Ada Warga Timor Leste Tercatat Sebagai Pemilih di Pilgub NTT 2018
Cari Berita

Ada Warga Timor Leste Tercatat Sebagai Pemilih di Pilgub NTT 2018

3 February 2018

Itu terjadi di Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka saat pelaksanaan pencocokan dan penelitian. Saat petugas melakukan coklit berdasar DP4 terdapat nama anggota keluarga yang tercatat dalam kartu keluarga. Ketika petugas melakukan konfirmasi, ternyata yang bersangkutan adalah warga Timor. (Foto: Ilustrasi)
KUPANG, Marjinnews - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan warga Negara Timor Leste tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) pemilihan gubernur (Pilgub) serentak 27 Juni di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Ya kami temukan nama itu saat pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) di Kabupaten Malaka wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste," kata Komisioner Bawaslu NTT Jemris Fointuna kepada Okezone, Kamis (1/2/2018). Seperti dilansir okzone.

Menurut dia, kejadian itu terjadi di Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka saat pelaksanaan pencocokan dan penelitian. Saat petugas melakukan coklit berdasar DP4 terdapat nama anggota keluarga yang tercatat dalam kartu keluarga. Ketika petugas melakukan konfirmasi, ternyata yang bersangkutan adalah warga Timor Leste.

"Petugas kami langsung mencoretnya dari data DP4 yang ada," katanya.

Jemris mengaku tidak tahu menahu cara warga negara Timor Leste bisa tercatat dalam DP4 yang dijadikan data coklit untuk pelaksanaan pemilihan gubernur NTT mendatang itu.

"Wah kalau tanya cara masuknya saya tidak tahu prosesnya," kata Jemris.

Dia mengatakan kondisi ini harus sungguh-sungguh diantisipasi secara cermat oleh para petugas PPDP yang disebar di setiap wilayah agar jangan ada warga negara asing yang lolos masuk terdata dalam DP4 yang menjadi basis data daftar pemilih sementara (DPS) sebelum akhirnya ditetapkan ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kepada semua petugas pengawas di 22 kabupaten provinsi seribu nusa itu, Jemris mengaku telah memerintahkan untuk melakukan tugas pengawasan secara cermat di tahapan coklit ini agar tidak salah mendata. Hal ini penting dilakukan karena basis data di tahapan coklit ini menjadi hal penting sukses tidaknya pelaksanaan pesta demokrasi rakyat lima tahunan itu.

Koordinasi dengan semua pihak baik penyelenggara maupun partai politik dan tim pasangan calon untuk bisa sama-sama melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan coklit ini. "Ini tanggung jawab bersama dan harus berjalan sesuai harapan," katanya.

Laporan: Remigius Nahal - Marjinnews.com