Ibu Tanguh, Cerita Dari Pasar Sotor

"Mari silakan duduk di sini", katanya. Lama aku duduk disitu. Hujan belum berhenti. Tiupan angin semakin terasa. Sisa rokok dala...

"Mari silakan duduk di sini", katanya. Lama aku duduk disitu. Hujan belum berhenti. Tiupan angin semakin terasa. Sisa rokok dalam bungkusan menipis (Foto: Ilustrasi)
Suatu hari aku melewati jalan itu. Tiba-tiba hujan datang. Singgah di sebuah gubuk kecil pinggiran jalan. Berdiri samping gubuk sambil mengambil sebatang rokok dari bungkusan. Asap rokok membantu hangatkan tubuh, walaupun beresiko berat untuk kesehatan.

“Mau kemana nana?” seorang Tanta menyapa.

“Mau ke Ruteng Tanta” jawabku.

"Mari silakan duduk di sini", katanya. Lama aku duduk disitu. Hujan belum berhenti. Tiupan angin semakin terasa. Sisa rokok dalam bungkusan menipis.

“Kuliah di Ruteng?” Tanyanya.

“Iya Tanta”, jawabku.

“Sudah semester berapa?”,tanyanya sambil memberi jagung.

“Terimakasih”. Sudah semester enam Tanta.

Hujan semakin membesar. Kabut sore menyelimuti. Gelap mulai kelihatan. Sementara Tanta sodorkan
buah-buahannya ketika ada oto dan motor yang lewat. Perasaanku lain seketika. Ibu memang sungguh luar biasa.

Bukan hanya melahirkan anaknya. Tetapi membesarkan dengan pengorbanan luar biasa. Bahkan dalam situasi hujan, rela berlari, merebut, dan sodorkan buah-buahhan dari kaca jendela mobil, kataku dalam hati.

“Tanta, mereka tidak beli tadi?”, tanyaku melihat buah-buahannya tidak terjual. “Tidak nana”. Tetangga sebelah yang terjual tadi, jawabnya sambil tunjuk gubuk kecil sampingnya.

Kami yang berjualan disini tergantung rejeki. Terlalu banyak orang yang berjualan, katanya. Bagaimana hari ini tadi penghasilannya? Tanyaku lagi. Lumayan nana. Tapi kalau cuaca buruk, hasil yang didapat tidak seberapa. Lumayahlah untuk makan dan biaya sekolah anak-anak.

Mendengar ucapannya perasaanku sedih. Memang Ibu pahlawan yang hebat, kataku dalam hati. Setiap hari kerja begini terus. Rame juga. Tapi kalau rasa capeh. Jualannya pasti istirahat. Kami juga tidak pernah merasa malu, katanya. Semoga banyak yang laku Tanta.

“Anaknya Tanta sekolah dimana?” tanyaku.

"Tanta jangan marah. Aku tanya terus dari dari tadi".

"Tidak apa-apa nana, dari pada diam saja".

"Dia kuliah di Jawa. Biaya kuliahnya lumayan mahal".

Percakapan kami sore itu, menumbuh motivasi dan pengalaman  berharga dalam hidupku. Tanta terimakasih banyak. Hujan sudah berhenti. Pamitku ketika mau jalan. Setiap kali aku berlibur aku pasti singga. Tanta itu sangat baik. Suatu hari ketika liburan, aku melihat tidak ada.

"Tanta, Ibu ini dimana?", tanyaku pada tetangga samping gubuknya.

"Di rumah. Sekarang tidak berjualan lagi. Sudah ada usaha kecil seperti kios begitu, bahkan sudah beli bemo" jawabnya membawa aku kesesuatu yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya.

Oleh: Yohanes J. Nabor

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,10,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,46,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,159,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,261,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,89,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,356,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Ibu Tanguh, Cerita Dari Pasar Sotor
Ibu Tanguh, Cerita Dari Pasar Sotor
https://1.bp.blogspot.com/-XRal1sGuyOQ/WnmVt8UxT8I/AAAAAAAAAjc/JLPMtFwotasrug6xx5q-XEOa3HUWDNwYwCLcBGAs/s320/Ibu%2Bmarjin%2Bnews.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-XRal1sGuyOQ/WnmVt8UxT8I/AAAAAAAAAjc/JLPMtFwotasrug6xx5q-XEOa3HUWDNwYwCLcBGAs/s72-c/Ibu%2Bmarjin%2Bnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/ibu-tanguh-cerita-dari-pasar-sotor.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/ibu-tanguh-cerita-dari-pasar-sotor.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close