$type=carousel$cols=3

Cerpen: My Valentine

Saya merasa terharu dan beruntung bisa mengenal sosok yang dewasa ini. Dia mampu membuat rasa dan cerita baru di hari kasih sayang ini. (D...

Saya merasa terharu dan beruntung bisa mengenal sosok yang dewasa ini. Dia mampu membuat rasa dan cerita baru di hari kasih sayang ini. (Dok.Pribadi)
​Sesungguhnya saya memilih untuk melanjutkan studi atau kuliah saya di luar kota bukan karena ingin mengikuti teman-teman saya yang lainnya melainkan karena jurusan atau program studi yang saya inginkan tidak ada di perguruan tinggi di kota asalku.

Oleh sebab itu, saya memilih Bali dengan alasan pertama seperti yang sudah saya katakan di atas bahwa tentunya program studi yang saya inginkan terdapat di salah satu Universitas yang terakreditasi A dan sangat terkenal di Bali.

Kedua, saya sering mendengar orang mengatakan bahwa Bali adalah salah satu kota yang cukup nyaman dan bersih serta angka kemacetannya sangat rendah jika dibandingkan dengan kota lainnya.

Ketiga, jarak kampung asal saya dengan Bali tidak terlalu jauh. Artinya, jika saya hendak pulang kampung untuk berlibur maka saya tidak repot-repot untuk transit. Yah, kira-kira lima puluh lima menit atau tujuh puluh lima menit lamanya jika menggunakan transportasi udara.

Selain itu, Bali yang sering disebut sebagai pulau seribu Pura juga mempunyai seribu keindahan yang bisa disuguhkan kepada semua orang khususnya bagi mata para pendatang di Bali. Itulah alasan-alasan saya. Walaupun tak sedikit orang juga sering mengatakan bahwa “Bali itu mahal, " namun bagi saya semuanya tergantung dari setiap individu untuk mengatur pengeluarannya sesuai dengan isi kantong masing-masing.

​Oh iya, nama saya Susi. Teman-teman di kampus dan di kos-kosan biasa memanggil saya Susi. Kalau di rumah saya dipanggil Njuk. Entahlah mengapa sampai di pangggil Njuk.

Saya sendiri pun bingung dan sempat berpikir mengapa saya dipanggil Njuk, karena jika mengetahui nama lengkap saya yakni Maria Susanti Putri saya rasa tidak ada kaitannya sedikit pun. Tetapi sudahlah, saya tidak mau mempermasalahkannya di sini, biar itu menjadi urusan orang-orang di rumah.

​Saya mempunyai seorang teman laki-laki yang sangat akrab dan terkadang dia bisa menjadi kakak buat saya, karena itu tak jarang pula kami sering berkelahi akibat tidak sependapat dan hal lain sebagainya. Tapi sebenarnya hubungan kami lebih dari itu. Mungkin bisa disebut pacaran.

Namanya Ramli. Umurnya setahun di atas saya. Hobinya bermain gitar. “Kak Ramli”. Begitulah saya biasa memanggilnya. Mungkin karena kebiasaan sejak masa ospek. Dulu kami diwajibkan memanggil senior atau panitia pelaksana ospek dengan sebutan kakak atau kating (kakak tingkat).

Masih saya ingat, saya dan juga teman-teman lainnya sering dikerjain oleh para kating atau kakak panitia. Sewaktu itu, yang sering mencari kesalahan saya adalah kak Ramli. Pokoknya saya juga sering dihukum oleh kak Ramli jika saya didapatinya melakukan kesalahan sekecil apa pun itu. Dan salah satu kakak panitia yang saya takuti waktu itu adalah kak Ramli juga.

Entahlah, di zaman itu saya melihat kak Ramli sangat serem pokoknya “horor”. Mungkin karena waktu itu kumisnya belum terurus ditambah dengan rambutnya yang panjang sebahu seperti tidak terawat.

​Terkadang saya merasa aneh dengan penilaian teman-teman di kampus. Mereka menilai kak Ramli sebagai sosok lelaki yang so sweet. Padahal dalam keseharian saya merasa biasa-biasa saja. Tidak seperti pasangan lain yang tiba-tiba saja mendapat kiriman bunga dari pasangannya, kiriman chocolate atau hal lainnya yang bersifat kejutan atau surprise. Paling ya dihari ulang tahun.

Tapi, rasanya kan wajar saat perayaan ulang tahun seseorang mendapat kejutan dari orang di sekelilingnya misalnya orangtua, teman, pacar, gebetan, mantan, selingkuhan atau siapa pun itu. Jadi saya kurang setuju dengan penilaian orang-orang di sekitar terutama teman-teman di kampus yang mengatakan bahwa kak Ramli itu romantis.

No! Memang pacar saya itu baik. Dia sering membantu jika saya kesulitan dalam hal penugasan yang diberikan oleh dosen, membantu dan menemani mencari literatur di perpustakaan atau di toko-toko buku bahkan memberikan solusi atau nasihat atas suatu permasalahan yang berkaitan dengan dunia kampus.

