Bagi Dahlan Iskan, Marianus Sae Bupati yang Istimewa dengan Program Populisnya
Cari Berita

Bagi Dahlan Iskan, Marianus Sae Bupati yang Istimewa dengan Program Populisnya

17 February 2018

Marianus Sae juga memberi contoh. Tidak memerintahkan stafnya melakukan pengadaan mobil dinas baru. Ia malah memakai mobil Kijang tua (Foto: Istimewa)
Kupang, marjinnews.com -Terlepas dari kasus hukum yang menimpanya, Bupati Ngada Marianus Sae ternyata dicintai masyarakatnya.

Salah satu indikasinya, Marianus Sae berhasil memenangi Pilkada Ngada 16 Desember 2015.
Ini merupakan kemenangan yang kedua kali. Bersama pasangannya, Paulus Soliwoa berhasil mendulang 52.164 suara atau 68,05 persen.

Perolehan suara ini lebih besar jika dibandingkan perolehan suara Marianus Sae-Paulus Soliwoa pada Pilkada 2010, yakni 43,85 persen.

Padahal saat Pilkada 2015 isu Marianus Sae menghamili pembantu sangat gencar dimainkan lawan-lawan politiknya.

Perolehan suara fantastis itu disebabkan masyarakat yang merasa puas dengan kepemimpinan Marianus-Paulus periode pertama (2010-2015).

Kepuasan itu menumbuhkan kepercayaan. Setelah terpilih menjadi Bupati Ngada tahun 2010, Marianus Sae langsung melakukan gebrakan.

Marianus Sae langsung minta dokumen terkait penggunaan anggaran.

Dilansir dari detikntt.com, dari dokumen anggaran, diketahui ada sekitar Rp 96 miliar yang dipakai untuk operasional kantor, Rp 66 miliar untuk perjalanan dinas, Rp 37 miliar untuk operasional mobil dinas.Untuk operasional kantor Marianus Sae turunkan menjadi Rp 34 miliar.Begitu juga anggaran perjalanan dinas dan operasional mobil dinas dipangkas.

Marianus Sae mengeluarkan kebijakan yang tak biasa, yakni menertibkan kendaraan dinas milik pemda Ngada. Kendaraan dinas hanya dipakai untuk urusan pemerintah (dinas), dimulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita.

Mobil dinas tidak dipakai untuk urusan pribadi.

Marianus Sae juga memberi contoh. Tidak memerintahkan stafnya melakukan pengadaan mobil dinas baru. Ia malah memakai mobil Kijang tua.

Anggaran yang dipangkas, selanjutnya diplot untuk pendidikan, infrastruktur, kesehatan serta program-program pemberdayaan masyarakat.

Terkait dengan infrastruktur, Marianus Sae berhasil membangun sarana jalan (hotmix) yang baik dan merata di semua kecamatan, tersedianya fasilitas pasar harian di setiap kecamatan, tersedianya sarana kesehatan dan pendidikan yang baik di semua kecamatan.

Program-program pemberdayaan yang dilaksanakan berawal dari perencanaan bersama masyarakat (bottom up).

Beberapa di antaranya, program Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (Perak) untuk mengatasi masalah ekonomi rakyat. Program sekolah gratis dan bea siswa untuk mengatasi masalah pendidikan.

Kesehatan gratis melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat Ngada (JKMN), serta program Pelangi Desa dan Pelangi Kawasan untuk mengatasi masalah infrastruktur jalan yang ada di dalam desa dan ruas jalan yang menghubungkan desa satu dengan yang lainnya.

Masyarakat juga diberikan bantuan penerangan listrik berupa pemasangan instalasi listrik per rumah sebesar Rp 2,5 juta, serta pelayanan air bersih yang dikelolah oleh PDAM Ngada.

"Saya bangun Ngada mulai dari Desa. Karena yang benar-benar butuh perhatian adalah masyarakat desa. Saya yakin, jika masyarakat desa sudah mandiri, maka kecamatan akan kuat, jika kecamatan kuat, maka kabupaten akan kokoh, begitupun provinsi dan negara ini," ujar Marianus Sae, sebagaimana dikutip dari www.sergap.id.

Segala upaya dan kerja keras yang dilakukan, membuahkan hasil. Ngada berhasil keluar dari ketertinggalannya.

Dilansir dari www.sergap.id, pada 29 September 2014, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini menetapkan Ngada sebagai daerah yang telah keluar dari status daerah tertinggal.

Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngada dalam pengelolaan keuangan daerah juga terbaik selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada Tahun Anggaran 2012, 2013 dan 2014.

Penilaian selama tiga tahun ini diberikan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia dengan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Terobosan yang dilakukan Marianus Sae diapresiasi Dahlan Iskan, Menteri BUMN semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Dahlan Iskan, Marianus Sae merupakan manusia 'istimewa'. Pujian itu disampaikan ketika Dahlan Iskan melapor Presiden SBY setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Indonesia.

Hal ini diketahui dari tulisan Dahlan Iskan berjudul Tempat Bersandar Harus Kukuh.

Dikutip dari https://dahlaniskan.wordpress.com, Dahlan Iskan menulis:

"Dalam hal kemiskinan juga dibahas kondisi berbagai daerah. Saya sempat menyampaikan terobosan yang dilakukan beberapa bupati dari daerah tertinggal. Misalnya, bupati Lebak yang berambisi menuntaskan ketertinggalannya pada akhir 2013. Juga bupati Ngada di Flores yang sampai mengancam mengundurkan diri kalau DPRD setempat menolak pengalokasian dana APBD untuk program pemberian sapi bagi 18.000 penduduk miskin di kabupaten itu."

"Bupati ini memang istimewa. Mobil dinasnya Kijang tua karena dia memilih APBD untuk mengurangi kemiskinan daripada untuk membeli mobil dinas baru. Dia melihat tidak ada cara lain yang lebih cepat mengentas kemiskinan di Ngada kecuali lewat pembagian sapi dan pembangunan bendungan untuk irigasi di Bajawa," tulis Dahlan Iskan seperti dilansir kupang.tribunnews.com.

Marianus Sae kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Calon Gubernur NTT yang diusung PDIP dan PKB ini ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Minggu (11/2/2018).

Marianus Sae diamankan bersama seorang wanita di sebuah hotel di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Marianus diduga menerima suap Rp 4,1 miliar.
Marianus Sae disuap Direktur PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu yang pada hari yang sama ditangkap KPK di Bajawa, Kabupaten Ngada.

KPK menduga Marianus Sae menjanjikan sejumlah proyek senilai Rp 51 miliar kepada Wilhelmus.
KPK akhirnya menetapkan Marianus Sae dan Wilhelmus sebagai tersangka.

Keduanya telah ditahan KPK sejak Senin (12/2/2018). Bertepatan dengan hari penahanannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT menetapkan Marianus Sae dan pasangannya, Emilia Nomleni sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2018-2023.

KPU Provinsi NTT juga menetapkan tiga pasangan lainnya, yaitu Esthon Foenay-Christian Rotok, Benny K Harman-Benny Litelnoni dan pasangan Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi. (AA/MN)