Cerita WPS (Wai Punga Seo) dari Nuabosi
Cari Berita

Cerita WPS (Wai Punga Seo) dari Nuabosi

3 February 2018

Ubi Nuabosi adalah salah satu jenis ubi khas Kabupaten Ende yang mana struktur daging ubi tidak berserat dan bila telah diolah, maka akan terasa lembut di lidah dengan cita rasa khas gurih, lezat dan enak dibandingkan dengan jenis ubi lainnya, apalagi jika ditemani dengan sambal tomat atau sambal lainnya yang menambah selera. (Foto: ER)
Marjinnews.com - Wai Punga Seo (WPS) merupakan sebuah makanan, mirip stik yang merupakan hasil olahan dari salah satu komuditas unggulan serta makanan khas masyarakat Kab. Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur yakni ubi Nuabosi.

Sebelum bicara terkait Wai Punga Seo ini, tak elok kalau kita tidak mengetahui cerita singkat tentang ubi/singkong yang dari cita rasanya kerap dianggap lebih istimewa dari singkong di daerah - daerah lainnya.

Tak muluk - muluk, penanaman ubi di Flores pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke -16 oleh Bangsa Portugis yang benihnya didatangkan dari Brasil dan sejak awal abad ke -19 ubi telah ditanam secara komersial.

Ubi Nuabosi adalah salah satu jenis ubi khas Kabupaten Ende yang mana struktur daging ubi tidak berserat dan bila telah diolah, maka akan terasa lembut di lidah dengan cita rasa khas gurih, lezat dan enak dibandingkan dengan jenis ubi lainnya, apalagi jika ditemani dengan sambal tomat atau sambal lainnya yang menambah selera.

Uh, rasanya tak boleh dijelaskan semua. Yang penasaran langsung aja sambangi kampung yang letaknya di sebelah Selatan Kabupaten Ende ini. Di sana, masyarakatnya ramah, alamnya bersahabat dan sedang merindukan sentuhan yang spiritnya adalah perubahan untuk kebaikan bersama.

Oke. Sudah dulu ya cerita singkat terkait asal muasal dari ubi Nuabosi. Sekrang kita telusuri tentang produk yang kerap disingat WPS ini.

Menariknya WPS ini ditemukan oleh salah satu keluarga di Nuabosi, yang sebelumnya tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai cara untuk mendongkrak ekonomi keluarga.   Pasangan Bapak Yos Rande dan Ibu Imel (keduanya berprofesi sebagai perawat yang bekerja pada satu - satunya puskesmas di Nuabosi) menemukan produk ini secara tidak sengaja.

Pada suatu waktu, mertua dari Ibu Imel yang sudah lanjut usia ingin mengkonsumsi Ubi. Namun jika ubi yang akan dikonsumsi oleh mertuanya seperti biasa (dalam bentuk potongan - potongan kecil) jelas sekali tidak bagus. Malahan mengganggu mertuanya apalagi giginya cuman tinggal satu.

Mencari solusi atas soal itu, menantu yang baik ini akhirnya mulai berkreasi, sampai pada suatu titik Ibu Imel menemukan caranya. Ubi itupun dihaluskan, diolah lagi sampai bisa dimakan oleh mertuanya. Tak berhenti sampai disitu akhirnya ada ide untuk digoreng ubi yang sudah dihaluskan itu hingga jadilah WPS.

Eh, penting itu diketahui juga. Nama Wai Punga Seo itu diambil dari bahasa Ende yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, artinya ubi yang dikukus kemudian digoreng.

WPS inipun akhinya diminati oleh banyak orang. Pasarannya hari ini sudah sampai di luar Provinsi NTT. Dan pesanan dari berbagai daerah terus berdatangan.

Penulis : Efraim Reda
Editor    : Remigius Nahal