Mungkin hal di atas juga yang membuat teman-teman saya berpendapat bahwa pacar saya itu romantis. I don’t know?!

​Rabu, 7 Februari 2018.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.15 WITA. Itu berarti saya sudah terlambat lima belas menit, sementara jadwal mata kuliah pertama hari ini dimulai pukul 08.00 WITA. Saya langsung mencabut kunci motor dan berlari dari tempat parkiran menuju ruangan kelas.

Sambil mempercepatkan langkah menuju ruangan kelas nomor 17 di lantai tiga saya menyempatkan diri untuk melantunkan doa di dalam hati agar tidak mendapat sanksi dari dosen yang terkenal sebagai dosen yang killer di kampus. Saya melihat pintu masih terbuka, suasana di kelas terdengar sangat ramai. Dengan mengambil nafas panjang sebanyak tiga kali saya pun memeberanikan diri untuk masuk ke ruangan 17.

Saya menghampiri Marta yang sedang asyik dengan gadget-nya di kursi barisan paling depan.

“Mar, kok kelasnya ramai kayak di pasar?”

“Iya Sus, dosennya nggak masuk. Katanya ada upacara keagamaan di rumahnya. Terus beliau meninggalkan pesan supaya kita belajar ulang materi yang sudah diberinya kemarin”

“Oh gitu ya, thanks ya Mar untuk informasinya. By the way, itu yang di belakang lagi asyik ngomongin apa sih? Heboh banget” tanya saya penasaran.

“Iya Sus, itu lagi ngomongin rencana hari valentine nanti. Aku dengar sih,  jurusan kita bakal ngadain acara tukar kado gitu antara ating (adik tingkat) dengan kating. Seru kan Sus?” Jelas Marta semangat.

"Mau tukaran apa kamu sama kak Ramli nanti Sus?” lanjut Marta.

"Aku sih maunya tukaran kado sama kak Markus yang suaranya bagus itu Sus” Sambung Marta tanpa memberikan saya waktu untuk berbicara.

“Iya, iya. Kamu bilang aja sama kakaknya. Siapa tau dia juga mau tukaran kado sama kamu. Tapi saranku sih kamu harus cari tau dulu, kak Markus udah punya pacar atau belum”

“Ok Sus, thanks ya sarannya. Oh iya, nanti barengan yuk belanja kadonya. Gimana?”

“Aku sih yes. Malam minggu aja gimana?” Responku semangat.

“Ok. Nanti jemput aku ya di rumah. Soalnya motorku masih di bengkel” Mohonnya manja sambil menggosok-gosok tangannya.

“Iya, iya. Nanti tak jemput” jawabku meyakinkan.

​Sepulang kampus, saya langsung kembali ke kos. Mengambil laptop dan meletakannya di atas tempat tidur lalu melanjutkan drama korea yang tersisa satu episode lagi. Kira-kira di menit terakhir drama, samsung saya bergetar. Saya pun dengan semangat meraih benda persegi panjang yang kecil dan cukup berat itu.

“Iya kak. Ada apa?"

“Tadi kamu ke kampus nggak?” tanyanya dengan suara yang terdengar berat.

“Iya kak, Ada apa?”

“Kok kakak seharian gak lihat kamu. Di kampus juga enggak ketemu. Apa kamu enggak ke kampus hari ini?”

“Enak aja” sambarku.

"Hari ini aku cuman dua mata kuliah. Dari jam 08.00-10.30. Lanjut lagi dari jam 10.30-12.30. Jadi nggak ada jeda sedikit pun. Ke kantin aja aku nggak sempat. Setelah kuliah kelar aku langsung balik ke kosan lagi kak” Jelas saya dengan nada sedikit tinggi dan tanpa memberitahu bahwa mata kuliah yang pertama tidak di isi karena dosennya yang berhalangan.

“Oh, gitu ya. Jawabnya biasa aja dong” tanggapnya mencairkan suasana.

"Oh iya, udah dulu ya, nanti kalau sudah sampai di kos kakak telepon lagi. Jangan lupa makan siang yang adikku sayang, biar maagnya gak kambuh lagi”

“Iya. Iya." Jawabku sedikit kesal.

​Sabtu, 10 Februari 2018.
Seperti perjanjian kami beberapa hari yang lalu, maka malam ini saya dan Marta akan membeli kado untuk persiapan di acara 14 Februari mendatang.

Setelah bersiap-siap saya langsung menjemput Marta. Setibanya di mall, kami sempat kebingungan harus membeli apakah untuk dijadikan kado. Namun, seketika itu juga Marta mempunyai ide untuk  bertanya kepada karyawan muda yang tengah sibuk membungkus kado pesanan orang lain.

Dan finally, saran karyawan itu juga bisa diterima. Setelah itu, kami langsung mencari barang-barang tersebut kemudian membawanya ke kasir untuk dibayar dan langsung meminta karyawan tadi untuk membungkus kado itu.

​Rabu, 14 Februari 2018
Kini hari yang banyak dinantikan oleh banyak orang khususnya para remaja sudah tiba. Valentine day. Pagi-pagi sekali. Aku mendapat ucapan happy valentine day dari kak Ramli. Kira-kira pukul 07.00 WITA, kak Ramli sudah tiba di depan halaman kos.

