KBMK IKIP PGRI Bali Salurkan Bantuan Untuk Mahasiswa Korban Lakalantas Di Denpasar
Cari Berita

KBMK IKIP PGRI Bali Salurkan Bantuan Untuk Mahasiswa Korban Lakalantas Di Denpasar

7 February 2018

Staf pengajar IKIP PGRI Bali itupun menjelaskan bahwa hal terpenting yang dilakukan KBMK IKIP PGRI BALI dalam menghadapi masalah seperti ini yaitu KBMK IKIP PGRI BALI selalu sigap dan cepat tanggap. Walaupun masih dalam kondisi sibuk melaksanakan UAS, KBMK tetap peduli terhadap mahasiswa yang mengalami kecelakaan seperti ini. Pungkasnya. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnew.com. Lakalantas tunggal yang menimpa Hendra Gunawan, mahasiswa semester tiga IKIP PGRI Bali yang terjadi dini hari Senin kemarin, mendapat perhatian khusus dan serius dari rekan-rekan sesama mahasiswa anggota Keluarga Besar Mahasiswa Kristiani IKIP PGRI Bali (KBMK).

Malam ini, bertempat di ruangan perawatan Rumah Sakit Umum, RSUP Sanglah Denpasar, terlihat Pembina KBMK IKIP PGRI Bali, Ketua KBMK IKIP PGRI Bali, bersama beberapa pengurus dan anggota KBMK IKIP PGRI Bali mendatangi korban untuk membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian KBMK IKIP PGRI Bali terhadap korban.

Kepada Marjinnews.com, Pembina KBMK IKIP PGRI BALI Agus Dey, yang hadir juga dalam kegiatan penyerahan bantuan itu mengatakan bahwa KBMK IKIP PGRI Bali dalam mengahadapi masalah seperti ini selalu mengedepankan dengan rasa.

Jelas Pembina KBMK itu bahwa, rasa yang dimaksud itu ialah rasa peduli, belas kasihan kepada korban yang mengalami kecelakaan seperti ini.

Staf pengajar IKIP PGRI Bali itupun menjelaskan bahwa hal terpenting yang dilakukan KBMK IKIP PGRI BALI dalam menghadapi masalah seperti ini yaitu KBMK IKIP PGRI BALI selalu sigap dan cepat tanggap. Walaupun masih dalam kondisi sibuk menjalankan UAS, KBMK tetap peduli terhadap mahasiswa yang mengalami kecelakaan seperti ini. Pungkasnya.

Agus Day kemudian menuturkan bahwa jangan melihat besar kecilnya bantuan yang diberikan, namun kepedulian terhadap korban yang dilihat. Itu yang lebih penting.

Sementara ketua KBMK IKIP PGRI Bali, Oktaviano Hedwig Yansi mengatakan bahwa, bantuan ini adalah bentuk solidaritas kekelurgaan sesama mahasiswa kristiani. Yang secara kebetulan juga korban adalah Mahasiwa IKIP PGRI Bali Prodi Bahasa Indonesa.
Disaksikan oleh anggota keluarga korban Pembina KBMK IKIP PGRI Bali, dan Ketua KBMK di dampingi pengurus serta anggota KBMK yang hadir memberikan bantuan itu langsung kepada keluarga korban di ruangan perawatan RSUP Sanglah Denpasar, Rabu (7/2) malam.

Keluarga korban Sidus, mengucapkan terima kasih banyak atas batuan dan kepedulian yang diberikan KBMK IKIP PGRI Bali. Selanjutnya dia berharap doa dan dukungan dari sesama mahasiswa tempat korban kuliah agar lekas cepat sembuh.

Untuk diketahui, kecelakaan tunggal yang menimpa Hendra Gunawan Mahasiswa asal Kakor kecamatan Lembor kabupaten Manggarai Barat itu terjadi di jalan Suli Denpasar malam Selasa pukul pukul 02:00 dini hari.
Berdasarkan pengakuan saksi Tris, yang sama-sama mengendarai motor bersama korban mengatakan, awal mula kejadian yaitu keduanya baru saja pulang dari kos teman mereka yang beralamat di jalan Diponegoro Denpasar. Merek ke sana untuk mengikuti acara ulang tahun di jalan Dipanegoro Denpasar.

Lanjut Tris, sekitar pukul dua dini hari selasa 6 Januari, keduanya sama-sama pulang untuk kembali ke kosnya di jalan Trijata Denpasar. Tiba-tiba sampai di jalan Suli, tanpa sadar Hendra yang mengemudi motor langsung menabrak trotoar, dan korban kemudian terpelenting ke tiang listrik sehingga mengalami patah leher, tulang kaki serta pecah pelipis kiri.

Atas peristiwa itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit umum Sanglah oleh temannya dengan menggunakan motor. Sampai saat ini korban masih menjalani proses perawatan di ruangan VIP Rumah Sakit Umum Denpasar.

Berdasarkan keterangan dokter yang merawat korban, bahwa korban saat ini mengalami pendarahan otak. Sehingga harus dirawat secara intens untuk beberapa waktu kedepan.

Dari pantauan Marjinnews.com, keluarga korban serta para sahabatnya berdatangan untuk menjenguk korban yang saat ini masih terlihat kritis. (RN/MN)