Jiwa Yang Padam, Kumpulan Puisi Agust Gunadin
Cari Berita

Jiwa Yang Padam, Kumpulan Puisi Agust Gunadin

MARJIN NEWS
8 February 2018

Dalam kubangan sepanjang hentak bergelungan. Meluncur, melecut, dan terkubur dalam arung (Foto: Istimewa)
Jiwa Yang Padam

Dalam kubangan sepanjang hentak bergelungan
Meluncur, melecut, dan terkubur dalam arung
yang langgam langkah, padam dalam nampak
Tentang apatis melewati guman “Tak Tahu Diri”
yang hanya genang dalam hilirnya jiwa
Dalam riak peranakan “Tak Tenang”
Melintas dalam gatalnya berpikir
Mendayung persoalan
Dikeruh menjadi endapan
Hingga numpuk
Akhirnya...
“Buang Diri” karena tak mengenal diri
Lalu,,,
Menghilir menjadi rerumputan
Dalam biangnya gejolak
“Bunuh Diri”

San Camillo 052018 

Rumah Kemanusian bukan Administratif

Dengan tuba terburu kau sudahi
“Kemanusian Manusia”
Mengakhirinya dalam cerita palang
Pada kasus “Administratif”
Bagaimana rahasia logismu bermain
Ketika pangkal menanjak
Mengelak pelayanan kemanusian
yang tersisa hanya serpihan sedih
“Tak Tertolong”
Bayangkan riwayatmu dalam gandrung
yang menata bilah keruh
Mengukur maut dalam hidup
Dalam cerita persalinan
Aku tersentuh
Cerita sembul
Melekuk Ibu dan Bayi meninggal tanpa dirawat
yang bersuah lagi tersungkur
Pada lorong “Rumah Pelayanan”
lagi “Rumah Kemanusian”
Lantas, gonggongan reflektif
Apakah negeriku berkutat pada kolam administratif
Atau menyusup kemanusian manusia?
Jangan...
Lagi membawa pengap pada talam hitam-putih
yang menerka esensi dasar lembaga

Pau Cibal, 2018

Katanya Pasca-Kebenaran

Cahaya hitam-putih di tepi muara
Telah melembutkan setiap jarak panjang
Terkait retorika yang tak kenal batas
Mengundang gejolak tawa
Menyiram politik blusukan
Pada Era Pasca-Kebenaran
Katanya....
Dasi pun bergerah
Saat bayangan janji hanya mengambang
Napas pun tersengal
Saat kata berlandas hoaks
Kata janji bukan tuk membeku
Tapi...
Menyentuh rindu
Saat rakyat
Menatap hampa pada musim tak menentu

Po’ong Nio 2018

Bumi Mengelas

Di jurang terdalam...
Bahasa yang membisu, mengeruk, dan membuas
Tentang kesahihnan cakrawala
Mempelintir dalam wajah bumi
Pengganti  kota Surga yang kelihatan
Memang...
Sdri. Angin telah berbisik
Melunakan angan pemberantas
Tapi...
Ide hanya sebagai jambangan rencana
Sedang...
Pelaksanaan masih membungkus dalam potrem buram birokrasi
Terheran...
Ketika alam permai menghipnotis
Menelanjang dalam rupa gandus, tersobek
Dan membelah akibat tangan kelakar
Lantas, menertawakan...
Gerangan solusi tak kunjung membungkam
Yang kupertanyakan
Kapan janji terealisasi?
Tentang membela bumi
Dari rahim birokrasi

Timor, 2018