Kenanglah Ini

Kami benar-benar menyadari apa yang kami rasakan sekarang dengan keadaan yang ada, untuk bertahan hidup kita harus berjuang dengan kerasny...

Kami benar-benar menyadari apa yang kami rasakan sekarang dengan keadaan yang ada, untuk bertahan hidup kita harus berjuang dengan kerasnya zaman yang tidak kompromi dengan orang yang malas (Foto: Ilustrasi)
Tidak  ada hal lain  yang saya lakukan selama sepekan ini. Bangun pagi langsung makan, cuci muka, setelah itu bekerja. Tidak ada waktu untuk berjemur di matahari atau  sesaat kita setelah bangun pagi, bahkan untuk makan pun harus terburu- buru seperti dikejar waktu.

Liburan kali ini begitu bermanfaat bagiku, aku berkerja dengan bapak selama liburan. Meskipun aku menyadari pekerjaan kali ini, menyita banyak waktu sebagai kuli bangunan dan tentunya menguras tenaga.

Bukan hanya aku yang bekerja sebagai kuli bangunan, tetapai banyak anak-anak  seusiaku. Hal semacam ini sudah terbiasa bagi anak-anak di kampung. Kami  bekerja  mencari uang untuk membeli buku selain membantu kedua orang tua.

Kami benar-benar menyadari apa yang kami rasakan sekarang dengan keadaan yang ada, untuk bertahan hidup kita harus berjuang dengan kerasnya zaman yang tidak kompromi dengan orang yang malas.

"Kita tidak akan mampu bertahan hidup kalau kamu tidak bekerja" seperti itulah kata bapakku setiap kali kami malas. Tidak bekerja, berarti tidak makan, itulah yang kami rasakan saat ini.

Rasa sakit dan lelah tidak lagi  dihiraukan lagi saat tulang-tulang yang retak perlahan rontok dan rapuh. Tangan dan kaki dipaksa bergerak saat badan terpenjara dalam lelah untuk mendapat sesuatu yang lebih berarti. Seadainya hidup ini seperti mereka-mereka yang hidup di atas kenyamanan, pasti tak sesulit yang dialami sekarang ini.

Aku menyadari, tak ada yang kekal di dunia ini, harta, jabatan, dan kehormatan hanya ada di dunia fana dan tidak berarti di dunia akhirat. Terkadang roda berputar tak tentu arah, barangkali nasibku akan berubah suatu saat nanti, bisa saja saya menjadi orang yang kaya, paling tidak menjadi orang yang berkecukupan.

Segala sesuatu yang ada diciptakan sesuai dengan perutukan dan bukan untuk manusia yang rakus. Hanya saja orang seringkali melihat segala sesuatu yang indah sebagai sesuatu yang harus dimiliki. Hidupku, beginilah adanya.

Meskipun hidup dengan segala keterbatasan namun aku menyadari inilih hidup yang harus kujalani. Tak ada yang tahu, apa yang akan terjadi hari ini dan esok. Setiap hari alur cerita berganti dengan cerita yang berbeda.

Saat ini meskipun aku hannya menjadi kuli bangunan, suatu saat nanti pasti saya akan merasakan manfaat dari usaha dan kerja keras. Bukan soal apa yang kita jalani yang menjadi masalahnya tetapi bagaimana kita menikmati dan menjalani apa yang kita lakukan.

Bukan soal berapa upah yang kita terima sebagai buru tetapi apa yang kita dapat sebagai hasil belajar untuk masa depan. Terkadang kita hanya memikirkan  pada apa yang kita dapatkan saat itu dan tidak memikirkan kemungkinan yang lebih baik yang akan datang.

Ternyata ada juga orang memanfaatkan pada prinsip pengalaman lebih penting, dengan cara memberi gaji yang rendah pada burunya tak memikirkan apakah itu cukup untuk sepiring nasi.  Bukan tidak mungkin yang dicari para buruh hanyalah bungkusan nasi,  sisanya kebutuhan sekolah dan sehari-hari untuk anak-anak atau mereka sendiri.

Setelah sore hari sekitar pukul 17.30 WITA aku dan bapak pulang, begitu juga dengan para pekerja buruh lainnya. Pekerjaan hari ini sungguh melelahkan, kaki, tangan, punggung, terasa lemas dan tak berbentuk. Pekerjaan ini menyadarkanku, untuk mendapatkan sesuatu harus bekerja sepenuh hati, jika tidak, kebutuhan kita tidak akan terwujud.

Kerasnya dunia selalu menuntut setiap  individu bersaing untuk mendapatkan hasilnya, karena itu orang tua, selalu menyarankan untuk bersekolah dengan baik. Barangkali dengan sekolah bisa menjamin kehidupan yang lebih baik dari kehidupan  mereka yang selalu bergelut dengan keras dunia. Nasihat inilah yang menjadi motivasi untuk kami sebagai seorang anak.

Setibanya di rumah, aku langsung mandi meskipun badan ini malu bersetuhan dengan air yang begitu dingin. Memang, air di Ruteng  sangat dingin makanya kotaku  dijuluki kota dingin yang berada kaki gunung. Kota dingin ini memberi kami kehidupan yang cukup untuk sepiring nasi. Banyak tanaman yang bisa berkembang terutama komoditas sayur-sayuran dan inilah yang menjadi andalan di daerah kami.

Sayuran apa saja bisa tumbuh dan menghasilkan uang bagi para petani yang menekuni bidang ini. Uang yang dihasilkan dari berjualan sayur tidak seberapa, paling tidak cukup untuk kami yang ada di sekitar daearah.

Bukan hanya aku yang membantu orang tua untuk menghasilkan uang, anak-anak di desa kami berlomba-lomba membantu keluarga dengan caranya masing-masing yang bisa dilakukan. Jujur, aku sangat bangga dengan anak-anak di sini, meskipun tidak seberapa yang mereka lakukan namun sangat membantu orang lain.

Begitu masa sekolah tiba, mereka menyiapkan perlengkapan sekolah dengan usaha mereka sendiri. Tangan-tangan untuk menulis kini garisnya tak berbentuk, kerasnya zaman tidak menjadi batu ganjalan, sementara kami hanya bisa menatap kemewahan teman-teman dan orangtua lain yang memang berutung atau diperuntungkan.

Oleh: Fransiskus D. Darma

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,352,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Kenanglah Ini
Kenanglah Ini
https://2.bp.blogspot.com/-YU8Dmc8nySA/WntW59ViSOI/AAAAAAAAAkg/379VK5pKXNQ7VgAQidaGDcUOenFc49XsQCLcBGAs/s320/Pekerja%2Bmarjin%2Bnews.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-YU8Dmc8nySA/WntW59ViSOI/AAAAAAAAAkg/379VK5pKXNQ7VgAQidaGDcUOenFc49XsQCLcBGAs/s72-c/Pekerja%2Bmarjin%2Bnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/kenanglah-ini.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/kenanglah-ini.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close