KPPU Dorong Pemerintah Bangun Pasar Induk Beras di Daerah

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

KPPU Dorong Pemerintah Bangun Pasar Induk Beras di Daerah

25 February 2018

Menurut Ketua KPPU RI Muhammad Syarkawi, tindakan dengan melakukan perjanjian eksklusif seperti itu akan mengakibatkan banyak bengkel-bengkel mobil yang lainnya tidak mendapat jatah. Sehingga secara otomatis, pendapatan mereka akan menurun dan bisa mengalami kebangkrutan. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com – Komosi Pengasan Persaiangan Usaha (KPPU) akan menindak tegas pada asuransi yang melakukan perjanjian dengan bengkel- bengkel tertentu secara eksklusif.

Hal itu di sampaikan oleh Ketua KPPU RI Muhammad Syarkawi pada jumpa pers dengan awak media di Denpasar Sabtu, (24/2) kemarin.

Menurut Ketua KPPU RI Muhammad Syarkawi, tindakan dengan melakukan perjanjian eksklusif seperti itu akan mengakibatkan banyak bengkel-bengkel mobil yang lainnya tidak mendapat jatah. Sehingga secara otomatis, pendapatan mereka akan menurun dan bisa mengalami kebangkrutan.

Sementara itu dalam menyambut Pilkada serentak 2018 yang sebentar lagi dilaksanakan, KPPU meminta komitmen/ketegasan sikap Kepala Daerah terpilih, harus menghindari praktek persekongkolan berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
Praktek persekongkolan ini mengakibatkan sektor lainnya tidak berjalan normatif.

Terkait dengan pendistribusian beras yang mengalami kepincangan di masing-masing daerah dikatakannya,
“rencananya, KPPU akan membuka gudang beras di Surabaya dan di beberapa daerah lainnya di Indonesia.

Tujuannya untuk mempermudah pendistribusian beras ke setiap daerah di Indonesia.

Sebab, menurut Muhammad Syarkawi  agar jangan ada lagi ketergantungan hanya kepada gudang induk beras Cipinang Jakarta.

Muhammad Syarkawi kemudian meminta kepada BPS, untuk bisa mempublikasi data-data resmi pasokan beras secara nasional.

"Dengan data BPS itu, bisa menjadi patokan untuk semua lembaga yang ada kaitannya dengan urusan beras", tutup Ketua KPPU RI Muhamad Syarkawi. (RN/MN/BFT)