Hanya Waktu yang Bisa Memahami dan Membuktikan Hebatnya Cinta
Cari Berita

Hanya Waktu yang Bisa Memahami dan Membuktikan Hebatnya Cinta

MARJIN NEWS
2 February 2018

Cinta, dia yang selalu menjadi nafas atas segala bentuk ketidakberdayaan (Gambar: Istimewa)
Dahulu kala, ada sebuah pulau tempat semua perasaan tinggal; Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan semuanya yang lain, termasuk Cinta.

Suatu hari diumumkan bahwa pulau itu akan tenggelam, jadi mereka semua menyiapkan perahu mereka dan pergi. Cinta, satu-satunya yang tinggal.

Cinta ingin tinggal di pulau itu sampai mulai tenggelam.

Saat Cinta hampir tenggelam, ia memutuskan untuk meminta bantuan.
Kekayaan saat itu melintasi Cinta dalam sebuah perahu yang indah.

Cinta bertanya, “Kekayaan, bisakah kau membawaku bersamamu?”

Kekayaan menjawab, “Tidak, saya tidak bisa. Ada banyak emas dan perak di tangan saya di dalam perahu. Tidak ada tempat untukmu.”

Cinta memutuskan untuk meminta bantuan Kesombongan yang juga lewat, “Kesombongan, tolonglah aku!”

“Aku tidak bisa menolongmu, Cinta. Lihatlah, engkau basah kuyup dan mungkin bisa merusak perahu saya,” jawab Kesombongan.

Kesedihan jaraknya sudah dekat sehingga Cinta juga meminta bantuannya, “Sedih, biarkan aku pergi  bersamamu.”

“Oh, Cinta, aku sangat sedih, tetapi aku lebih suka pergi sendiri!” jawab Kesedihan.

Saat itu Kebahagiaan juga melewati Cinta, tapi karena ia sangat bahagia ia tidak mendengarkan saat Cinta memanggilnya.

Tiba-tiba, terdengar suara, “Ayo, Cinta, aku akan membawamu.” Itu adalah suara seorang tua.

Cinta menjadi sangat bahagia sehingga ia pun lupa menanyakan nama orang tua itu.

Ketika mereka sampai di tanah kering, orang tua itu melanjutkan perjalanannya sendiri.

Cinta bertanya kepada Ilmu Pengetahuan, tetua lain, nama orang tua yang telah membantunya tadi.
“Itu adalah Waktu,” jawab Pengetahuan.

“Waktu? Tapi kenapa Waktu membantuku?” tanya Cinta.

“Karena hanya Waktu yang mampu memahami betapa hebatnya Cinta itu,” jawab Pengetahuan.

Oleh: Redaksi marjinnews.com untuk bulan penuh cinta
Sumber: Intisari Online