Menelisik dan Mengurai Angka Kematian Ibu dan Bayi di NTT

Fatalnya, kematian Paulina dan bayinya diduga akibat keterlambatan penanganan medis. Paulina sempat ditolak pihak RSUD TTS karena tidak me...

Fatalnya, kematian Paulina dan bayinya diduga akibat keterlambatan penanganan medis. Paulina sempat ditolak pihak RSUD TTS karena tidak membawa surat rujukan dari Puskesmas Binaus (Foto: Istimewa)
Seorang pria bersimpuh lemas di sisi jenazah seorang wanita. Air matanya terurai menahan kepedihan yang sangat dalam. Betapa tidak dalam hitungan jam ia kehilangan dua orang tersayang sekaligus.
Anak dan istrinya yang tercinta.

Ia adalah seorang Jemsius Taneo, yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Binaus Timor Tengah Selatan (TTS). Istrinya Paulina Herlince Takaeb (25) beserta bayinya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Timor Tengah Selatan, Jumat (26/1/2018).

Fatalnya, kematian Paulina dan bayinya diduga akibat keterlambatan penanganan medis. Paulina sempat ditolak pihak RSUD TTS karena tidak membawa surat rujukan dari Puskesmas Binaus.

Setelah ditelusuri ternyata ini bukan kasus yang pertama terjadi di RSUD tersebut, sebelumnya terjadi juga kasus serupa yaitu kematian ibu dan bayi.

Korbannya dirujuk dari Puskesmas Nikiniki. Pertanyaannya, sejauhmana peran tenaga kesehatan dan semua pihak yang terlibat dalam mencegah tragedi ini? Apa kabar program akbar Revolusi KIA di NTT?

Data Kematian Ibu
Masih tingginya angka kematian Ibu di Provinsi NTT 215/100.000 KH (Dinkes Provinsi NTT, 2012) dan Kematian Ibu di TTS 327/100.000 KH di Tahun 2015 (Profil Dinas Kesehatan TTS 2015), target nasional 102/100.000 KH (BPS, 2012) merupakan persoalan penting yang harus diatasi.

Penyebab langsung kematian ibu terjadi pada umumnya sekitar persalinan dan 90% oleh karena komplikasi. Penyebab langsung kematian ibu menurut SKRT 2001 adalah: perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%), komplikasi puerperium (11%), abortus (5%), trauma obstetric (5%), emboli obstetric (5%), partus lama/macet (5%) serta lainnya (11%).

Penyebab langsung tersebut diperburuk oleh status kesehatan dan gizi ibu yang kurang baik, dan adanya faktor resiko kehamilan pada ibu. Persoalan di atas dapat diminimalisir apabila ANC terpadu dilakukan dengan kolaborasi yang baik antar profesi di Puskesmas.

Hal ini berbanding lurus dengan tenaga penolong persalinan. Persalinan dengan kualifikasi tertinggi di Nusa Tenggara Timur mayoritas (58,2 %) ditolong oleh bidan, lalu urutan berikutnya adalah oleh dukun (27 %), dokter kebidanan dan kandungan (6,5 %) dan yang lainnya dengan persentase yang lebih kecil.

Karena beragamnya penolong persalinan tersebut dimana sebagian bukan tenaga kesehatan, maka persentase persalinan seluruhnya yang ditolong oleh tenaga kesehatan hanya 66 persen saja (RISKESDAS 2013).

Hal ini juga masih terkait dengan upaya pencarian pelayanan kesehatan yang juga berhubungan erat dengan keberdaan fasilitas kesehatan di daerah perkotaan dan pedesaan.

Tempat bersalin di Nusa Tenggara Timur sebagian besar (42,1 %) adalah rumah/lainnya dan selanjutnya urutannya adalah Puskesmas/Pustu (29,4 %), Rumah Sakit (19,3 %), Polindes/Poskesdes (6,4 %) dan paling jarang di RB/klinik/praktek nakes (2,7 %) (RISKESDAS 2013)

Kolaborasi Lintas Sektor
Pola ANC di Kabupaten TTS sendiri masih mengandalkan profesi tertentu yaitu bidan. Hasilnya cakupan ANC K1 di bawah rata-rata provinsi yaitu 82,4%. Persentase kunjungan ibu hamil K-4 mulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, trendnya cenderung menurun 3 tahun terakhir yaitu; 2013 (76%), 2014 (68%) dan 2015 (67%).

Apabila dibandingkan dengan target SPM 2015 ( 95%) maka terdapat kesenjangan sebesar 28 %. Hal ini menunjukkan bahwa proses penanganan ibu hamil di daerah ini belum maksimal. Penanganan ibu hamil (ANC) terpadu selama ini menjadi tanggungjawab bidan semata, mereka menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan (Endang Sulistyawati, at al 2009).

Sementara kompleksitas persoalan dan penatalaksanaan program ANC terpadu dipandang cukup kompleks dan membutuhkan peran serta profesi kesehatan lainnya secara efektif dalam sebuah tatanan praktik kolaboratif antar profesi (interprofesional collaboratif) di antara berbagai profesi kesehatan yang seharusnya terlibat diantaranya adalah : dokter, (umum dan spesialis), dokter gigi, bidan, perawat, ahli gizi, laborant, psikolog, sanitarian, kesehatan masyarakat dan tidak menututup kemungkinan profesi lainya dalam lingkup kesehatan maupun non kesehatan.

Selain itu dukungan organisasi juga berkontribusi kepada evektifitas kolaborasi antara lain; Sumber Daya Manusia (SDM), Fasilitas, Sumber Dana, Kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SPO).
Apabila petugas kesehatan di Puskesmas pada kasus diatas menjalankan prosedur SOP maka seharusnya sudah diberikan rujukan sehingga tidak terjadi penolkan pasien di level Rumah Sakit.

Sebaliknya aspek kemnusiaan harus diterapkan di Rumah Sakit dengan melakukan penanganan terlebih dahulu dengan catatan berkas administrasi dilengkapi di kemudian hari.

Kunci sebenarnya ada pada pelayanan ANC di Puskesmas. Para ibu dengan risiko tinggi harusnya mendapat penanganan khusus dan segera mungkin dirujuk.

Menurut Hoang et al, 2012 Faktor lain yang juga berpengaruh pada kondisi kesehatan Ibu adalah tingkat sosial ekonomi masyarakat yang rendah, pendidikan yang kurang dan penyediaan lapangan pekerjaan yang tidak memadai.

Hal ini merupakan tugas tenaga kesehatan masyarakat bagaimana memberdayakan keluarga ini agar mereka sanggup hidup dengan derajat kesehatan yang lebih baik (Secara community).

Dalam menurunkan Angka Kematian Ibu diperlukan strategi yang efektif yaitu meningkatkan upaya kesehatan. Upaya kesehatan yang dapat diberikan adalah dengan kolaborasi interprofesinal dalam ANC terpadu.

Pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh satu jenis tenaga kesehatan saja, melainkan harus dilakukan oleh semua jenis tenaga kesehatan yang ada di sektor pelayanan kesehatan (Berkman, at al. 2013). Kolaborasi yang baik antara dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan masyarakat serta tenaga kesehatan lainnya akan memberikan kontribusi yang lebih baik.

Berdasarkan kajian ini, Tenaga Kesehatan dengan berbagai latar belakang profesi memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama lewat kolaborasi antar profesi dalam meningkatkan kualitas pelayanan ANC terpadu.

Pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative menjadi strategi hulu hilir yang perlu mendapatkan perhatian secara komprehensif, oleh para tenaga kesehatan dalam suatu kolaborasi yang baik, bagi penciptaan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Persoalan ini perlu diatasi untuk menciptakan tatanan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas salah satu alternative pemecahannya dengan kolaborasi kompetensi antar profesi guna meningkatkan kualitas pelayanan ANC terpadu.

Dengan meningkatnya kualitas layanan ANC terpadu maka diharapkan lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan bermutu yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan Ibu hamil.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Herman, dan Mubasysyir Hasanbasri (2008), memberikan gambaran bahwa pemerataan tenaga kesehatan itu sangat penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Olivia Bayley et.al (2015) memberikan gambaran yang jelas bahwa pencegahan kematian Ibu lebih banyak terjadi pada aksi sinergis masyarakat (82%), baru berikutnya pada rumah rumah sakit (67%) dan pusat kesehatan (65%). Artinya peran jejaring dalam komunitas sangat diperlukan dalam menyelamatkan ibu dan bayi dari kematian.

Kejadian barusan yang menimpa keluarga Jemsius Taneo, hendaknya menjadi pelajaran yang berharga bagi kita sekalian baik tenaga kesehatan, pemerintah maupun masyarakat.

Kolaborasi ini sangat diperlukan dalam upaya mencegah terjadinya kematian ibu dan anak. Perlu kita sadari ada begitu banyak faktor pemicu yang menyebabkan kejadian fatal ini, oleh sebab itu sekali lagi mari kita lakukan peran kita masing-masing dengan lebih bertanggungjawab. Salam Sehat!

Oleh: Vinsen Belawa Making SKM, M.Kes
Wakil Ketua Stikes CHMK, Sekretaris Umum IAKMI Provinsi NTT

Catatan: Tulisan ini sudah ditayangkan di kupang.tribunnews.com dengan judul "Mengurai Kematian Ibu dan Anak di NTT" pada kolom Editorial pada Selasa, 13 Februari 2018

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,352,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Menelisik dan Mengurai Angka Kematian Ibu dan Bayi di NTT
Menelisik dan Mengurai Angka Kematian Ibu dan Bayi di NTT
https://1.bp.blogspot.com/-4HMmrYVFO5E/WoMe7L1G_CI/AAAAAAAAC3c/qs8s6fMe3UsJKqymJxNIWrXd5hZ4tenVACLcBGAs/s320/kemtian%2Bibu%2Bdan%2Bbayi%2Bmarjinnews.png
https://1.bp.blogspot.com/-4HMmrYVFO5E/WoMe7L1G_CI/AAAAAAAAC3c/qs8s6fMe3UsJKqymJxNIWrXd5hZ4tenVACLcBGAs/s72-c/kemtian%2Bibu%2Bdan%2Bbayi%2Bmarjinnews.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/menelisik-dan-mengurai-angka-kematian.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/menelisik-dan-mengurai-angka-kematian.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close