$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Heeya, Kau Aktivis Hatiku

Kau perlahan membatasi diri dari batas yang tidak pernah ada. Berjalan berseberangan, lalu perlahan mulai hilang dengan seribu satu alasan (Foto: Dok. Pribadi)
Aku ingin mencintaimu dengan ketidaktahuan akan dirimu. Dengan begitu saat harus melupakanmu aku tidak perlu mengingat banyak hal yang kuketahui tentangmu. Nyatanya tidak, aku tak bisa memenuhinya karenamu Heeya!!!

Kau perlahan membatasi diri dari batas yang tidak pernah ada. Berjalan berseberangan, lalu perlahan mulai hilang dengan seribu satu alasan. Hingga akhirnya aku tidak mendengar alasan apapun tentang kehilangan dan keberadaanmu.  Di sudut ruang yang dibatasi oleh tembok, kucabik-cabik namamu dalam cerita panjang bersama Tuhan. Bukan lagi perihal dimana keberadaanmu melainkan bagaimana menyentuh hatimu sekali lagi.

Heeyaaa, andai saja mencintaimu sesulit ini, harusnya aku tidak pernah berpikir untuk melakukannya. Aku tidak sekuat itu menahan rindu, hasrat ingin bertemu sampai ahkirnya keinginan untuk setiap hari di dekatmu yang membuat menjadi lelaki egois.
.
Hari itu, kau berjalan bersama wanita lain. Memegang pengeras suara, tanganmu dikepal. Kau berteriak sana sini, menyoraki perjuangan. Dan aku melihatmu  sebagai lelaki tak berdaya yang hanya melihat wanita dari kepuasan fisik.

Kau membuatku penasaran saat itu Heeya. Namun, aku lelaki yang memiliki prinsip, bahwa akan jatuh cinta dengan ketidaktahuanku agar saat melupakan, tidak terlalu sulit bagiku.

Di bawah terang dan panas mentari, kau menepi mencari teduh. Kubiarkan naluriku berjalan, dan perlahan aku mendekatimu, menikmati bibirmu saat menjawab sapaku, lalu mengizinkan liarnya pikiran menjelajahi wajahmu. Dan aku terjebak pada pertemuan pertama kita. Kau menjawabku dengan lembut, tidak sekeras saat kau berteriak tadi di depan Balai Kota.

Kau bahkan menawariku minum yang hampir habis yang masih kau pegang di tangan  kirimu.

“Kamu ikut aksi juga ya? Terima kasih karena kamu ikut berjuang bersama kami, kaum perempuan” begitu saja, sudah membuatku bergetar saat itu Heeya.

Aku menggangguk. Sedikit berbohong kukira tak apalah. Kesan  jaim  sebagai lelaki sepertinya sah-sah saja. Dan pertemuan pertama kita berahkir disana Heeya, kau tampak lelah saat itu. Namun tidak kau gubris. Kau kembali berteriak, sampai ahkirnya seoranng lelaki berseragam menyeret paksa tanganmu. Apa daya saat itu aku hanya melihatnya Heeya.

Hari berikutnya, aku lagi-lagi melihat wajahmu. Kali ini di beranda facebook. Wajahmu jelas sekali disana Heeya. Kau tampak cantik oleh bibir tanpa pewarna layaknya wanita lain. Keringat bercucuran. Nampaknya kamera wartawan yang mengabadikan wajahmu mengerti akan keinginanku untuk melihatmu Heeya.

Namun, kau tahu Heeya. Di atas gambarmu ada beberapa kata yang menjadi judul pemberitaan yang membuatku bingung, “Koordinator Aksi Anti Kekerasan Pada Wanita, Diamankan Pihak Keamanan” ada apa Heeya? Apa yang kau lakukan? Aku ada disana, dan mendengar semua yang kau katakan, dan tak ada yang salah dengan semua. Lalu bagaimana bisa kau diamankan? Apa yang salah denganmu Heeya?

Tak ada jawaban, bisu dan hampa.
........
Dan kubiarkan hari-hari berikutnya datang dan berlalu. Tidak kuizinkan kepalaku untuk mengingat senyum di bibirmu, meski sempat hati dan seisi kepala dipenuhi tanya perihal namamu di beranda facebook. Namun berhasil Heeya.

Mungkin  karena sejak awal sudah kubilang pada diriku sendiri bahwa aku ingin mencintai dengan ketidaktahuanku. Hingga suatu  hari, kita terjebak oleh hujan yang menjadi saksi keruntuhan prinsipku akan ketidaktahuan untuk mencintai.

Kau menutup kepalamu dikuasai hujan sore itu. Di jalan yang sering kulalui sepulang kuliah. Lorong kecil itu menjadi awal aku melebihi batas untuk mencaritau tentangmu Heeya.

Heii... kamu yang kemarin di Balai Kota ikut aksi itu kan? Begitu awal mulai kita membuka topik ngobrol panjang itu.

"Ia.... saya Edo, kamu siapa?"

"Ohhhh Edo, aku Heeya. Kamu di kuliah di kampus yang sama ya dengan saya?"

"Oh ya? Tapi kenapa aku jarang melihatmu?"

