6 Hal yang Akan Saya Lakukan Seandainya Menjadi Dilan
Cari Berita

6 Hal yang Akan Saya Lakukan Seandainya Menjadi Dilan

2 February 2018

Guys, satu hal lagi yang mesti kalian ingat bahwa dalam kaumku sangat menjunjung tinggi kebebasan apalagi berkaitan dengan kata. (Foto: Dok. Pribadi)
Bagi banyak wanita, tentu sosok Iqbal CJR sebagai Dilan di film Dilan 1990 akan susah digantikan oleh siapa pun dan akan selalu menjadi idola wanita seluruh Indonesia.  Ya, saya katakan oleh siapapun bahkan oleh sosok yang jauh lebih tampan dari Iqbal.

Sebagai seorang Dilan-ers yang setia, saya mencoba untuk mematuhi hukum dan menjunjung tinggi hukun Dilan 1990, dimana Dilan tak bisa digantikan oleh siapa pun termasuk Pemred media ini.

Tapi sayang guys, ini adalah marjinnews dan Arsijuwandy@blogspot.com, situs  dimana banyak aturan main tidak boleh ditabrak sesukannya, situs dimana Dilan 1990 tidak dijadikan dogma atau rujukan yang utama.

Guys, satu hal lagi yang mesti kalian ingat bahwa dalam kaumku sangat menjunjung tinggi kebebasan apalagi berkaitan dengan kata.

Bei de wei, saya menulis ini berdasarkan sumber cetak dan sampai tulisan ini jadi, saya belum menonton film Dilan, saya hanya membaca novelnya yang di kirim dari Yogyakarta dalam format PDF dan menghabiskan peketan dan yang menyebabkan saya tidak bisa Video call dengan AS dan itu saya punya sahabat dan kalian tidak sadar bahwa saya terlalu banyak menggunakan kata dan dari tadi.

Bapak-ibu, saudara/i  yang terkasih dalam Tuhan,  pada tulisan ini izinkan saya untuk sedikit berhayal dan menjelma menjadi Dilan. Yah, walaupun terlalu jauh untuk membandingkan saya dengan Dilan, tapi setidaknya mungkin saya bisa jadi Dilannya gadis-gadis Manggarai.

Guys, menjadi seorang Dilan tentu bukan hal yang mudah. Dia harus selalu cool dan puitis untuk Milea. Padahal kalian tahu bahwa saya adalah mahluk yang paling susah untuk cool di depan wanita. Selain itu juga saya tak bisa betah untuk berbicara dengan perempuan menyangkut tema yang di luar nalar saya.

Atas dasar dan tingkat kebaperan seantero nusantara ini saya mencoba menyusun hal-hal apa saja yang dapat saya lakukan seandainya menjadi seorang Dilan dan mungkin bisa menjadi idola baru bagi nona-nona Manggarai.

Apa sajakah? Silakan di simak.

1. Saya tidak akan meramal Milea
Guys, itu adalah hal pertama yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi Dilan. Saya tidak perlu meramal bahwa nanti kita akan bertemu atau pun berpacaran. Selain karena saya bukan seorang paranormal, saya juga takut akan di cap sebagai dukun oleh Milea.

Kebayang tidak, seandainya dia perpadangan seperti itu terhadap saya yang tak lain adalah Dilannya Milea. Berarti sudah turun nilai jual saya di mata Milea hanya gara-gara ramal kenapa tidak sekalian ramal mimpi saja siapa tahu bermanfaat untuk kupon putih.

Toh sebenarnya tidak harus menggunakan ramalam juga untuk berkenalan dengan Milea, tapi saya hanya takut hal justru menghambat kisah asmara Dilan dan Milea.

2. Saya Akan Mengikuti Apel Bendera
Hal kedua yang akan saya lakukan adalah mengikuti apel bendera. Di sekolah, Dilan terkenal sebagai panglima tempur dan sudah pasti nakal. Tapi seharusnya dia sadar bahwa dia sedang menjalani PDKT dengan Milea.

Hal yang salah dilakukan oleh Dilan adalah menunjukan kenakalannya pada saat PDKT. Seandainya saat itu Dilan adalah saya, maka saya akan mengikuti upacara apel bendera. Selain karena inginterlihat baik di depan gebetan itu juga merupakan contoh cinta akan pahlawan yang telah gugur. #NKRI Harga Mati

3. Saya tidak akan memberikan buku teka teki Silang tetapi Obat Nyamuk kepada Milea
Guys, hal ketiga yang saya akan lakukan ketika saya menjadi Dilan adalah mengganti kado yang akan diberikan untuk Milea dengan obat Nyamuk.

Kalian pasti masih ingat percakapan Dilan dan Milea lewat Telepon yang mengatakan bahwa Dilan tidak bisa melindungi Milea dari nyamuk. Seharusnya Dilan sadar bahwa dia tidak bisa setiap saat berada di sisi Milea dan memang dia tidak akan sanggup melawan gempuran pasukan nyamuk.

Guys, cinta itu meski cerdik dan kreatif. Ingat, kita beri hadiah TTs kepada Milea itu sama sekali tidak bermanfaat, selain karena Milea tidak bisa mengisinya karena semua telah terisi, buku tersebut hanya menambah jumlah buku sekolah Milea.

Coba seandainya dikasi obat nyamuk, selain karena di dalam obat nyamuk kita telah selipkan semuanya termasuk doa juga karena hadiahnya memang unik dan langka.

Ingat, ketika saya memberi hadiah obat nyamuk kepada Milea berarti sudah banyak saya lakukan untuknya sperti menjaganya agar selalu sehat dan saya yakin pasti tidak akan di gigit nyamuk lagi.

Kedua panjang umur, karena Milea tidak mungkin sakit lantaran di gigit nyamuk. Coba seandainya dia di gigit nyamuk dan kena malaria bisa-bisa Milea meninggal dan tidak akan ada lagi cerita Dilan yang romantis Itu.

4. Saya akan mengikuti cerdas cermat dengan serius
Bapa-ibu, saudara/i yang terkasih dan tersetia sebagai Dilan-ers, hal keempat yang akan saya lakukan ketika saya menjadi seorang Dilan adalah mengikuti lomba cerdas cermat dengan serius.

Bro, Dilan merupakan sosok yang sudah menciptakan virus baper se-Manggarai raya yang walaupun sampai saat tulisan ini belum juga ada filmnya di Manggarai  dan sampai saat ini saya masih bingung kenapa mereka tiba-tiba baper padahal belum nonton filmnya.

Di sekolah, Dilan terkenal sebagai siswa yang pintar dan juga nakal. Kepandaian Dilan saat itu membuat dirinya ditunjuk sebagai perwakilan untuk lomba cerdas cermat guna persiapan lomba di Jakarta.

Andai yang berperan sebagai Dilan saat itu adalah Arsi Juwandy yang tak lain merupakan Reba Kota pasti akan berbeda ceritanya. Saya akan mengikuti cerdas cermat dengan serius  sehingga saya bisa ke Jakarta secara Gratis dan bisa menambah nilai jual saya ke Milea pada saat PDKT.

Tapi saya takut, mungkin ceritannya akan semakin berbeda karena seandainya saya jadi ke Jakarta pasti disana saya akan berkelahi dengan Beni kerena sudah mengolok Milea dan saya akan tahu bahwa Milea sudah punya pacar dan tentu itu akan membuat saya malu karena menjadi orang ketiga.

5. Saya akan berikan Milea jeket dan saya pakai Mantel
“Aku tak akan memberimu jaket karena jika aku sakit siapa yang akan menjagamu?” ini adalah salah satu kalimat romantis yang disampaikan Dilan.  Dilihat dari sudut pandang romantis, ini adalah permainan kata yang sangat hebat dan yang dengar pasti jatuh hati. Tapi ingat bro, kalau ini dilihat dari sudut pandang kesehatan orang Manggarai berarti anda dikaregorikan orang gila. Romantis itu harus realistis.

Coba kalian pikir, apakah dengan memakai jaket  dan berjalan saat hujan tidak akan membuat Dilan sakit. Itu mustahil.

Sekarangan coba Dilanya Milea ganti Arsi Juwandy pasti ceritanya lebih romantis. Saya tidak akan mengucapkan kalimat seperti yang dikatakan Dilan tetapi dengan gaya saya, seperti ini:

“Milea aku tidak mau kamu sakit, jadi sebaiknya kita beli jas hujan yang harga Rp 5000 barang kali bisa membantu sedikit agar kita tidak basah” ini terlihat matre tetapi besar nilainya. Kamu tinggal pilih Dilan yang asli yang tidak mau buang uang Rp 10.000 dan mau buang uang ratusan ribu untuk nebus obat ketika mereka dua sakit atau Dilan yang tak lain adalah Arsi Juwandy yang lahir di kota 1000 Gereja yang siap mengorbankan uang Rp 10.000 tetapi kesehatan saya dan Milea tetap terjaga.

6. Saya akan ajak Milea makan dan putar-putar di kota Ruteng
Hal lain yang akan saya lakukan adalah mengajak Milea untuk merasakan dinginnya Kota Ruteng dan menikmati jagung bakar, kopi dan senja di Ruteng.  Tapi bukannya Setting Dilan !990 itu di Bandung?.

Bapa/Ibu/Saudara/i  yang terkasih dalam Kristus, sudah saya bilang ini adalah kaumku dan apa saja bisa saya atur termasuk mengubah ayah saya  atau tetangga saya menjadi Dilan. Kalian ingat, bahwa Sma Dilan dan Milea adalah di Bandung dan kalau saya bilang bahwa SMA Milea dan Dilan adalah SMA Fransiskus Saverian Ruteng, Kalian mau apa?.

Alasan saya bawa Milea ke Ruteng adalah ingin mewujudkan misi saya membuat Ruteng lebih terkenal lagi serta mewujudkan cita-cita anak remaja Manggarai yang dengan alay-annya tiba-tiba baper dengan Film Dilan padahal belum pernah nonton. Memangnya situ bisa terawang?

Nah, itu hal-hal yang saya akan lakukan ketika seandainya menjadi Dilan dalan Film Dilan 1990.
Seperti yang saya sudah jelaskan di atas bahwa sampai saat tulisan ini selesai di buat saya belum menonton filmnya dan hanya membaca novelnya saja. Saya tidak janji, tapi saya akan buat lebih baik lagi ketika saya sudah menonton film itu.

Dan sebelum saya pamit ijinkan aku untuk sekedar menitip salam untuk sahabat saya di Kupang dan saya minta doa dan dukungan teman-teman supaya kami bisa menjadi Dilan dan Milea Versi NTT.

Taga, 2 Februari 2018

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
Penulis adalah mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ingin lebih dekat dengan penulis bisa melalui media sosial Facebook atas nama Arsi Juwandy, WA dengan Nomor 085338242730 atau bisa kunjungi blog pribadi Arsijuwandy@blogspot.com