Dilan Fever, Penyebab Murid Berlaku Kriminal Terhadap Guru?

Pidi Baiq harus menulis ulang novel ini jika masih mau mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Fenomena kekerasan terhadap guru selama ini bisa jadi terinspirasi dari novel ini (Foto: Istimewa)
Beberapa waktu terakhir kita dikagetkan dengan fenomena pendidikan kita yang merosot dan tidak berprikemanusiaan. Di Madura, seorang guru mengalami keretakan tulang leher yang menyebabkan ia meninggal akibat ulah anak didiknya sendiri.

Beberapa waktu sebelumnya murid SMK di sebuah kota di Indonesia membunuh seorang driver taksi online menyebabkan keluarga, terutama anak-anaknya yang masih kecil harus kehilangan kasih sayang dari sang ayah.

Saat ini beredar juga video seorang siswa menantang kepala sekolahnya berkelahi. Tidak hanya siswa berusia sekolah, mahasiswa setingkat kampus berkualitas di negara kita pun berlaku tidak sopan bahkan terhadap pemimpin negara Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo.

Bagi penulis ini merupakan persoalan serius. Ketika kita disibukkan dengan euforia pesta demokrasi yang semakin hari semakin menghangat, ada beberapa hal yang acap kali kita abaikan yaitu proses belajar anak-anak kita dalam lingkungannya sehari-hari.

Lingkungan membuat rekonstruksi pemikiran, dan pola pikir sesorang terpengaruh hingga berimbas pada tindakannya kepada keluarga, diri sendiri dan orang lain. Beberapa masalah pada paragraf pertama tulisan ini merupakan persoalan klasik yang semakin hari bukannya membaik malah semakin buruk dan menciptakan sebuah kebobrokan dalam sistem pendidikan kita.

Kita memang tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, tetapi sangat penting bagi kita merefleksikan ini sebagai fenomena sosial yang harus segera kita selesaikan bersama-sama.

Mengacu pada data-data penyebab seorang peserta didik berlaku kriminal terhadap orang lain, harus kita akui bahwa pengaruh perkembangan teknologi informasi sangatlah besar. Pelaku pembunuhan terhadap driver taksi online misalnya mengaku melakukan pembunuhan yang hanya membutuhkan waktu 7 menit itu terinspirasi dari game online yang sering mereka jajal di internet.

Contoh tersebut hanya bagian kecil namun berdampak besar ketika dipraktekan kepada orang lain. Sensasi membunuh atau melakukan tindakan kekerasan seolah menjadi sesuatu yang harus dipenuhi seorang pelajar sekarang ini.

Yang menjadi kecurigaan penulis dalam tulisan ini adalah rentang waktu tindakan kekerasan yang semakin masif terjadi dengan fenomena Dilan 1990 besutan Pidi Paiq yang membuat banyak orang dari berbagai usia menjadi demam Dilan "Dilan Fever".

Kita mengetahui bahwa Dilan adalah sosok remaja SMA kelas dua yang menjadi kebanggaan kekasihnya Milea karena kepintaran serta romantismenya. Mungkin sebagian orang hanya melihat Dilan Fever yang muncul kepermukaan adalah petikan kata-kata romantis Pidi Paiq untuk berbagai alasan.

Namun, ada beberapa adegan dalam novel Dilan 1990 itu yang menginspirasi dan disalahtafsirkan oleh beberapa remaja, terutama ketika Dilan melawan dan memukul seorang guru BP karena hal sepele dalam sebuah upacara bendera.

Jadi disitu diceritakan Dilan berbaris pada barisan yang bukan kelasnya untuk bisa lebih dekat dengan Milea. Melihat hal itu, guru BP yang sudah sejak lama tidak menyukai Dilan lantas menghardik dia menimbulkan sebuah konflik yang berimbas pada aksi melawan dan memukul guru oleh peserta didik.

Anehnya, Dilan merasa ia benar dengan alasan pembenaran sepihak dengan mengatakan begini kepada Milea "Guru BP harus berterima kasih kepada anak nakal. Kalau tidak ada anak nakal, guru BP tidak akan mendapat pekerjaan".

Ini lucu. Tetapi, tidak baik!

Pidi Baiq harus menulis ulang novel ini jika masih mau mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Fenomena kekerasan terhadap guru selama ini bisa jadi terinspirasi dari novel ini. Siapa yang tahu?

Toh kita cenderung melihat segala sesuatu karena ketidakmampuan kita merasionalkan sebuah diksi penulis novel dengan hanya mengedepankan perasaan semata. Pidi Baiq sudah terang-terangan mengatakan bahwa Dilan itu cerminan kemunduran bangsa ini.

Oleh: Andi Andur

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,162,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,182,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,570,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,37,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,278,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,62,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,291,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,257,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,416,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1136,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,37,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,68,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Dilan Fever, Penyebab Murid Berlaku Kriminal Terhadap Guru?
Dilan Fever, Penyebab Murid Berlaku Kriminal Terhadap Guru?
https://3.bp.blogspot.com/-Sw6yq01XEAw/WnhXxL88c4I/AAAAAAAAAhs/Qn504Ys-VJIoDJxlOyIS0NYE1TpxojE2ACLcBGAs/s320/Pidi%2BBaiq%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-Sw6yq01XEAw/WnhXxL88c4I/AAAAAAAAAhs/Qn504Ys-VJIoDJxlOyIS0NYE1TpxojE2ACLcBGAs/s72-c/Pidi%2BBaiq%2Bmarjinnews.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/02/dilan-fever-penyebab-murid-berlaku.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/dilan-fever-penyebab-murid-berlaku.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close