"Ia, kamu jarang melihatku. Tapi aku sering melihatmu. Kadang aku berjalan di belakangmu sepulang kuliah. Hanya saja, kau asyik dengan hpmu, hehe"

"Oyahh? Eh Heeya, aku melihat wajahmu setelah hari itu di beranda facebook"

"Owh hahaha viralnya. Ia Edo kemarin ada sedikit masalah. Yaaa itu biasa."

"Heeya kau tahu, saat itu aku menyadari betapa apatisnya aku pada dunia ini. Bahkan kau lebih dulu mengenalku Heeya. Dan aku pertama kali melihatmu sebagai orang asing.  Dan kau bilang  itu biasa? Aku saja memikirkan itu sehari semalam Heeya."

Pertemuan kita pun semakin panjang, setelah aku mulai memberanikan diri menunggumu di lorong kecil itu, bahkan menanyakan dimana rumah keduamu di kota besar ini. Ahkirnya semua itu menjadi kebiasaanku Heeya. Kesibukanmu menjadi kesibukkanku. Dan keberadaanmu menjadi prioritasku.

Hingga suatu hari.

"Kau sangat sibuk, aksi sana, aksi sini. Waktu untuk akunya kapan Heeya?"

"Doo, kamu harusnya ngerti. Kekerasan pada anak saat ini marak terjadi. Dan sebagai agen of change, agen intelektual sudah tugas kita memperjuangkan hal ini."

"Heeya, heeya cukup. Aku ini pacar kamu. Bukan anggota DPR yang akan menemuimu saat kau teriak. Aku hanya butuh waktu berdua. Itu saja Heeya".

"Edo, belum cukup waktu kita ngumpul saat diskusi. Waktu ke kampus berdua. Pulang berdua. Itu belum?"

"Heeya, bagaimana bisa kau bilang itu cukup. Aku bahkan tidak mengerti apa yang kalian bicarakan saat diskusi. Diskusi yang sangat membosankan Heeya. Aku saja bertahan disana karena kamu kan. Lalu ke kampus, Heeya kita mahasiswa  pacaran yang jalan berduaan ke kampus itu ala anak SMA".

"Edo! Dari awal hubungan ini sudah aku bilang kan. Bahwa aku bukan wanita yang memiliki kesibukan hanya untuk pacarnya. Aku memiliki tanggung jawab akan kehidupan orang lain.
Penderitaan orang lain".

"Iya aku tahu, tapi aku ini pacarmu Heeya. Bukan boneka. Aku butuh kamu."

"Sisi mana yang kubuat kau seperti boneka Edo? Aku mencintaimu. Kau pun demikian kan. Kita mengerti dengan kesibukan masing-masing. Dari awal sudah kubilang Edo!"

"Heeya! Wanita lain. bahkan mantanku dulu selalu menuntutku untuk perhatian selalu begini, begitu. Tetapi kau malah sebaliknya, apa perlu aku...."

"Apa Edo? Kau membandingkanku dengan mantanmu kan? Mantanmu yang setiap hari hanya mengecek harga barang online, yang setiap hari mengecek jadwal bioskop? Iya kan? Edo aku bukan bagian dari wanita seperti itu. Jika memang kau ingin memiliki wanita seperti itu, aku tidak pantas untuk bersanding denganmu".

Dan itu terahkirnya kalinya aku melihat bibir idealis itu Heeya. Kau pun pergi seimbang dengan alasanku yang menuntut terlalu banyak padamu. Heeya, kau wanita pertama yang membuatku patah hati. Bukan karena cintaku padamu, melainkan karena caramu membela dunia.

Aku harus bagaimana untuk mendapatkanmu, kau terlalu jauh untuk bisa kudekatkan. Aku  tahu bahwa kau sangat mencintaiku, hanya saja aku salah memilah antara cinta dan loyalitasmu.

Heeya... tetaplah disana dengan segala perjuanganmu. Aku sedang merangkak untuk sepadan denganmu. Tunggu aku sampai hari itu datang Heeya. Kau aktivis hatiku. Tanpa pengeras suara untuk merealisasi inginmu, hatiku terlampau luluh mengabulkannya.

Oleh: Yohana Bombol
marjinnews.com Malang
Anggota PMKRI Cabang Malang

COMMENTS

Name

Artikel,141,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,160,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,3,BPJS,1,Budaya,38,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,183,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,579,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,38,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,60,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,280,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,50,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,114,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,71,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,294,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,258,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,419,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,20,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1148,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,38,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,88,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,20,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,20,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,71,Sumba,8,Surabaya,35,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,48,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,14,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Heeya, Kau Aktivis Hatiku
Heeya, Kau Aktivis Hatiku
https://3.bp.blogspot.com/-rZoa-ociHB4/WnNRATF05uI/AAAAAAAAAeQ/eLXXvLKb_zIJ7D-57U3E9cGYCqpswk9sQCLcBGAs/s320/Yohana%2BMarjin%2BNews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-rZoa-ociHB4/WnNRATF05uI/AAAAAAAAAeQ/eLXXvLKb_zIJ7D-57U3E9cGYCqpswk9sQCLcBGAs/s72-c/Yohana%2BMarjin%2BNews.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/02/heeya-kau-aktivis-hatiku.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/heeya-kau-aktivis-hatiku.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close