Memilih yang Sadar dan Logis
Cari Berita

Memilih yang Sadar dan Logis

MARJIN NEWS
23 February 2018

Ketika melihat beberapa persoalan-persolan politik secara nasional, sejauh ini kita belum menemukan sistem politik yang benar-benar siap dan matang (Foto:Dok. Pribadi). 
Kini sudah memasuki tahun penuh dengan wajah-wajah baru dalam konteks perpolitikan. Ada beberapa yang menjadi point bagi saya untuk dibagikan bagi khalayak pembaca sekalian. Selain menambah nuansa perpolitikan dan mengajak para pemilih menjadikan tahun politik suatu ajang demokrasi yang wajar dan sehat.

Ketika melihat beberapa persoalan-persolan politik secara nasional, sejauh ini kita belum menemukan sistem politik yang benar-benar siap dan matang.

Sejak eksistensi kemerdekaan bangsa ini, kita sering mengulang hal yang sama bahkan ada kelompok/oknum-oknum yang cenderung menghancurkannya menjadi kepingan-kepingan kepentingan.

Ketika kehancuran itu telah  datang menyeret kita ke ujung jurang, maka ada dua hal yang bisa dilakukan: Satu mengambil bagian dan kedua adalah kaget.

Golongan pertama itu sudah tahu tapi tidak sadar, golongon lainnya mengambil momen berfoto ria di ujung jurang itu untuk mempertegas eksistensi zaman milenial.

Momen Pemilihan Umum (Pemilu) adalah momen berdemokrasi. Momen menggunakan hak suara untuk memilih pemimpin  dengan SADAR dan LOGIS.

Mengapa harus sadar dan logis berdemokrasi? Jawabannya adalah agar tidak dibohongi oleh janji-janji/modus (modal dusta) si calon pemimpin.

Kita bisa amati masing-masing calon mulai memainkan perannya dan berusaha untuk mengambil hati rakyat dengan jualan politiknya.

Disinilah letaknya peran pemilih untuk mengukur 'jualan politiknya' atau program-program 5 (lima) tahun kedepannya. Apakah para kandidat calon bersungguh-sungguh mewakili dan berpihak kepada rakyat tertindas, kaum termarginalkan,buruh, tani, kaum miskin kota dan rakyat tertindas lainnya atau mewakili kepentingan lain.

Kita mesti jeli dan sudah harus mempertimbangkan dengan matang soal siapa yang bisa mengakomodir semua kebutuhan masyarakat itu. Soal siapa memilih siapa, itu urusan masing-orang yang tentunya berlandaskan akan sesuatu yang sadar dan logis.

Oleh: Okto Nahak Tetik
Ketua Presidium PMKRI Cabang Bogor