Lapak Pustaka Bali Adakan Kegiatan Baca Buku Gratis di Lapangan Puputan Denpasar
Cari Berita

Lapak Pustaka Bali Adakan Kegiatan Baca Buku Gratis di Lapangan Puputan Denpasar

12 February 2018

Untuk diketahui, disamping untuk menyajikan kegiatan baca buku gratis, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggalangkan dana demi membantu salah satu pasien balita asal Manggarai Timur yang menderita sakit bocor jantung dan operasi pembuatan lubang anus yang saat ini mengalami kekurangan dana di RSUP Sanglah Denpasar. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com - Komunitas Lapak Pusata (LAPUK) Bali menyelanggarakan kegiatan Baca Buku gratis. Bertempat di lapangan Puputan Denpasar Bali Senin sore (12/2).

Tujuan dari kegiatan tersebut menurut salah satu anggota dari Komunitas Lapak Pusatka Bali, Frasnsiskus Juni Nuba mengatakan "kegiatan ini merupakan Salah satu program kerja rutin dari Lapuk Bali untuk kepedulian terhadap kegiatan literasi, lebih khusus daerah Denpasar".

Mahasiswa Fakultas Fisipol Universitas Warmadewa Denpasar ini menambahkan, buku-buku yang disediakan dalam kegiatan baca buku gratis ini adalah buku-buku yang berasal dari sumbangan dari berbagai pihak yang peduli terhadap literasi. Tutupnya.

Untuk diketahui, disamping untuk menyajikan kegiatan baca buku gratis, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggalangkan dana demi membantu salah satu pasien balita asal Manggarai Timur, Flores NTT yang menderita sakit bocor jantung dan operasi pembuatan lubang anus dan saat ini tengah mengalami kekurangan dana di RSUP Sanglah Denpasar.

Seperti diberitakan sebelumya, Bayi Aquiono yang berumur satu tahun asal Manggarai Timur Flores NTT, mengalami penderitaan bocor jantung dan terlahir tanpa lubang anus.

Saat ini bersama kedua orang tuanya Gregorius Goang dan Yulina, tengah menunggu proses operasi, yang menurut keterangan dokter di RSUP Sanglah, harus menunggu kesetabilan kondisi dari Aquiono yang saat ini sedang mengalami berbagai jenis sakit diantaranya flu dan panas dalam.

Saat ini Gregorius bersama istrinya Yuliana sudah empat bulan di Bali. Dan mengalami kekurangan dana untuk biaya kehidupan mereka.

Tutur Geregorius ketika di temui di ruang perawatan anaknya itu kepada kami beberapa waktu lalu mengatakan, dirinya saat ini tidak punya uang untuk bayar penginapan serta untuk beli makan bersama sang istri. (RN/MN)