Cabuli Anak Kandung Sendiri, Seorang Ayah Dikejar Polisi di Kefamenanu
Cari Berita

Cabuli Anak Kandung Sendiri, Seorang Ayah Dikejar Polisi di Kefamenanu

7 February 2018

Kasat Reskrim TTU, Iptu Nyoman Gede Arya (Foto: Teni Jenahas)
Kefamenanu, marjinnews.com - Dua saksi kunci masing-masing JH dan BEB kini masih dikejar polisi di Kefamenanu.

JH merupakan saksi kunci kasus kematian Fransiska Maria Seran alias Ikha Seran yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri di kamar kosnya di kompleks BTN.

Sedangkan BEB adalah ayah kandung korban yang diduga mencabul anaknya lebih dari satu kali.
Hingga kini, aparat kepolisian Polres TTU masih mencari keberadaan kedua orang tersebut.

Kapolres TTU, AKPB Rishian Krisna Budiaswanto melalui Kasat Reskrim Iptu. Nyoman Gede Arya mengatakan hal itu kepada Pos Kupang saat dikonfirmasi, Rabu (7/2/2018).

Menurut Nyoman seperti dilansir kupang.tribunews.com, polisi masih mencari keberadaan kedua saksi JH dan BEB.

Menurut Nyoman, sesuai informasi yng dilacak menggunakan satelit, saksi JH diperkirakan berada di Kupang.

Polisi sudah mencarinya di Kupang namun sampai saat ini belum ditemukan.

"Kita cari menggunakan bantuan polisi di daerah lain dan kita juga pakai petunjuk satelit. Kapan hari sesuai petunjuk satelit dia ada di sekitar Kupang, tetapi anggota ke sana tidak ditemukan," kata Nyoman.

Polisi juga terus berupaya mencari saksi BEB yang diduga sebagai pelaku pencabulan anak kandung. Saksi BEB ini diinformasikan berada di Atambua Kabupaten Belu. Selama ini, polisi sering melakukan pencarian namun tidak ditemukan di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pencarian.

Menurut Nyoman, kasus kematian Ikha Seran masih dalam penyelidikan polisi. Polisi belum menghentikan penyelidikan karena dinilai belum tuntas.

Hal serupa juga dengan kasus pemerkosaan anak kandung. Kasus itu masih dalam penyelidikan dan saksi kuncinya masih dikejar polisi. (AA/KT/MN)