Kasus Lando-Noa, Polisi: Kami Akan Dalami Peran Bupati Mabar
Cari Berita

Kasus Lando-Noa, Polisi: Kami Akan Dalami Peran Bupati Mabar

8 February 2018

Peran Bupati kita akan dalami, tidak semudah itu untuk mengangkat sebuah permasalahan. Kita akan mendalami lagi peran Bupati seperti yang disebutkan saksi itu. Jelas Julisa. (Foto: Istimewa )
Labuan Bajo, Marjinnews.com-Kepolisian Resort (Polres) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur mendalami peran Bupati Mabar Agustinus Ch Dula dalam kasus Korupsi Proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar tahun 2015 senilai Rp 3 miliar.

Kapolres Mabar AKBP Julisa Kusomo Wardono, Kamis (8/2) mengatakan berkas tersangka Jimi Ketua sudah P21. Saat ini sedang sidang di Pengadilan Tipikor Kupang. Pihaknya akan mendalami peran Bupati Mabar sesuai keterangan para saksi selama sidang di Pengadilan Tipikor Kupang.

Kapolres Julisa mengatakan tidak mudah menetapkan seseorang menjadi tersangka. Pihaknya terlebih dahulu mendalami peran-peran orang yang disebutkan dalam sidang kasus dugaan korupsi di Tipikor Kupang.

“Peran Bupati kita akan dalami, tidak semudah itu untuk mengangkat sebuah permasalahan. Kita akan mendalami lagi peran Bupati seperti yang disebutkan saksi itu,” jelas Julisa.

Sebelumnya, pada Oktober 2017 lalu aktivis Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gemasi) Mabar melakukan aksi unjuk rasa di Polres dan Kejari Mabar. Mereka meminta Penyidik  agar mendalami peran Agustinus Ch Dula dalam proyek itu.

Menurut Ketua Gemasi Mabar, Rafael Todowela dalam kasus itu Bupati Mabar Agustinus Ch Dula menerbitkan status bencana alam padahal faktanya tidak ada bencana alam pada wilayah itu.

Seperti diketahui, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Agus Tama, Direktur PT.Sinar Lembor Vinsen dan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Jimi Ketua.(RN/MN/VN)