$type=carousel$cols=3

PENTINGNYA MENULIS

Menulis apapun, entah itu pengalaman harian, berita, opini, puisi, cerpen, pada dasarnya ialah usaha memindahkan apa yang ada dalam pikira...

Menulis apapun, entah itu pengalaman harian, berita, opini, puisi, cerpen, pada dasarnya ialah usaha memindahkan apa yang ada dalam pikiran kita, yang kita lihat, alami, rasakan dan dengar ke dalam kata-kata. Bagi pemula ini bukan perkara mudah. Memindahkan apa yang dialaminya menjadi kumpulan kata, kalimat dan paragraf selalu merupakan persoalan berat.

Saya ingat kisah saat saya mulai menulis di SMA dulu. Kami ditugaskan oleh guru sejarah untuk menulis dongeng dalam satu halaman hvs. Gurunya membagi kertas hvs dan masing-masing mendapat satu lembar. Yang terjadi ialah guru itu marah karena saya meminta kertas sebanyak tiga kali. Saya menghabiskan tiga lembar kertas hvs untuk menulis dongeng tersebut. Pada hal cerita itu telah saya dengar sejak kecil dan saya menghafalnya.

Pengalaman itu mengingatkanku bahwa yang paling sulit sebenarnya ialah bagaimana harus mulai menulis. Mungkin kita menyadari kebenaran ini: Kita diberikan anugerah yang luar biasa oleh Tuhan untuk bisa berbahasa dan berkomunikasi. Saya tidak tahu kapan saya mulai berbicara dan mengerti apa yang saya dengar dan katakan.

Tiba-tiba saya sudah sampai pada tahap ini, bisa mengerti dan mampu berkomunikasi dengan orang lain. Bagi saya itulah rahasia kehidupan. Setiap orang memiliki kemampuan untuk bisa berbahasa dengan baik. Wujud dari kemampuan itu hendaknya diungkapkan dengan menulis.

Menulis memiliki aturannya sendiri. Layaknya dalam masyarakat kita, ada norma-norma yang harus dipatuhi, begitu juga dalam menulis. Ada aturan-aturan tertentu yang harus kita patuhi. Misalnya memulai sebuah kalimat haruslah dengan huruf kapital, dan mengakhirnya dengan tanda titik. Jika kalimat itu tersirat pertanyaan, maka diakhir kalimat harus dibubuhi tanda tanya.

Sebuah kalimat yang baik sekurang-kurangnya memiliki sebjek dan predikat. Dan banyak yang lainnya. Inilah hal-hal teknis yang perlu diketahui dan kuasai. Bisa dikatakan inilah dasarnya. Kita harus mempelajarinya. Dalam memperlajarinya butuh pengulangan. Kita butuh latihan. Latihan terus menerus.

Mungkin kita pernah bahkan sering mendengar kata-kata ini, “Bisa karena biasa”. Kata-kata ini menarik jika direnungkan. Tetapi hendaknya tidak hanya sampai di situ. Kita harus menemukan apa makna di balik kata-kata ini. Saya sering membaca dan mendengarnya. Sekarang saya mengetahui maknanya. Bahwa kita  jika kita ingin mendalami sesuatu kita harus mempelajarinya dan berlatih terus menerus. Jangan ada kata cukup dan puas diri dalam berlatih. Disadari atau tidak, kita akan selalu dikejutkan dengan banyak hal menarik, jika kita membiasakan apa sudah kita ketahui pun yang belum kita ketahui.

Saya ingat seorang teman. Sudah lama sekali kami tidak bertemu dan bercanda. Saat saya membuka faceboo, saya melihat wajahnya di sana. Singkat cerita kami bertemu lagi dan bisa berkomunikasi lewat medsos. Dulu dia tidak lancar berbahasa inggris. Semenjak bekerja sebagai “guide” di Bali, ia menjadi lancar berbahasa inggris.

Beberapa waktu lalu, saat kami sedang telfon, tiba-tiba seorang turis bertanya sesuatu kepadanya. Dia pun mulai berbicara kepadanya turis itu dalam bahasa inggris dan saya mendengarnya lewat telepoh. Saya kagum dan irih hati dengan teman saya. Dia sangat lancar bahasa inggris. Bahkan seperti saya berbicara dengan adik saya di rumah dalam bahasa kami.

Ketika tamunya pulang dan kami melanjutkan pembicaraan, saya bertanya, “Kamu lancar sekali berbahaa inggris. Saya kagum dengan kamu, teman...” Sambil tertawa ia berkata, “Ini hanya soal kebiasaaan saja. Saya telah belajar dari orang-orang di sini dan ngomong dalam bahasa inggris setiap hari. Sekarang saya lancar berbahasa inggris sekarang.”

Teman saya, dalam cerita di atas adalah contoh nyata bahwa sesuatu itu harus dibiasakan. Mustahil ia bisa berbahsa Inggris jika ia tidak berlatih dan terus berlatih setiap hari. Justru sebaliknya, dia berbahasa inggris dengan baik sekali karena membiasakan dirinya dengan berbicara bahasa Inggris setiap hari.

