Bantu Balita Bocor Jantung Asal Manggarai, Mahasiswa Manggarai-Bali, Gelar Penggalangan Dana
Cari Berita

Bantu Balita Bocor Jantung Asal Manggarai, Mahasiswa Manggarai-Bali, Gelar Penggalangan Dana

12 February 2018

Kegiatan ini nantinya direncana akan berlanjut selama beberapa hari kedepan untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com - Penderitaan yang dialami oleh Balita asal Kampung Sok, Desa Compang Ndejing, Kabupaten Manggarai Timur Flores NTT terus mendapat simpatik dari berbagai kalangan.

Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa asal Manggarai yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di Bali hari Senin 12 Januari 2018.

Mereka melakukan penggalangan dana untuk Aquino penderita bocor jantung dan terlahir tanpa lubang anus dengan melakukan kegiatan "Ngamen" di lapangan Puputan Denpasar.

Gio Dapang, Mahasiswa asal Manggarai yang ikut terlibat dalam penggalangan dana tersebut mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ngamen ini adalah untuk meringankan beban kedua orang tua dari Aquino yang saat ini tengah mengalami kekurangan dana untuk pembiaayan hidup selama ini di Bali.

Lanjut Gio, kegiatan ini nantinya direncana akan berlanjut selama beberapa hari kedepan untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin.

"Setidaknya hasil dari kegiatan ngamen ini cukup untuk menutupi kebutuhan hidup selama beberapa waktu kedepan dari kedua orang tua dari Aquino selama beberapa waktu kedepan". Pungkas Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Warmadewa tersebut.

Kegiatan ngamen yang dimulai hari ini berdasarkan laporan Mahasiswa yang telah melakukan "ngamen" itu, mereka telah mengumpulkan dana kurang lebih Rp. 304.000.

Kegiatan ini bersamaan juga dengan program kerja dari Komunitas Lapak Pustaka (Lapuk) Bali yaitu menggelar baca gratis di Lapangan Puputan Denpasar Bali.

Seperti diberitakan sebelumya, Keluarga asal Kampung Sok, Desa Compang Ndejing, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ini awalnya membawa bayi itu ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Ben Mboi di Ruteng.

Di sana, Thomas menjalani operasi kolostomi, membuat lubang di bagian perutnya.

Namun, tantangan bagi keluarga ini tidak hanya sampai di situ.

Beberapa bulan lalu, Thomas lagi-lagi divonis menderita penyakit lain yang tidak kalah berat: jantungnya bocor.

Karena keterbatasan fasilitas dan tenaga medis  di RSUD Ben Mboi, pengobatan Thomas pun dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, Bali.

“Di Bali, kita sudah hampir empat bulan lebih,” kata Gregorius saat ditemui di RS Sanglah.

Sejak awal, pihak rumah sakit menyarankan mereka untuk menjalani rawat jalan, hal yang kata dia memicu masalah lain.

Selama “proses rawat jalan, kondisi anak saya semakin parah,” katanya.

Melihat situasi demikian, pada Rabu lalu, 7 Februari, pihak RS memutuskan agar Thomas dirawat inap.

Kini, keluarga kecil ini melewati hari-hari mereka di Ruangan Angsoka, Lantai 3 Nomor 5, RS Sanglah.

Di ruangan itu, Thomas tampak hanya berbaring lemas. Sesekali, ia menangis ketika hendak buang air besar.

Kata Gregorius, sakit anaknya makin kompleks. Tidak hanyabocor jantung dan haemoglobinnya rendah, tetapi juga demam, batuk dan pilek.

“Bahkan pernah, karena demam, bibirnya berwarna coklat kehitam-hitaman. Makanya, saya dan istri saya sangat cemas,” kata pria yang berprofesi sebagai petani ini sambil menitikan air mata.

Ia menjelaskan, para dokter sudah berjanji akan segera menangani Thomas.

“Yang saya dengar dari dokter, masih akan tetap dirawat intens, tetapi masih butuh waktu lama (untuk operasi),” katanya.

Ia menjelaskan, ditargetkan sekitar 2 atau 3 bulan lagi.

“Sebenarnya dari hari Kamis kemarin sudah ditangani untuk operasi, tapi karena kondisi fisik dari anak saya belum fit karena sering panas, makanya ditunda dulu,”  katanya.

Operasi jantung, jelasnya, akan jadi prioritas, baru setelahnya pembuatan lubang anus.

Ia mengatakan, biaya untuk rumah sakit ditanggung oleh BPJS. Namun, ia mengaku kini butuh biaya lain, selama mereka ada di Bali.

“Untuk kebutuhan hidup serta pembelian obat membutuhkan biaya yang cukup banyak. Saya sangat berharap, kami bisa mendapat perhatian khusus dari pemerintah,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelum ke Bali, mereka sudah mengajukan berkas permohonan bantuan ke Dinas Sosial Matim.

Namun, kata dia, pihak dinas menjawab, bantuan belum bisa diberikan karena ada masalah yang tidak dijelaskan secara rinci.

Dinas Sosial pun mengarahkan dirinya untuk coba membawa berkas tersebut ke Bagian Kesejahteraan Masyarakat.

Namun, katanya, sejak itu belum ada tindak lanjut dari para birokrat di kabupaten yang dipimpin Bupati Yoseph Tote itu.

Saat ini Geregorius Goang, orang tua dari Aquino, tidak punya uang untuk bayar penginapan serta untuk beli makan bersama sang istri.

Lanjut Geregorius, dirinya sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak yang ingin membantunya dalam meringankan beban penderitaan yang tengah dia alami saat ini.

Bantuan yang diberikan untuk bisa meringankan beban dari orang tua Aquino ini bisa disalurkan melalui
No: Rekening BNI 0426236295.
Atas Nama:Hendrikus Djenarus. (RN/MN)