Saya yang sudah siap-siap dan merias wajah sejak pukul 05.00 WITA semakin deg-degan dan penasaran dengan kado apa yang akan saya terima dari pacar saya di hari kasih sayang ini. Tidak terkecuali, semua perempuan terlihat sangat beda malam ini jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Ada yang memakai lipstik berwarna pink, merah, ungu dan sebagainya dengan gaya masing-masing. Ketika acara dibuka, semuanya terlihat sudah duduk dan berdiri dengan pasangannya masing-masing. Termasuk saya dan kak Ramli.

Saya sempat cemas karena sedari tadi tidak melihat kak Ramli memegang kotak atau bingkisan kado seperti yang lainnya. Tapi seketika itu juga saya langsung berpikir mungkin itu salah satu cara kak Ramli membuat kejutan. Beberapa menit kemudian, MC menyampaikan beberapa mata acara diantaranya mengucapakan happy valentine untuk semua yang ada di ruangan acara, ungkapan perasaan untuk orang yang disayang atau hendak dijadikan gebetan atau pacar dan yang terakhir adalah acara tukar kado.

Tibalah, diacara yang terakhir yaitu tukar kado. Kak Ramli tiba-tiba menarik saya dan membawa saya pulang ke kos. Hal inilah yang membuat saya sedikit cemas dan sedikit penasaran.
Sesampainya di kos.

“Sekali lagi, happy valentine day sayang” ucapnya sambil memegang kedua tangan saya.

Tanpa basa basi, saya langsung memberikan kotak berbentuk jantung itu kepada kak Ramli. Tak lupa pula dengan setangkai mawar merah yang sangat cantik itu. Betapa terkejutnya saya ketika pacar saya sendiri memberikan kembali kotak yang sudah saya siap beberapa hari yang lalu itu.

“Kenapa di kasi ke aku lagi kak? Ini buat kakak dari aku” tanyaku bingung dengan nada sedih.

“Susi, dengar baik-baik. Apa pun isi dalam kotak itu kakak nggak akan terima. Kakak sudah tau kalau kamu sudah merencanakan semuanya seminggu yang lalu dengan Marta. Waktu kamu membelinya juga kakak tau karena saat itu kita ada di tempat yang sama. Kakak tetap mengahargai pemberian kamu, tetapi alangkah lebih baik kamu mungkin bisa menjualnya lagi untuk membeli buku atau keperluan kampus lainnya. Percayalah, walau kamu nggak kasi sesuatu pun, kakak tetap sayang sama kamu asal kamu tetap jadi diri sendiri dan membanggakan orang-orang di sekitar kamu. Bukan berarti juga kakak pelit sama kamu sehingga nggak kasi sesuatu yang mewah ke kamu tapi karena setelah kakak pikir-pikir kado yang nantinya kakak kasi ke kamu itu tidak ada artinya denga rasa sayang kakak ke kamu. Ingat, valentine itu bukan berarti harus memberikan kado yang mahal buat pasangannya tapi yang paling penting adalah sudahkah kamu memberikan kasih sayang kepadanya dan seberapa besar kamu memberikan kasih sayang itu kepada orang yang kamu sayang” jelasnya panjang.

“Oh iya, ini chocolate kesukaan kamu. Bukan karena hari ini hari valentine. Tapi kakak memang pengennya kasi kamu chocolate sekarang. Jadi, yang kakak terima hanya mawar cantik ini untuk simpan di kosan kakak. Terimakasih ya” Lanjutnya sambil mengecup keningku.

Sesaat saya tidak berucap. Saya merasa terharu dan beruntung bisa mengenal sosok yang dewasa ini. Dia mampu membuat rasa dan cerita baru di hari kasih sayang ini.

“Satu lagi. Perkurangkan nonton drama korea biar hidup nggak banyak drama. Apalagi film Dilan yang sering kamu cerita ke kakak, biar nggak cepat baper (bawa perasaan) kayak anak SMA” tegasnya sambil mengeratkan pelukan yang sedari tadi, yang entah siapa yang memulai, saya pun tidak tahu.

Oleh: Desi Dugis
Mahasiswa Jurusan Antropologi Udayana, Bali

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,2,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,227,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,42,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,141,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,44,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,241,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,139,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,55,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,238,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,116,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,859,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,25,Prosa,1,PSK,1,Puisi,63,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,9,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Cerpen: My Valentine
Cerpen: My Valentine
https://2.bp.blogspot.com/-kre3eWlV2Bw/WoMPjjA6oEI/AAAAAAAABp0/WQk3-QUb9NM_MwXLrhFRgoGaWoo4tkQigCLcBGAs/s320/photo_2018-02-14_12-16-44.png
https://2.bp.blogspot.com/-kre3eWlV2Bw/WoMPjjA6oEI/AAAAAAAABp0/WQk3-QUb9NM_MwXLrhFRgoGaWoo4tkQigCLcBGAs/s72-c/photo_2018-02-14_12-16-44.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/cerpen-my-valentine.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/cerpen-my-valentine.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy