Labuan Bajo dalam Sejenak Langkah

Situasi ini menjadi persoalan sosial yang membawa dampak yang kurang baik dalam jangka panjang bagi para penduduk kota (Gambar: Ilustrasi)...

Situasi ini menjadi persoalan sosial yang membawa dampak yang kurang baik dalam jangka panjang bagi para penduduk kota (Gambar: Ilustrasi). 
Sekali lagi aku menginjak kota ini. Tanggal 22 Desember 2017 dengan pesawat Lion Air yang melayani penerbangan komersil antar kota. Perjalanan menempuh waktu 90 menit dari bandara Ngurah Rai, Bali. Pesawat mendarat pkl 15.40 Waktu Indonesia Tengah bandara Komodo Labuan Bajo.

Dalam pesawat aku duduk bersebelahan dengan seorang turis perempuan berkulit hitam asal Amerika dan seorang lagi lelaki muda asal Padang, seorang sarjana muda sastra inggris yang datang  mengadu nasib  bekerja di kapal pesiar yang dinakhodai pamannya.

Cuaca yang tak berhujan menambah cerahnya langit di yang membentang di atas lautan Bajo dengan hiasan pulau-pulau kecilnya yang indah. Bukit-bukit berumput berlekuk-lekuk membentengi separuh kota kecil ini tampak hijau dan menyegarkan pandangan mata.

Pendaratan berjalan mulus, sebuah bandara berstandar internasional menjadi pintu masuk pertama setelah semua penumpang turun dari pesawat.  Aku dijemput adik dan ayahku. Seorang anak remaja berusia 15 tahun, menyambutku dengan canggung. Aku memeluk ayahku, sebagaimana biasanya dengan rasa sayang yang mendalam.

Meninggalkan bandara menuju rumah, aku memboncengi  adikku dengan sebuah skuter. Sepanjang perjalanan, bekas-bekas pembangunan jalan maupun selokan di luar bandara menjadi gambaran bahwa kota ini memang sedang tersentuh sebuah pembangunan yang modern.

Lampu-lampu jalan menyinari jalan utama di depan bandara  dikala malam namun hanya sepanjang 500 meter terang lampu-lampu tersebut menemani pengendara yang keluar menuju bandara. Jalan-jalannya sempit dan berdebu, di beberapa bagian lumpur berserakan dimana-mana karena hujan dan kondisi tanah yang tandus.

Jika musim kemarau lumpur-lumpur ini akan berubah menjadi butiran-butiran debu yang kering dan mudah di bawa angin sehingga bisa menyebabkan polusi.

Tidak ada perubahan yang begitu berarti semenjak kedatanganku tiga tahun yang lalu. Meskipun sudah masuk musim penghujan kota ini masih mengalami masalah yang sama, yakni kekurangan untuk mengakses air bersih. Terkadang harus menyibukkan diri untuk mengisi bak-bak air  dengan mengharapkan air dari langit.

Air PAM datang satu kali seminggu, itu pun tidak cukup untuk keperluan air sebuah keluarga yang terdiri dari 6 anggota keluarga. Belum lagi ditambah keperluan untuk menyambut keluarga besar yang sewaktu-waktu datang bertandang dan harus menginap sebagaimana lazimnya dalam budaya Manggarai.

Untuk mencukupi kebutuhan air, kami harus membeli dari para penjual air yang menyediakan air dalam mobil-mobil tanker dengan harga yang juga lumayan menguras dompet. Tetapi sepertinya penduduk di kota pusat administrasi sekaligus kota wisata ini terlihat nyaman dengan situasi kekurangan air.

Kota ini sebenarnya dikelilingi oleh hutan, dan di beberapa wilayah di luar kota sebuah sungai besar mengalir sepanjang musim, dalam kota sendiri pun sebenarnya pada beberapa bagian sudah terdapat sumber-sumber Air, namun entah kenapa kota ini belum terbebas dari masalah kekurangan air.

UUD pasal 33 Ayat 1 sebagai dasar konstitusi menyerahkan kedaulatan penuh kepada negara melalui pemerintah daerah untuk mengelola sumber-sumber penghidupan yang berpengaruh bagi hajat hidup orang banyak, namun entah kenapa sejak berdirinya kota kabupaten ini sudah belasan tahun air justru dimonopoli oleh para pengusaha kaya, dan hotel-hotel berbintang. Ini sudah menjadi rahasia umum di antara penduduk kota.

Ketika malam tiba, separuh kota ini hanya diterangi lampu-lampu rumah yang sayu. Berkendara di malam hari tanpa menggunakan lampu kendaraan berarti menempuh cara yang berbahaya. Jalan menuju pelabuhan dari wilayah perkantoran yang letaknya didataran tinggi penuh dengan tikungan tajam dan bahkan beberapa bagian sangat curam.

Begitupun dengan jalan -jalan menuju tempat -tempat wisata strategis dalam kota. Pemandangan indah mungkin  bisa disaksikan dari sedikit tempat untuk malam hari.

Kampung ujung menjadi tujuan wisata kuliner pada malam hari. Sebuah wilayah yang letaknya dekat dengan pelabuhan kapal menjual berbagai makanan dan juga minuman. Mulai dari ikan bakar, bakso, pangsit, gorengan, jus kelapa muda, jus alpukat, dan es teler.

Di sisi kanan jalan beberapa supermarket kecil menjual minuman-minuman ringan dan barang-barang kebutuhan masyarakat. Meski letak pusat kuliner kota ini di bibir laut, tidak banyak pemandangan indah yang bisa disaksikan pada malam hari, selain kilatan-kilatan kecil dari sampan-sampan para nelayan dan kapal-kapan pesiar yang sedang berlabuh di tengah laut.

Motor-motor laut mengeluarkan suara yang khas, sentuhan baling-baling kapal dengan permukaan laut menghasilkan bunyi yang sayu diredam ombak dalam kegelapan malam.

Siang hari kota ini benar-benar indah untuk dinikmati. Ketika cuaca cerah, langit di atas kota akan terlihat bersih memberikan sentuhan estetis pada permukaan laut yang mengharu biru dihiasi pulau-pulau kecil yang langsung berhadapan dengan kota.

Dari ketinggian hamparan laut nan luas dan bersih memanjakan setiap mata yang memandang mendatangkan decak kagum yang cukup mendalam akan indahnya kota kecil ini di siang hari.

Di sekitar pelabuhan kapal pesiar dan perahu para nelayan yang di cat dengan aneka warna memberi semarak pada permukaan laut yang biru. Kita seperti dimanjakan dengan sebuah festival kapal dan perahu para nelayan tiap harinya.

Sebagai kota pesisir, ikan menjadi menu utama dalam setiap jamuan makan harian dalam keluarga. Pada saat cuaca bagus ikan-ikan segar dengan harga terjangkau dapat diperoleh dengan mudah.

Sementara untuk sayuran sebagian besar distribusinya berasal dari Bima. Penduduk asli kota ini yang dulunya petani tidak menanam sayur, mereka lebih memilih untuk menjual tanahnya dengan harga yang tinggi pada para makelar tanah.

Beberapa tahun terakhir semenjak kota ini menjadi tujuan wisata dan menjadi pusat administrasi, harga tanah menjadi tinggi. Banyak para pemodal besar beberapa diantaranya adalah pejabat negara yang ada di Jakarta maupun artis ibu kota memiliki aset tanah yang cukup luas di kota kecil ini.

Situasi ini menjadi persoalan sosial yang membawa dampak yang kurang baik dalam jangka panjang bagi para penduduk kota.

Tidak sedikit yang risau dengan situasi ini, bahkan beberapa dari para imam Katolik mengisi kotbah mingguannya dengan seruan-seruan penyadaran bagi para umatnya yang sebagian besar beragama Katolik.

Pemerintah setempat juga tidak bergairah untuk mengatasi persoalan jangka panjang ini secara serius, selain hanya seruan moral yang bernada sayu. Kota ini mungkin sebagian besar diatur oleh para pemodal sekaligus politisi sehingga selalu bertindak setengah hati untuk mengusahakan kebaikan bersama, dan terlalu dilematis untuk untuk mengambil tindakan penyelamatan dini.

Pembangunan berjalan seolah-olah tanpa perencanaan yang matang mengalir seperti air di atas karang kapitalisme yang sudah mulai menumbuhkan benih-benih neoliberalisme di antara masyarakat yang sering dijadikan obyek politik.

Kota mungil ini, ikan selalu mendapat tempat dalam hati para pengagumnya. Entah karena keindahan pantainya, atau pun lekukan perbukitan yang berpadang, atau dengan kapal-kapal pesiar yang menghiasi lautannya serta langit biru nan cerah seperti langit di pesisir pantai-pantai Yunani yang menghiasi selat-selat Eropa Barat.

Oleh: Stenly Jemparut

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,153,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,254,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,351,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,25,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Labuan Bajo dalam Sejenak Langkah
Labuan Bajo dalam Sejenak Langkah
https://1.bp.blogspot.com/-Wo1GBSWv_6g/WnxUWVaQrWI/AAAAAAAAAl0/s8uwkzHjH8ck-Fyb11j5Hehdc7S4tOltwCLcBGAs/s320/Labuan%2BBajo%2Bmarjin%2Bnews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Wo1GBSWv_6g/WnxUWVaQrWI/AAAAAAAAAl0/s8uwkzHjH8ck-Fyb11j5Hehdc7S4tOltwCLcBGAs/s72-c/Labuan%2BBajo%2Bmarjin%2Bnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/labuan-bajo-dalam-sejenak-langkah.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/labuan-bajo-dalam-sejenak-langkah.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close