianus Sae-Emmilia Nomleni (Marianus-Emmi) yang dijagokan PDIP dan PKB; serta duet Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss) dengan pendukung Partai NasDem, Golkar 11 kursi, dan Hanura. (RN/MN/T)