$type=carousel$cols=3

Milea Sang Penawar Rindu

Milea, aku teringat akan sebuah kenangan. Kata-kata yang pernah kau ucapkan untuk sebuah janji akan cinta (Foto: Dok. Pribadi) ​Masih be...

Milea, aku teringat akan sebuah kenangan. Kata-kata yang pernah kau ucapkan untuk sebuah janji akan cinta (Foto: Dok. Pribadi)
​Masih berkutat pada kisah lama yang tak kunjung bersemi dalam jiwa. Yang kadang sudah menjadi harapan basi dan kian terus terkenang. Impian ku untuk menjumpaimu sangatlah menjadi suatu yang tidak masuk akal untuk diharapkan lagi. Impian ku untuk menjadikan ini sebagai sebuah story dalam sebuah puncak percintaan sudah pergi dan berlalu dalam sebuah keputusan.

​Puncak percintaan yang kuharapkan dalam sebuah relasi bukanlah sebuah keputusan untuk memutuskan segera mengakhiri suatu hubungan. Tapi bagaimana pernikahan dan perkawinan yang sudah menjadi tindak lanjut dari sebuah cinta yang telah lama terjalin.

​Aku serius Milea. Dan itu adalah harapan awal ketika bagaimana saya harus memulai  sebuah kisah  bersamamu. Kata cinta yang pernah kulantunkan di kala itu adalah sebuah representatif dari sebuah dan bagaimana jiwa ini ingin bersatu padu di dalam jiwamu.

Hingga pada sebuah usia dimana kita akan sama-sama beranjak menuju usia senja dan kita akan tetap kokoh membangkitkan semangat untuk menjalani sebuah cinta. Sampai bagaimana mata tak lagi mampu dan tak mengijinkan kita untuk saling memandang lagi. Ini akhir dari sebuah perpisahan yang sebenarnya Milea.

​Bukan memutuskan untuk pergi dari hati ke hati, dengan pergi tanpa pamit dengan sebuah alasan yang tak tahu jelas yang tak pernah lagi kembali. Mungkinkah yang terjadi demikian pada mu?. Ah, aku bingung untuk memutuskan, sampai engkau kembali menampakan kabar tentang dimanakah eksistensimu sekarang.

​Milea, aku teringat akan sebuah kenangan. Kata-kata yang pernah kau ucapkan untuk sebuah janji akan cinta. Namun ketika saat itu, aku ragu, yang kemudian menghadirkan rasa ketakutan bagi saya sebagai pendengar, sekaligus objek dari janji itu Milea.

Entah bagaimana itu Milea. Bukan aku tak ingin mematuhi untuk sebuah janji. Namun aku kwatir akan aku yang cenderung bersalah tingkah, juga pada pengalaman cinta ku yang awalnya persis seperti ini.

Janji yang telah mengakar kuat dalam sebuah cinta ternyata dibutakan oleh sebuah rasa yang tak mampu memaafkan sebuah kesalahan kecil . Aku takut Nilea. Jika kisah cinta kita sebaliknya pun akan berakhir seperti itu.

​Milea. Pada senja yang indah ini yang sebentar lagi akan pamit menuju malam. Sebenarnya aku ingin menyampaikan sepatah kata rindu tentang sebuah impian terdalamku untuk menjumpaimu.

“Sebelumnya semoga engkau baik-baik saja”. Dalam tinta yang berwarnakan hitam pekat ini. aku ingin melukiskan kembali akan sebuah kenangan yang pernah kita taburi di saat engkau masih bergandengan disampingku.

Janji pada pertemuan awal untuk hidup  setia di dalam dua insan, yang seakan menjadi  seutas sebagai pengikat akan cinta. Kertas putih yang bertuliskan dengan tinta hitam itu, sudah menjadi bukti sah bahwa cinta ini memang sudah layak untuk di mulai.

Ditambah dengan bubuhan tanda tangan dari sepasang insan dan sepertinya menyarankan aku untuk bersiap menjalankan visi cinta yang di impikan.

​Pada sayap kertas putih itu, kau pernah tuangkan sepasang kalimat yang sepertinya engkau sedang menawarkanku untuk mampu berlaku setia sepanjang masa sampai dunia pun mengakhiri kisah cinta ini. Engkau berkata bahwa, “jika ini memang benar cinta entah kapan pun pertemuan itu pasti selalu ada, tanpa ada waktu yang tersendat yang menghalangi kita”.

Dan aku pun selalu berusaha untuk pahami itu Milea. Ketika cinta ku itu tertambat mati untukmu. namun Milea. Kau seakan amnesia akan janji. Mungkin saja engkau terlalu sering berkata janji hingga kadang engkau lupa intinya dari janji yang adalah berbuat. Janji yang sering kau ucapkan untuk sebuah kesetiaan sudah tak lagi berada pada alur janji.

​Kini manisnya janji hanyalah menjadi kenangan di dalam ingatan. Mata serasa su sond bisa lihat apa-apa lai, Milea. Kau buat aku untuk buta pada segala rasa. Janji tinggal janji yang kini sisa kenangan semata dalam hayalan.

Aku rindu milea dan itu sangat berat untuk terus ku junjung dalam hayalan ku yang kian terus liar. Dan aku mengharaapkan engkau kembali milea. Aku ingin mendengarkan kisah mu tentang alasan kepergian di kala itu.

​Untuk itulah aku datang Milea. Semoga engkau membaca dan mendengarkan harapan ini. Agar kelak kita harus kembali jika hati mengijinkan kita untuk kembali bersua. Agar tak rasa rindu yang membuat kita semakin menjauh melayang dalam khayalan. Kembalilah Milea, sayangku.

Oleh: Gordi Jenaru
Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP UNDANA, Kupang

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,2,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,227,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,42,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,141,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,44,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,241,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,139,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,55,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,238,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,116,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,859,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,25,Prosa,1,PSK,1,Puisi,63,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,9,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Milea Sang Penawar Rindu
Milea Sang Penawar Rindu
https://4.bp.blogspot.com/-8KC8Yc1Wbew/WpEqIHg6bYI/AAAAAAAADCY/XcLgIfSqaHQ5khDK63A0DwLurBih8fAKwCLcBGAs/s320/Gordi%2BJenaru.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-8KC8Yc1Wbew/WpEqIHg6bYI/AAAAAAAADCY/XcLgIfSqaHQ5khDK63A0DwLurBih8fAKwCLcBGAs/s72-c/Gordi%2BJenaru.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/milea-sang-penawar-rindu.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/milea-sang-penawar-rindu.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy