Bupati Tidak Mau Bertemu, Unjuk Rasa Mahasiswa di Sidoarjo Belangsung Ricuh
Cari Berita

Bupati Tidak Mau Bertemu, Unjuk Rasa Mahasiswa di Sidoarjo Belangsung Ricuh

1 February 2018

Sejumlah mahasiswa adu jotos dengan aparat kepolisian dalam unjuk rasa di Sidoarjo, Jawa Timur (Foto: Suparno)
Surabaya, marjinnews.com - Unjuk rasa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan kantor Pemkab Sidoarjo berlangsung ricuh. Mahasiswa dan polisi adu jotos.

Mahasiswa yang tergabung dalam PMII menuntut janji-janji Bupati Sidoarjo yang akan menyejahterakan rakyat. Mahasiswa menganggap masih banyak aspek-aspek yang belum terpenuhi, terutama di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, serta pertanian dan pangan. Sidoarjo sudah genap berusia 159 tahun seperti dilansir dari detik.com.

"Kedatangan kami ini ingin menemui Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Agar janjinya untuk mensejahteran masyarakat di penuhi, " kata Ketua PMII se-Sidoarjo Lucky Eka Adi Setyawan di lokasi, Kamis (1/2/2018).

Lucky menambahkan, saat ini Sidoarjo sudah berusia 159 tahun. Di usia yang sudah sangat tua ini masih banyak aspek-aspek yang belum terpenuhi seperti aspek pendidikan, aspek lingkungan, aspek kesehatan, dan aspek pertanian serta pangan.

"Untuk pendidikan masih banyak kasus pungli, sedangkan untuk lingkungan setiap tahun di Sidoarjo ini pasti banjir. Untuk aspek kesehatan, masih banyak masyarakat yang belum terjangkau oleh rumah sakit, seperti Sidoarjo barat. Sementara aspek pertanian, di Sidoarjo ada 11 tipe penggunaan lahan pertanian, namun saat ini lahan pertanian dan tambak berubah menjadi lahan pemukiman," tambah Lucky.
Sejumlah massa aksi memanjat pagar hendak menemui bupati Sidoarjo (Foto: Suparno)
Dalam orasinya mahasiswa menuntut bertemu bupati dan wakilnya. Karena tak mendapatkan tanggapan, para mahasiswa sempat memanjat pintu pagar kantor pemkab.

Karena tak ditemui, mahasiswa kemudian berjalan kaki menuju Pendopo Delta Wibawa yang saat itu sedang dilaksanakan Pelantikan Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator. Mahasiswa yang tak diperbolehkan masuk kemudian memberikan sebuah hadiah di ulang tahun Sidoarjo yang ke 159.

Hadiah itu berupa sebuah kotak berukuran sekitar 75 cm. Kemudian kotak tersebut dibakar di depan Pendopo Delta Wibawa. Muncul kobaran api cukup besar. Polisi berusaha memadamkan kobaran api dengan menyemprotkan alat pemadam ringan (apar). Pada saat itulah terjadi kericuhan.

Mahasiswa tak mau dibubarkan oleh polisi. Mereka pun saling dorong yang berujung pada saling memukul antara mahasiswa dengan polisi. Mahasiswa pun akhirnya bubar karena tak lama setelah itu hujan turun.

"Kami kecewa karena tidak ditemui. Lebih kecewa lagi motor kami digembosi oleh oknum. Dalam waktu dekat kami akan datang lagi melakukan kegiatan yang sama," pungkas Lucky. (AA/DC/MN)