Kartu Kuning dalam Tirani

Warna kuning merupakan bahasa tanda. Rambu-rambu yang lazim digunakan dalam komunikasi  permainan sepak bola, dan warna peringatan antara hijau dan merah pada lampu-lampu pengatur lalulintas. (Foto: Dok.Pribadi)
Kartu Kuning Ketua BEM Universitas Indonesia menuai reaksi dari berbagai pihak. Tidak sedikit kalangan yang skeptis dengan tindakan ini dan bahkan bernada sinis. Beberapa petinggi pemerintah yang sepertinya tidak mau kehilangan muka dihadapan publik ikut membangun wacana tandingan dengan menantang para mahasiswa untuk turun langsung ke Asmat.

Warna kuning merupakan bahasa tanda. Rambu-rambu yang lazim digunakan dalam komunikasi  permainan sepak bola, dan warna peringatan antara hijau dan merah pada lampu-lampu pengatur lalulintas.

Namun jika dicermati terkait warna sebagai bahasa tanda antara permainan sepak bola dan lampu pengatur lalulintas, maka terdapat dua hal mendasar yang mungkin bisa kita pahami yaitu:

Pertama, dalam lapangan sepak bola hanya wasit yang bisa mengeluarkan tanda. Agar obyektif dan adil dalam memberikan penilaian maka wasit harus berada diantara para pemain, berlari mengikuti ke mana bola digulirkan, jeli memperhatikan setiap gerak gerik pemain dan memberikan peringatan jika terjadi pelanggaran.

Wasit tentunya adalah seorang yang waras dan sadar bahwa dia berada di tengah permainan, Ia harus mengerti esensi dari sebuah permainan. Hal ini penting, karena seorang wasit bukanlah seorang hakim, peringatannya sudah menjadi bagaikan dari sebuah konsensus dunia sepak bola yang diamini secara sadar oleh siapa pun yang ikut dalam permainan.

Inilah bedanya dengan rambu-rambu lalulintas. Kita tidak mungkin mengamini bahwa lampu-lampu lalulintas memberikan peringatan karena sebuah kesadaran. Tidak ada lampu hijau untuk ambulans yang sedang membawa orang sekarat sebab jalan tidak punya konsensus kesadaran.

Kartu kuning seorang mahasiswa adalah tanda bahwa ia sadar bahwa dirinya sedang berada ditegah lapangan. Sadar bahwa ia menjadi bagian dari sebuah konsensus pembangunan yang harusnya menuntut model partisipasi kritis daripada hanya duduk di terimbun menjadi penonton dan selalu mengamini semua tindakan penguasa.

Bukankah jalannya pembangunan dalam sebuah negara demokrasi merupakan wujud adanya konsensus bersama yang dibangun secara sadar? Tidak hanya sekedar mengikuti diktum dari mainstream pembangunan yang hanya mengedepankan aspek stabilitas? Kita bukan tidak boleh memberi apresiasi, namun perlu disadari pembangunan bukan soal prestasi dalam negara yang mengakui adanya kedaulatan rakyat. Sebab kedaulatan tidak semata-mata di dijamin dengan pemerataan infrastruktur.

Kedua, warna kuning dalam rambu-rambu lalulintas adalah wana antara. Letaknya berada ditengah-tengah lampu warna merah dan hijau. Dalam permainan sepak bola warna kuning bukanlah warna antara, melainkan warna peringatan sekaligus warna batasan yang memiliki sanksi yang final. Sebuah ambulans yang menerobos lampu merah tidak begitu saja dikenai sanksi jika tersebut sedang berada dalam misi penyelamatan penting.

Kartu kuning mahasiswa dalam area masyarakat demokrasi sebenarnya tidak lebih rambu-rambu pengingat bahwa tidak ada rezim yang kebal dari masyarakat kritis sekalipun dianggap berprestasi.

Aksi dan Reaksi
Pemberian kartu kuning merupakan sebuah aksi. Sebagaimana lazimnya dalam dunia aktivis mahasiswa tindakan selalu diambil berdasarkan sebuah telaah kritis tentang sebuah realitas masyarakat sehingga tidak hanya terseret wacana media.

Artinya sebuah aksi sebenarnya merupakan reaksi terhadap sebuah situasi terlepas dari konsekuensinya.
Bangsa yang belajar untuk berdemokrasi bentuk aksi memberikan kartu  kuning pada presiden adalah hal yang wajar dan sah.

Wajar karena aksi berangkat dari realitas faktual bahwa di tengah banyaknya pujian terhadap pemerintah dalam  hal pembangunan infrastruktur bukan berarti semua persoalan pembangunan menjadi tuntas dan tidak perlu di evaluasi publik.

Aksi ini juga merupakan bentuk solidaritas kebangsaan dari seorang mahasiswa di Jakarta terhadap saudara sebangsanya di tanah Papua dengan cara mengingatkan Presidennya sebagai pemimpin tertinggi eksekutif di Republik Indonesia ini.

Respon pemerintah dan publik terhadap aksi ini agaknya berlebihan dan tendensius. Berlebihan karena publik sepertinya tidak terima idolanya di kritik apalagi diberi peringatan kartu kuning. Berlebihan karena bahkan presiden dan beberapa jajaran eksekutif memberikan tantangan balik pada mahasiswa dan bahkan hadir dalam debat yang diadakan oleh salah satu stasiun tv yang menurut hemat penulis adalah bentuk reaksi yang tidak penting.

Tendensius karena persoalan Asmat rentan dengan tendensi politik menjelang pemilu 2019, sehingga kritik terhadap presiden bisa dianggap sebagai bentuk oposisi politik.

Demokrasi yang bermartabat harus dibangun atas dasar konsensus kerja dan refleksi kritis yang seimbang. Membungkam kritik dengan membangun hegemoni kekuasaan melalui media tidak menyelesaikan persoalan. Panggung politik tidak lebih dari sebuah parodi ketika aparat maupun media terlalu reaktif untuk menanggapi kartu kuning.

Kekuasaan dalam sekejap menjadi mapan dalam logika masa yang kenyang dengan suguhan media yang wacananya sudah menggantikan kekritisan pikiran. Masa yang tak berpikirpun mengamini kekuasaan yang mapan dari sebuah kekuasaan politik. Tirani terbentuk, bukan dengan konsolidasi militer, bukan pula dengan penindasan berdarah-darah, tapi cukup dengan mempropaganda berbagai prestasi dan berusaha menutupi kekurangan atas nama stabilitas pembangunan.

Oleh: Stenly Jemparut
marjinnews.com Surabaya

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,116,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,157,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,180,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,568,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,36,Ekonomi,6,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,26,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,274,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,61,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,59,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,286,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,233,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,411,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,18,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,peradilan,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1105,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,36,Polisi,25,politik,90,Politikus,7,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,86,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,40,Start Up,1,Suara Muda,61,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,45,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,18,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,Yulius Benyamin Seran,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Kartu Kuning dalam Tirani
Kartu Kuning dalam Tirani
https://4.bp.blogspot.com/-XlB9BPVTlxM/WoG0k03eA6I/AAAAAAAABnM/JnPyZ4aPmj00d9OfD1lRQ7NxgNvD-wcgwCLcBGAs/s320/IMG-20180212-WA0080.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-XlB9BPVTlxM/WoG0k03eA6I/AAAAAAAABnM/JnPyZ4aPmj00d9OfD1lRQ7NxgNvD-wcgwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180212-WA0080.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/02/kartu-kuning-dalam-tirani.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/kartu-kuning-dalam-tirani.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close