Mengaku Bersalah Menempeleng Murid, Guru ARM: Mereka Anak-anak Saya
Cari Berita

Mengaku Bersalah Menempeleng Murid, Guru ARM: Mereka Anak-anak Saya

16 February 2018

ARM, guru yang mengaku bersalah menempeleng murid di Kota Kupang (Foto: Istimewa)
Kupang, marjinnews.com - Guru ARM mengaku bersalah atas tindakan menempeleng muridnya, CY hingga telinga CYL berdarah dan bernanah.  ARM berharap CY dan keluarga tidak memproses hukum kasus ini.

Namun, karena proses damai yang dilakukan Kamis (15/2/2018) malam di LBH APIK NTT itu tidak berhasil, maka dia pasrah dan siap menerima konsekuensi hukum yang sedang diproses CY.

“Saya pribadi, saya pasrah kalau memang diproses hukum. Saya sudah membuat kesalahan yang fatal. Ini jadi pelajaran untuk saya bahwa proses mendidik tidak boleh seperti itu. Saya merasa bersalah,” kata ARM, guru honor BK dan guru Pramuka pada salah satu SMA di Kupang ini.

Berkali-kali ARM memastikan bahwa apa yang dilakukannya itu tidak sengaja dan tidak ada masalah apa-apa dengan CY.

“Saya betul-betul mungkin tidak terkontrol saat itu. Ketika saya tempeleng, saya rangkul dia, saya menangis dan meneteskan air mata,” kata ARM.

ARM juga memastikan dia tidak ernah mengucilkan CY setelah kejadian itu. “Saya anggap semua murid adalah anak saya. Setiap kali dia liat saya, dia menghindar,” kata ARM yang saat itu didampingi wakasek dan seorang guru lainnya seperti dilansir kupang.tribunnews.com.

Pengacara ARM dari LBH PGRI, Simson Lasi mengatakan, perdamaian diharapkan bisa menjaga hubungan kekeluargaan antara pelaku dan korban.  Dan ketika korban dan keluarga memutuskan untuk tetap melanjutkan ke proses hukum, maka pihaknya menghargai hal itu. (AA/MN)