Kasus Kepemilikan Hotel BBC Batam, Pendemo Meminta Keadilan dari Penegak Hukum
Cari Berita

Kasus Kepemilikan Hotel BBC Batam, Pendemo Meminta Keadilan dari Penegak Hukum

15 February 2018

Sejumlah massa aksi yang terdiri dari berbagai macam LSM Kota Batam melakukan demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Batam menuntut keadilan terkait kasus kepemilikan Hotel BBC Batam (Foto: Joni Pandiangan)
Batam, marjinnews.com - Sekelompok massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam yang terdiri dari himpunan LSM di Kota Batam, Kamis (15/2/2018).

Mereka menuntut Kejari Batam sebagai salah satu lembaga penegak hukum untuk mampu menjalankan tugas sebagai penegak hukum secara adil dan berimbang kepada setiap masyarakat yang melakukan perkara.

Kasus kepemilikan Hotel BCC Batam menjadi sorotan karena penanganan perkara sengketa dinilai salah satu pihak mendapatkan ketidakadilan oleh aparat penegak hukum di Batam.

Menurut salah seorang demonstran, Aldi Braga bahwa Conti Chandra dan Tjipta Fudjiarta telah ditetapkan sebagai tersangka namun Tjipta mendapat perlakuan khusus sebab tidak ditahan, tetapi Conti terkesan dikriminalisasi dengan diborgol menuju Rutan Batam.

"Tolong tegakkan  hukum dengan benar sebagai aparat penegak hukum jangan sampai menggoreng makanya gak selesai bertahun-tahun" tegas Aldi Braga.

"Saya mengikuti perkembangan kasus tersebut dari tahun 2008 sekarang 2018 belum juga  tuntas" ucap ketua LSM Garda Indonesia.

Kepala Kejaksaan (Kejari) Negeri Batam, Roch Adi Wibowo membenarkan bahwa ada pembedaan yang dilakukan terhadap Conti Chandra dan Tjipta Fudjiarta dikarenakan status mereka berdua sudah beda.

"Conti sudah mendapatkan putusan hukum tetap oleh Mahkamah Agung (MA) sehingga inkrah dengan pasal 374 sementara Tjipta Fudjiarta masih dalam proses penyidikan dengan pelanggaran terhadap pasal 378 di Kejaksaan Negeri Batam" papar Roch Adi Wibowo.

"Pada saat dieksekusi Conti Kejari Batam telah dilakukan sesuatu prosedur yang ada dengan memborgolnya sebagai seorang terpidana berdasarkan putusan Mahkamah Agung"  lanjut Roch Adi Wibowo saat Konferensi Pers.

Perkara Tjipta Fudjiarta akan segera mungkin dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Batam oleh Kejari Batam selambat-lambatnya minggu depan tutup Kepala Kejaksaan Negeri Batam.

Laporan: Joni Pandiangan
marjinnews.com Batam