$type=carousel$cols=3

Pentingnya Mendengar Nasihat Orang Tua

Dengan belajar dari orang tua, kita akan mulai mengenal lingkungan “ beradaptasi”. Sehingga kita hidup atas dasar gambaran lingkungan itu ...

Dengan belajar dari orang tua, kita akan mulai mengenal lingkungan “ beradaptasi”. Sehingga kita hidup atas dasar gambaran lingkungan itu (Foto: Dok. Pribadi)
Manusia dapat berbicara, berjalan dan bertindak sebagai manusia. karena ada yang menutun dan memberikan arahan untuk itu. Hal ini terjadi saat manusia itu masih bayi, yang segala rutinitasnya bergantung pada orang lain “orang tua”. Sebagian orang mengatakan: hidup pada masa atau tahap pertumbuhan ini sangat menyenyangkan. Segala sesuatu yang dibutuhkan sudah tersedia. Bahkan kepedulian mereka akan kehidupan kita melampaui kepedulian mereka akan kehidupan mereka sendiri.

Bayi pun dapat mengerti akan obyek disekitarnya. Misalnya ini nasi yang bisa di makan, pakaian untuk menutup tubuh, api yang harus di hindari agar tidak terluka  dan lain sebagainya. Hemat saya, orang tua yang membuat bayi mengenal realitas atau Seiring berjalannya waktu manusia  hidup atas dasar tuntutan orangtua.

Dengan belajar dari orang tua, kita akan mulai mengenal lingkungan “ beradaptasi”. Sehingga kita hidup atas dasar gambaran lingkungan itu. Seperti tindakan dan tutur kata kita. Kemampuan untuk beradaptasi dengan meniru atau mengikuti hal-hal positif dari lingkungan merupakan akibat dari kedisiplinan dan kesetiaan dalam mendengarkan nasihat orang tua. Sebaliknya ketidakmampuan untuk bersikap disiplin dan setia mendengarkan nasihat orang tua akan membawa dampak negatif bagi kita.

Saya berpikir bahwa dampak-dampak positif itu dari sikap mendengarkan adalah pertama, tutur kata yang baik. Individu yang mampu mendengarkan nasihat orangtua dengan baik tutur kata sehari-harinya penuh dengan “kelembutan”. Menghargai orang yang lebih tua darinya dengan bertutur kata sesuai kebiasaan budaya setempat. Singkatnya, dia bertutur kata sesuai dengan tata krama budaya.

Kedua, berperilaku sopan santun. Gerak-gerik dari pribadi ini penuh dengan sopan santun. Misalnya saat berjalan di tengah orang-orang dia selalu mengucapkan kata permisi. Atau dengan bahasa daerah setempat. Dalam hal bertamu dia memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dengan baik. Gaya berpikirnya bukan berarti tidak mengikuti perubahan zaman. Akan tetapi dia mampu mengimbangi, pengaruh zaman dengan lingkungan tempat kebergantungan hidupnya.

Ketiga, kesuksesan. “Kesuksesan” tidak hanya terlihat pada keberhasilan individu dalam prestasi di bidang akademik dan bisnis. Seperti rangking di sekolah, sukses dalam bisnis dan kepandaian yang luar biasa. Karena terkadang orang yang seperti ini bertingkah laku sombong, seolah-olah dunia hanya miliknya dan tidak lagi menghargai orang lain. Kesuksesan yang saya maksud ialah kesuksesan dalam arti bahwa apa yang di capai dalam dunia pendidikan atau dunia usaha, dia mampu mengimbanginya dengan lingkungan sekitar.

Dengan tetap mengikuti tata krama daerah setempat, bertingkah laku sopan santun, saling menghargai dan membagikan apa yang dimilikinya. Juga tidak berambisi untuk menjadi penguasa melebihi orang lain. tidak merusak lingkungan dengan memanfaatkan orang-orang yang tidak berpendidikan. Sehingga tidak heran apabila dalam hidup bermasyarakat ada kaum yang sangat konsisiten merawat lingkungan dan berjiwa sosial. hal ini di pengaruhi oleh faktor didikan dalam keluarganya.

Dampak-dampak negatif tentu berbanding terbalik dengan dampak positif di atas. Ketidak mampuan mendengarkan nasihat orangtua akan membawa individu itu pada hal yang buruk. Pertama, tutur katanya yang kurang sesuai dengan budaya setempat. Dalam bertutur kata dia tidak mengunakan kata-kata yang sopan. Tidak memperhatikan lawan bicara, entah berbicara dengan orang yang usia tua dan yang seumuran dengannya kata-kata tetap sama. Bahkan dalam berbicara dia lebih cendrung kasar dan pemilihan kata-katanya sulit dipahami oleh masyarakat berpendidikan. Karena dia ingin menunjukan kualitasnya, tanpa mempertimbangkan lingkungan.