Yang penting juga dari ceritanya ialah, ia telah belajar dari orang lain. Orang lain ternyata adalah diri kita yang lain. Dalam menulis pun persis sama. Kita membutuhkan orang lain untuk mengoreksi tulisan kita, memberi kita semangat, dan memberi masukan-masukan berharga yang memampukan kita mengalami kemajuan dalam menulis.

Karena itu kita mesti terbuka pada orang lain dan mau bekerja sama dengan mereka. Tidak usah takut pun malu untuk meminta teman membaca tulisan kita. Terkadang apa yang kita anggap sempurna, bagi orang tidak sempurna sama sekali. Pun sebaliknya, terkadang menurut kita jelek, membosankan, dan tidak punya makna, justru orang lain melihatnya berbeda. Mereka menemukan banyak nilai-nilai penting dalam karya kita.

Harus saya katakan bahwa salah satu sikap yang membuat orang tidak pernah menulis dan tidak memulainya ialah pesimis. Kita ragu dan takut untuk menulis. Saya ingat ketika seorang teman memuji tulisan saya. Katanya, “Jo, terima kasih loh. Tulisanmu menarik. Saya menemukan banyak hal dalam tulisanmu.”  Tanpa basa basi, saya mengatakan, “mau menulis juga?” Jawabannya mengejutkan. “Engga, Jo, aku nggak bisa nulis,” katanya.

Sikap pesimis rupanya dimiliki banyak orang zaman sekarang. Mereka selalu merasa diri tidak bisa. Mereka ragu dengan diri mereka dan kemampuan yang mereka miliki. Yang mau saya katakan padamu ialah bahwa kita bisa. Simpalah kata-taka Obama ini dalam hati kita, “If you think you can, you can”. Terjemahannya demikian.

Jika kamu berpikir kamu bisa, pasti kamu bisa.  Kata-kita Obama mengingatkan saya bahwa untuk bisa menulis kita harus pertama-tama mengkondisikan pikiran kita. Pengkondisian itu maksudnya ialah kita berani berikir sendiri. Berani mengatakan bahwa kita bisa. Masalah orang sekarang  ialah belum mulai menulis apapun sudah katakan tidak bisa. Dan ketika mengatakan tidak bisa, hemat saya dalam pikiran kita, kata tidak bisa seolah menjadi konsep diri. Lama-kelamaan orang melihat itu sebagai bagian dari dirinya. Di sinilah repotnya.

Hal lain yang penting dalam menulis ialah ketekunan dan konsisten. Mungkin kalian pernah mendengar kata-kata ini, “Seluruhnya atau ridak sama sekali.” Dalam bahasa Inggrisnya All or not at all. Kata-kata ini menginspirasi jutaaan manusia di dunia. Seorang Kudus dalam gereja Katolik, St Louis Grgnion De Montfort, menggunakan kata-kata ini sebagai moto hidupnya. Dengan tegas ia mengatakan, “Jika kamu tidak melakukan sesuatu dengan total kamu tidak melakukan apa-apa.”

Yang hendak disampaikan oleh orang kudus ini ialah ketotalan kita dalam melakukan. Bahasa kerenanya all out. Tentu mustahil kita bisa menulis jika kita tidak total alias setengah-setengah. Sebab menulis itu butuh keseriusan karena belajar apapun dan melatih apapun jika setengah-setengah, tidak akan mendapat hasil yang memuaskan.

Dan yang terakhir ialah selalu menyediakan waktu untuk menulis. Jika kita mau untuk terus menulis, kita harus berani mengorbankan waktu untuk sekedar rekrasi atau ngobrol yang tidak penting dengan teman. Gunakan waktu utuk terus menulis.

Bila perlu buatlah jadwal dalam sehari untuk menulis.

Saya yakin jika kamu terus berlatih, kamu akan menjadi penulis yang hebat. Pertama-tama kamu hebat untuk dirimu sendiri, orang lain dan terutama Tuhan sendiri. Semakin kamu menulis dan tulisanmu menginspirasi banyak orang, kamu Memuliakan TuhanMu.

Oleh: Benediktus Jonas  
Mahasiswa Filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, Malang

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,223,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,99,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,41,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,140,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,43,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,238,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,67,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,137,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,54,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,84,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,235,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,115,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,851,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,24,Prosa,1,PSK,1,Puisi,61,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,8,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: PENTINGNYA MENULIS
PENTINGNYA MENULIS
https://4.bp.blogspot.com/-zDXi31PLp7o/Wn7qw6J21DI/AAAAAAAAAm0/k8e6od-u_eoyZ3lik3CvMy8kfYStH2dtACLcBGAs/s320/IMG_0733.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-zDXi31PLp7o/Wn7qw6J21DI/AAAAAAAAAm0/k8e6od-u_eoyZ3lik3CvMy8kfYStH2dtACLcBGAs/s72-c/IMG_0733.JPG
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/pentingnya-menulis.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/pentingnya-menulis.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy