Ada Kabar, Victor Laiskodat Mau Beli Bandara Komodo
Cari Berita

Ada Kabar, Victor Laiskodat Mau Beli Bandara Komodo

20 February 2018

Ketertarikan Victor Laiskodat ikut tender proyek Bandara Komodo ini karena tanah miliknya seluas 2,8 hektare (ha) ikut terdampak proyek perluas bandara. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, Marjinnews.com - Politikus Partai Nasdem yang kini menjadi salah satu calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat berniat membeli Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, NTT.

Bandara Komodo merupakan salah satu dari dari 10 bandara yang akan dilelang pemerintah kepada swasta untuk dikembangkan.

Pemerintah akan melakukan perpanjangan landasan pacu, perluas apron dan pengembangan terminal Bandara Komodo dengan investasi sebesar Rp 500 miliar.

Untuk pengerjaan proyek ini, pemerintah menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU). Pemerintah akan melakukan tender bandara ini untuk swasta pada Maret 2018.

Ketertarikan Victor Laiskodat ikut tender proyek Bandara Komodo ini karena tanah miliknya seluas 2,8 hektare (ha) ikut terdampak proyek perluas bandara.

Namun, Victor mengatakan dirinya tidak menginginkan ganti rugi berupa uang atas tanah tersebut, tetapi ganti rugi berupa tanah dengan luas yang sama walaupun tidak dalam satu hamparan.

Namun, menurutnya, hingga kini pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat, NTT selaku pihak yang melakukan pembebasan lahan, belum mampu menyedikan lahan ganti rugi itu.

Victor mengatakan terkait tanah ini, dirinya sudah menyampaikan kepada presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan.

"Akhirnya, saya bilang ke Menteri Perhubungan, saya beli saja bandara ini,"ujarnya di Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Namun, negosiasi antara dirinya dengan pemerintah pusat belum menemukan titik temu terkait komposisi kepemilikan saham (shareholder) di Bandara Komodo ini.

Menurut Victor, pemerintah menginginkan pembagian saham 49:51 yaitu 49% dirinya dan 51% pemerintah atau BUMN. Tetapi Victor tidak setuju dengan skema pembagian itu.

"Saya mau 70:30, saya 70, kamu (pemerintah) 30. Saya bilang, landbase saya, air base pemerintah. Dengan catatan, saya tambah lagi likuidutas (pendanaan),"ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada banyak investor swasta yang tertarik ikut dalam proses lelang penggembangan Bandara Komodo ini.

Budi antara lain menyebut dua perusahaan asing yaitu GVK dari India dan Vinci Airport dari Prancis. Selain dua perusahaan asing itu, dari dalam negeri, BUMN pengelola bandara yaitu Angkasa Pura I juga, menurut Budi berminat.

Sumber: TribunNews.com