Kedua, berprilaku buruk. Perilaku orang yang tidak menasihati orang tua terkadang menyimpang dari etika lingkungan sekitar. Menimbulkan terjadinya perilaku seperti mencuri, merampok, korupsi, pemerkosaan, perdagangan manusia dan merusak alam. Yang ada dalam pikiran mereka adalah haus akan segal sesuatu untuk memenuhi hawa napsu pribadi.

Dari hal-hal ini saya dapat mengatakan bahwa pentingnya mendengar nasihat orang tua. Meskipun orang tua kita tidak berpendidikan, kita mesti mendengarkan nasihat mereka. Kita harus kembali bertindak seperti “bayi”, yang mendengarkan nasihat dari orang tua. Karena merekalah yang terlahir duluan daripada kita, yang menurut saya lebih memahami realitas. Yang dapat kita lakukan adalah menyeleksi mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan profesi kita. Berhentilah beranggapan bahwa orangtua itu premitiew dan tidak mengerti realitas zaman sekarang.

Dari perilaku kita yang positif dengan mengikuti nasihat orang tua kita akan menjadi pribadi yang di cintai, dirindukan oleh banyak orang bahkan akan dipercayai untuk menjadi pemimpin. Sebaliknya perilaku yang buruk karena mengabaikan nasihat orangtua kita akan dikucilkan masyarakat, menjadi pribadi yang tidak di percayai dan seringkali dibenci oleh orang lain.

Saya menawarkan solusi agar kita memiliki kemauaan untuk mendengarkan nasihat orangtua.  berpikir positif terhadap orangtua.  Berpikir bahwa apa yagn mereka katakan berguna bagi kehidupan kita, demi kebaikan dan masa depan kita. Tidak mungkin orangtua menginginkan yang terburuk untuk kehidupan kita.  Dengan menyingkirkan prasangka-prasangka buruk terhadap orangtua. Dengan mengamati orang tua sebagai obyek yang baik, kita dapat mendengarkan mereka dengan baik. Karena apabila kita memandang orangtua dengan memandang sisi negatif mereka, kita tidak akan mampu mendengarkan mereka.

Dengan demikian, orang tua merupakan guru yang baik demi masa depan kita. Yang tidak kita biayai seperti guru-guru lain. mereka mengajar kita secar “gratis”. Untuk itu kita harus manfaatka itu secara baik. Saya yakin dan percaya bahwa  kemampuan kita untuk mendengarkan akan membawa kita pada kesuksesan hidup.

Dari rumah mampu mendengarkan, kemana pun dan dengan siapa pun selanjutnya kita hidup kita pasti mampu juga mendengarkan. Inilah kunci menjadi pribadi yang berkualitas. Karena pendidikan dan kekayaan tidak menjadi tolok ukur kebahagiaan.

Walaupun kita kita berpendidikan tinggi dan memilki harta berlimpah apabila tidak di senangi oleh orang lain sama saja kita tidak hidup dalam realitas.  Karena kita manusia terlahir sebagai makhluk sosial.

Oleh: Konstantinus Sirilus Jehuma Duhar
Mahasiswa Fakultas Filsafat dan Teologi Widay Sasana Malang

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,223,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,99,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,41,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,140,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,43,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,238,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,67,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,137,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,54,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,84,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,235,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,115,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,851,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,24,Prosa,1,PSK,1,Puisi,61,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,8,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Pentingnya Mendengar Nasihat Orang Tua
Pentingnya Mendengar Nasihat Orang Tua
https://2.bp.blogspot.com/-HdoGEfvnppQ/WoWx1WYxu_I/AAAAAAAAApk/Zp59cILfsuMW0TT_gRxLDKHOlqolV71iQCLcBGAs/s320/Carli%2BDuhar%2Bmarjinnews.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-HdoGEfvnppQ/WoWx1WYxu_I/AAAAAAAAApk/Zp59cILfsuMW0TT_gRxLDKHOlqolV71iQCLcBGAs/s72-c/Carli%2BDuhar%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/pentingnya-mendengar-nasihat-orang-tua.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/pentingnya-mendengar-nasihat-orang-tua.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy