Pilgub Bali: Cipayung Plus Akan Berikan Edukasi Politik Untuk Masyarakat Bali
Cari Berita

Pilgub Bali: Cipayung Plus Akan Berikan Edukasi Politik Untuk Masyarakat Bali

11 February 2018

Organisasi - organiasi yang hadir di dalamnya mencakup HIKMAHBUDHI Denpasar, HMI Denpasar, PMII Denpasar, PMKRI Denpasar, dan GMKI Denpasar.  (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com -  Dalam rangka menyambut Pilgub Bali 2018, Sabtu, 10 Februari 2018, Aliansi Organiasi Eksternal Kemahasiswan yang biasa disebut Cipayung Plus melakukan konsolidasi yang dilakukan di pojok Sudirman, Jln. Sudirman Denpasar.

Organisasi - organiasi yang hadir di dalamnya mencakup HIKMAHBUDHI Denpasar, HMI Denpasar, PMII Denpasar, PMKRI Denpasar, dan GMKI Denpasar.

Cipayung Plus - Bali menyatakan sikap untuk mengawal setiap proses dalam Pilgub - Bali 2018, dengan salah satu caranya adalah memberikan edukasi politik kepada masyarakat Bali agar menjadi pemilih yang cerdas.

Apdianto, Ketua Umum HIKMAHBUDHI Cabang Denpasar menyampaikan bahwa masyarakat Bali harus cerdas dalam memilih pemimpinnya.

"Untuk beberapa bulan ke depan sebelum Pilgub Bali berlangsung, kita akan melakukan berbagai kegiatan dalam upaya memberikan edukasi politik kepada masyarakat.", Tuturnya.

Lebih lanjut dari pada itu, Ketua Presidium PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus Periode 2017 - 2018, mengutip pernyataan dari Frans Magniz Suseno, menegaskan, bahwa Pilgub tidak dimaksudkan untuk memilih yang calon terbaik tetapi mencegah yang terburuk untuk berkuasa.

" Ada tiga tipe pemilih. Yang pertama adalah mereka yang memilih memakai pendekatan kultur (historitas), yang kedua mereka yang memilih karena terjebak pada transaksi, dan yang ketiga adalah mereka yang memilih dengan menggunakan akal." Cetusnya.

" Cipayung Plus akan sebisa mungkin menggarahkan masyarakat Bali untuk menjadi pemilih yang meggunakan akal.", ungkap Mahasiswa Universitas Warmadewa tersebut.

Sementara Ketua HMI Idonesia Bali Izan, mengatakan, dirinya prihatin terhadap kondisi yang terjadi selama ini. Dimana dirinya melihat para mahasiswa di Denpasar kurang mengadakan diskusi - diskusi terkait Pilkada Bali yang sebentar lagi dilaksanakan. Pungkasnya.

Mahasiswa yang saat ini masih kuliah di Universitas Udayana itu menambahkan, peran Cipayung Plus sebagai organisasi eksternal Kampus di dalam menghadapi Pilkada Bali 2018 yaitu harus bisa mensukseskan Pilgub ini.

Dirinya pun berharap semoga diskusi ini terus berlanjut. Kalau bisa jangan hanya dalam menghadapi kontes Pilgub, tetapi dalam hal lain juga. Paparnya.

Sementara Sekjen GMKI Denpasar Ino, yang hadir juga dalam diskusi bertakjuk menyongsong  Pillgub Bali 2018 mengatakan bahwa, kita sebagai mahasiswa menyatakan diri hadir untuk masyarakat Bali terkait Pilgub Bali 2018.

"Sebagai Mahasiswa kita harus bisa memberi pelajaran politik kepada masyarakat Bali, agar nantinya mereka tidak golput dalam mengikuti pilkada Juni mendatang. Tutup Mahasiswa Universitas Warmadewa ini.

Cipayung Plus - Bali sudah merencanakan beberapa rentetan kegiatan yang akan mereka selenggarakan. Seperti, melakukan dialog pada tataran pemuda, seminar dengan melibatkan tokoh - tokoh di Bali, sampai pada dialog dengan kandidat yang akan berkontestasi di Pilgub Bali 2018. (RN/Marjinnews.com)