Kecelakaan Maut Rombongan Pengajian, 11 Orang Meninggal di Tempat
Cari Berita

Kecelakaan Maut Rombongan Pengajian, 11 Orang Meninggal di Tempat

4 February 2018

Diduga, peristiwa ini terjadi akibat sopir pikap mengantuk dan tidak menguasai jalan sehingga pada saat tikungan ia mengambil jalur lain. Akibat kecelakaan itu, dari 15 penumpang pikap, 11 orang tewas di tempat. Sementara tiga lainnya mengalami luka parah. (Foto: Istimewa)
Sampit, Marjinnews.com - Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Kalimantan, Kalimantan Tengah, Sabtu, 3 Februari 2018. Sebuah mobil bak terbuka atau pikap yang mengangkut rombongan jemaah pengajian asal Kalimantan Barat bertabrakan dengan truk semen.

Lokasi kejadian ini di kilometer 32 Desa Pundu, Kecamatan Cempaka Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Peristiwa ini terjadi pukul 06.00 WIB. Ketika itu, mobil rombongan pengajian yang akan menuju Palangka Raya menghajar truk yang akan menuju Sampit.

Kronologi kecelakaan itu berawal saat truk semen bernomor polisi DA 1983 TN yang dikemudikan Ahmad Rudianur melaju dari arah Palangka Raya menuju Sampit. Tiba-tiba sekitar KM 31, dari arah berlawanan datang mobil pikap dengan nomor polisi KB 8629 yang dikemudikan Noval mengambil jalur truk. Tabrakan maut pun tak bisa dihindari.

Diduga, peristiwa ini terjadi akibat sopir pikap mengantuk dan tidak menguasai jalan sehingga pada saat tikungan ia mengambil jalur lain.

Akibat kecelakaan itu, dari 15 penumpang pikap, 11 orang tewas di tempat. Sementara tiga lainnya mengalami luka parah.

Penumpang pikap yang meninggal dunia yakni Ustaz Hamzah (43), Agusni (50), Mukminin (40), Agus (35), Ridwan (35), Huda (30), Aulia (25), Yus (28), Marwan (40), dan Jono (55), dan Noval (40), sopir pikap.

Sedang tiga penumpang yang luka parah dan dirujuk di RSUD Kasongan yaitu Hanafi, Abdul Hadi, dan Lukman. Sedangkan, sopir sendiri belum diketahui identitasnya.

Kapolsek Pundu Iptu Rahmad ketika dihubungi wartawan dari Palangka Raya, 3 Februari 2018, mengatakan, saat ini polisi tengah menangani korban yang meninggal dunia untuk dimandikan kemudian dilakukan salat jenazah untuk kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban yang ada di Kalimantan Barat.

Sedangkan, untuk korban yang luka-luka sudah mendapatkan perawatan di RSUD Kasongan. "Untuk sopir truk saat ini sudah kami amankan di Polsek Pundu," Rahmad menandaskan. (RN/MN/L6)