Cari Kerja, Perempuan Asal Manggarai Timur Dianiaya Satpol PP Hingga Babak Belur
Cari Berita

Cari Kerja, Perempuan Asal Manggarai Timur Dianiaya Satpol PP Hingga Babak Belur

6 February 2018

Pelaku terus menyerang Kristina dengan membabi buta. Kristina Sulasti Minda sempat mengatakan bahwa dia adalah seorang wanita namun kenapa dianiaya seperti itu. (Foto: Ilustrasi )
Denpasar, Marjinnews.com – Aksi penganiayaan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Kuta Utara. Yang menjadi korban adalah seorang wanita bernama Kristina Sulasti Minda, 26, asal Dusun Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara.

Wanita asal Manggarai Timur Flores NTT ini, mengaku diserang secara itu-tiba oleh pelaku yang diduga kuat adalah oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sebab, baju yang dipakai oleh pelaku dan ID card yang diperlihatkan pelaku bertuliskan Satpol PP.

Menurut paman korban Yulius Maldini, aksi sadis itu bermula ketika korban bertandang ke tempat kos temannya di Dusun Tegaljaya untuk membuat lamaran untuk bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Kuta Utara.

Dalam perjalan pulang dari kos teman menuju kosan korban  di kawasan Pantai Barawa, mengendarai sepeda motor, tiba - tiba diserang pelaku dengan memukul punggung korban menggunakan tangan kosong.

“Saat kejadian, korban baru keluar dari gang kosan temannya. Keponakan saya pun kaget dan shok. Sebab diserang secara tiba-tiba,” tuturnya.

Lantaran dipukul tanpa ada alasan yang jelas, korban kemudian berhenti dan menanyakan alasan pemukulan tersebut.

Namun pelaku terus menyerang Kristina dengan membabi buta. Kristina Sulasti Minda sempat mengatakan bahwa dia adalah seorang wanita namun kenapa dianiaya seperti itu.

Masih saja pria misterius berpakaian Pol PP ini terus menganiaya Kristina. Korban di tendang dan di pukul menggunakan tangan kosong.

 “Akibatnya, korban mengalami sesak nafas, luka lebam pada bagian wajah dan nyeri pada rahang bagian kiri. Tak terima ia langsung pulang ke kos dan menelepon saya selaku pamannya,” ucap sang paman.

“Pelaku sempat bilang, mau tahu siapa saya? Lalu dia menunjukkan tuliskan Satpol PP di baju kaos yang sedang dia pakai dan ID card ada tulisan Satpol PP. ID nya sempat disodorkan ke dalam mulut keponakan saya,” bebernya.

Kejadian itu lalu dilaporkan ke Polsek Kuta Utara. “Kita sudah visum di RS Kapal dan kita sudah laporkan ke polisi tapi belum di BAP,” bebernya. (RN/MN)