Boni Hargens, Rizieq Sihab Simalakama Para Elite Politik Pemburu Rente

Boni Hargens mengatakan bahwa RS merupakan sosok yang paling ditunggu-tunggu oleh para politisi pomburu rente di tanah air untuk menjalank...

Boni Hargens mengatakan bahwa RS merupakan sosok yang paling ditunggu-tunggu oleh para politisi pomburu rente di tanah air untuk menjalankan strateginya (Foto: Istimewa)
Jakarta, marjinnews.com - Selentingan beredar bahwa Rizieq Sihab (RS) hari ini tiba di tanah air. Bahkan Kepolisian Republik Indonesia merepsons dengan serius baik dari segi pengamanan maupun dari aspek penegakan hukum. Ketika bergulir kabar pembatalan kedatangan Rizieq ke tanah air, muncul informasi bahwa pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu akan tiba subuh 22 Februari 2018 nanti. Benarkah begitu? Apa untung ruginya?

Dalam rilis yang diterima marjinnews.com, Rabu (21/2) pengamat politik Boni Hargens mengatakan bahwa RS merupakan sosok yang paling ditunggu-tunggu oleh para politisi pomburu rente di tanah air untuk menjalankan strateginya.

Sebelum kabar kedatangan beredar, sudah berkembang spekulasi bahwa pemerintah perlu berdamai dengan bekas pemimpin gerakan massa 212 dan 411 itu untuk menjamin stabilitas politik menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Entah siapa yang memainkan bola ini, yang jelas ini perhitungan pragmatis yang serba salah.

"Gagasan itu menurut saya datang dari para politisi pemburu rente (rent-seeking politicians) yang ingin menjebak pemerintah dalam pusaran politik radikal. Ada benarnya bahwa islah dengan kubu RS adalah peluang untuk menurunkan tensi politisasi agama dan radikalisasi di ruang publik. Tetapi apakah itu pilihan yang bijaksana saat ini?" tulis Boni dalam rilis itu.

Boni mengatakan, RS sudah menjadi simalakama. Kalau dia kembali ke tanah air, lalu strategi para pemburu rente itu dijalankan, maka guncangan besar akan terjadi. Mereka yang ingin melawan pemerintah dan memainkan politik identitas akan melihat ini sebagai preseden untuk menjadi pahlawan.

"Mitos heroisme di kalangan kelompok radikal akan terus menguat meskipun secara politik, barangkali benar bahwa ada stabilitas yang terbangun. Tapi itu stabilitas sementara. Kalau RS kembali ke tanah air dan langsung ditahan oleh Polri, maka itu pilihan yang seharusnya" kata pengamat politik itu.

Selain itu, Boni Hargens juga menekankan soal penegakan hukum yang ideal di Indonesia terutama soal isu-isu sentral seperti radikalisme.

"Idealnya memang harus begitu. Penegakan hukum tidak pandang buluh. Penegakan hukum harus mendahului kepentingan politik. Taruhan termahal adalah integritas institusi kepolisian. Polri telah bekerja keras dan telah memperlihatkan komitmen yang tiada taranya dalam melawan radikalisme" tulis Boni.

Polri telah membantu menjaga pemerintahan Jokowi dengan segala risikonya. Maka, membebaskan RS dari proses hukum adalah pukulan telak untuk Polri dan dunia penegakan hukum di tanah air.

Efek ganda dari penguluran proses hukum terhadap HR menurut Boni pada akhirnya berimbas pada pemerintahan Jokowi yang akan menuai kritik dan kontraproduksi yang fatal dari publik.

Pilihan lain menurut pemuda asal NTT itu  adalah RS tidak kembali ke tanah air.

Menurutnya, hal ini berdampak ganda seperti: penyelesaian hokum kasus RS akan terus mengambang dan akan melanggengkan narasi radikal yang mengelabui kasus hukum RS dengan stigma “kriminalisasi”, “penzoliman terhadap ulama”, dan bahkan dituduh antiIslam.

"Tuduhan seperti ini makin subur dan menguat menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019. Kenapa? Karena kelompok radikal tidak bekerja sendirian. Ada kekuatan politik yang mengais untung dari kenyataan ini. Mereka memanfaatkan militansi dari kelompok RS untuk meraih kekuasaan" ungkap Boni.

Menurut Boni, politisasi SARA adalah jalan paling buruk dan paling hina dari semua jalan dalam meraih kekuasaan.
loading...

"Kalau dilihat dari aspek politik dan hukum, pilihan RS tidak kembali ke tanah air adalah pilihan yang terbaik saat ini" katanya.

Secara politik, hal itu akan membantu mencegah terjadinya peluang meluasnya pengaruh kelompok RS dalam politik Pilkada dan Pilpres 2019, dan  menutup peluang bagi pemburu rente untuk menjebak Jokowi dalam relasi pragmatis dengan kubu RS atas nama “stabilitas politik”.

"Secara hukum, tidak kembalinya RS tidak berarti hukum kalah. Ini hanya masalah waktu. Sementara, keuntungan yang diraih, Polri tidak perlu menguras energi menghadapi para pendukung RS dan potensi meluasnya pengaruh RS apabila ia berada di tanah air" tutup Boni. (AA/MN)

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,5,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,43,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,144,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,244,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,143,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,39,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,344,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,88,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,6,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Boni Hargens, Rizieq Sihab Simalakama Para Elite Politik Pemburu Rente
Boni Hargens, Rizieq Sihab Simalakama Para Elite Politik Pemburu Rente
https://2.bp.blogspot.com/-fEDhSWBfhHc/Wo0nXO0QbMI/AAAAAAAAC_Y/Q3bFYe0f0g43LEU019LQdln1Xv8tqBwOwCLcBGAs/s320/Boni%2BHargens.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-fEDhSWBfhHc/Wo0nXO0QbMI/AAAAAAAAC_Y/Q3bFYe0f0g43LEU019LQdln1Xv8tqBwOwCLcBGAs/s72-c/Boni%2BHargens.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/02/boni-hargens-rizieq-sihab-simalakana.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/02/boni-hargens-rizieq-sihab-simalakana.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy