$type=carousel$cols=3

Demokrasi Tanpa Nama dan Pencerahan Ada Sebab

Pekikan demokrasi yang menawarkan kepemimpinan bermoralitas tinggi, saat ini sulit dicari ibarat mencari para perawan di rumah prostitusi ...

Pekikan demokrasi yang menawarkan kepemimpinan bermoralitas tinggi, saat ini sulit dicari ibarat mencari para perawan di rumah prostitusi (Foto: Dok. Probadi).
Fajar perpolitikan kian merekah dan inilah esensi dari negara demokrasi yang mendulang suara rakyat untuk mencari pemimpin yang bersolider terhadap masyarakat kelas teri. Menjadi cerita lama ketika melihat catatan kinerja dari para pemimpin negeri ini bahwa praktik penggelapan uang rakyat masih merajalela.

Sebuah Pertanyaan reklektif menjemput pesta demokrasi, masih relavankah berbicara tentang demokrasi atau membiarkan begitu saja bahwa demokrasi justru memukul mundur dalam menunggangi kepincangan rakyat?

Tulisan ini tidak secara eksplisit memberikan gambaran bahwa demokrasi tidak membawah berkah melainkan sekedar catatan kritis penulis dalam melihat pergolakan perpolitikan khususnya di NTT.

Menjemput Demokrasi dan Catatan Gelap    
Saat Cagub dan Cawagub berkoar di atas panggung perpolitikan, di sana terlihat wajah sumringah yang menitikberatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang Pro-Rakyat. Segala pengelundupan selama masa kepemimpinan sebelum naik daun menjadi Cagub dan Cawagub tidak pernah terpikirkan.

Dan menjadi terpikirkan ialah angan untuk membaptis diri sebagai Gubernur. Inilah realitas manusia yang punya mimpi. Lantas, kelihaian tupai dalam melompat tetap akan jatuh dan sambut pun bergayung bahwa tangan kelakarnya tertindis oleh KPK. Kamu mau kemana?

Pekikan demokrasi yang menawarkan kepemimpinan bermoralitas tinggi, saat ini sulit dicari ibarat mencari para perawan di rumah prostitusi. Sehingga jangan heran, periode kepemimpinan yang baru tidak akan merubah kesejahteraan rakyat. Walaupun retorika calon pemimpin sesuai dengan standar linguistik tertentu. Jelas, pemimpin yang diusung untuk menjadi Speaker rakyat belum menemukan diri sesungguhnya.

Alasan dasarnya ialah demokrasi kita hanya mengawang, parpol pun memiliki harga jual yang sangat tinggi sehingga pemilihan kepemimpinan setiap periode hanya gali lubang tutup lubang. Polemik pemilihan pun muncul, bagaimana cara mengatasi pemimpin yang bergaya demikian? Jawabannya ialah Exeundum e statu naturali bahwa kepemimpinan yang jernih apabila meninggalkan keadaan alamiah yaitu hasrat untuk menjadi pemimpin korup.

Rekontruksi dan Deliberatif Kepemimpinan Indonesia Menuju NTT Baru
Terlalu rumit berbicara tentang suramnya kiprah kepemimpinan di Indonesia dan mungkin sulit untuk mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan selera rakyat, apabila sistem dan rekrut calon kepemimpinan tidak diolah dengan baik.

Artinya selama sistem-sistem yang berkaitan regulasi kepemimpinan di indonesia tidak dirembuk kembali, maka tetap melahirkan pemimpin yang tidak pro-Rakyat akan mengalami peningkatan.

Oleh Karena itu, perlu kesadaran untuk merekontruksi kembali model kepemimpinan serta deliberatif rasionalitas kepemimpinan perlu dikaji untuk melahirkan kepemimpinan bermartabat. Tesis dasarnya ialah mencari dan menemukan sistem kepemimpinan yang cocok sesuai dengan kepribadian orang indonesia bukan meniru gaya kepemimpinan negara lain. Sebab, kepribadian orang Indonesia sangat berbeda dengan negara lain.

Dengan pertimbangan (deliberatif) dan rekontruksi yang memadai bukan tidak mungkin pemimpin NTT bisa menemukan fajar baru, Aufklarung. Artinya gaya pemimpin yang suka berkorup tidak terlalu memberikan ruang dalam menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi.

Fajar kepemimpinan itu juga bisa merubah stigma bahwa NTT tercatat dalam ICW menampung pemimpin korup selama periode kepemimpinan. Alhasil, demokrasi di depan mata catatan suram calon kepemimpinan perlu dipertimbangkan secara baik oleh masyarakat supaya tidak jatuh pada lubang yang sama, yaitu pemimpin yang hanya mampu beretorika baik dan menenggelamkan pelaksanaan praktis untuk membangunm peradaban masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

No Action Talk Only. Prinsip kepemimpinan ala Jokowi di sini berlaku, bahwa negeri ini tidak butuh orang yang hanya berkoar di atas panggung tetapi perlu berumput bersama masyarakat untuk merealisasikan segala janji. Karena sesungguhnya janji adalah utang yang harus dibayar.

Oleh: Agust Gunadin 
Pengagum Kata-kata Sampah San Camillo


Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,225,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,42,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,141,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,4,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,43,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,240,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,139,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,54,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,85,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,236,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,116,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,855,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,24,Prosa,1,PSK,1,Puisi,62,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,8,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Demokrasi Tanpa Nama dan Pencerahan Ada Sebab
Demokrasi Tanpa Nama dan Pencerahan Ada Sebab
https://4.bp.blogspot.com/-Rq-6tLqwjG8/WowBr6qu1ZI/AAAAAAAAC-Y/8YxpPSsD45sckSPJHlXus5F8DQcZoL1YQCLcBGAs/s320/marjinnews.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-Rq-6tLqwjG8/WowBr6qu1ZI/AAAAAAAAC-Y/8YxpPSsD45sckSPJHlXus5F8DQcZoL1YQCLcBGAs/s72-c/marjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/demokrasi-tanpa-nama-dan-pencerahan-ada.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/demokrasi-tanpa-nama-dan-pencerahan-ada.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy