Nahkodai PMKRI Malang, Koniaty: Siap Kawal Pancasila dan NKRI
Cari Berita

Nahkodai PMKRI Malang, Koniaty: Siap Kawal Pancasila dan NKRI

18 February 2018

Nia, demikian Ia akrab disapa, bertekad membawa PMKRI Cabang Malang ke arah gerak perjuangan yang lebih progresif sembari tetap membangun komunikasi dengan lembaga-lembaga terkait. (Foto: TH)
Malang, Marjinnews.com - Rosalia Koniaty Bayo resmi menjadi Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Malang periode 2018-2019 dalam sidang paripurna Rapat Umum Anggota Cabang Malang (17/02).

Nia, demikian Ia akrab disapa, bertekad membawa PMKRI Cabang Malang ke arah gerak perjuangan yang lebih progresif sembari tetap membangun komunikasi dengan lembaga-lembaga terkait.

Selain itu Ia juga menghendaki agar sistem kaderisasi yang menghasilkan kader-kader calon pemimpin masa depan bangsa menjadi prioritas sesuai dengan visi dan misi perhimpunan.

“Harapan saya untuk PMKRI Cabang Malang adalah lebih maju ke arah gerak yang progresif yang berangkat dari sistem pengkaderan yang matang sehingga menghasilkan kader-kader yang militan sesuai dengan semangat dan cita-cita perhimpunan”, demikian perempuan kelahiran 10 September lulusan Akademi Kebidanan Wira Husada Nusantara Malang itu.

Ia juga mengharapkan agar PMKRI Cabang Malang di bawah kepemimpinannya mampu melakukan komunikasi yang intens dengan pihak Hierarki Gereja Katolik dan juga lembaga pemerintahan dalam mendukung kinerjanya untuk berjuang mewujudkan keadilan dan kemanusiaan.

“Kami akan terus membangun komunikasi dengan menjalin hubungan yang masif dan intens dengan pihak Hierarki Gereja dan pemerintah untuk kerjasama-kerjasama strategis ke depannya”, tutur mantan Biro Pemberdayaan Perempuan  periode 2017-2018.

Dia berkomitmen untuk membawa PMKRI Cabang Malang menjadi organisasi ektra universiter yang peka, peduli, dan memiliki rasa empati yang tinggi atas persoalan kemasyarakatan.

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, Koniaty berupaya dengan membangun sinergi di antara Kelompok Cipayung untuk mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila dari ancaman kelompok-kelompok fundamentalis dan intoleran yang ingin mengubah dasar negara dan mengganggu kerukunan di antara sesama warga bangsa.

“NKRI adalah bentuk negara yang mengakomodir semua elemen bangsa dan Pancasila sebagai dasar negara itu final sehingga harus kita jaga dan kawal dari ancaman kelompok-kelompok intoleran yang ingin menggantinya”, kata dia tegas. (TH/MN)