Wanita Tangguh dari Kota Pancasila, "Tekuni, Pasti Jadi Besar!"

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Wanita Tangguh dari Kota Pancasila, "Tekuni, Pasti Jadi Besar!"

21 January 2018

Home industri masih beliau pertahankan untuk menjaga kualitas dengan memegang prinsip fresh from oven dan no pengawet untuk kue-kuenya (Foto: Dok. Pribadi)
"Apapun yang bisa saya jual pasti saya jual. Hanya ada 4 yang tidak saya jual.  JUAL DIRI, JUAL KELUARGA, JUAL AGAMA DAN JUAL NEGARA". Ungkap wanita yang sering disapa Mince ditengah-tengah percakapan kami. Getar-getar wanita tangguh yang ditularkan oleh beliau lewat kalimatnya tersebut.

Bertempat di Maumere atau sering dikenal dengan sebutan MOF, wanita berdarah Ende dengan nama lengkap Maria Agustina Nembo ini membuka 3 jenis usaha. Masing-masing adalah Jelin's Kitchen, Jelin's House, dan MOF ART GALLERY.

Nama Jelin yang terinspirasi dari nama putrinya ini masing-masing menjual ayam ternak potong (Jelin's Kitchen), kue-kue dari berbagai jenis dan ukuran yang disesuaikan dengan lidah Flores (Jelin's House), dan baju-baju dari kain adat beserta gading asli (MOF ART GALLERY). Pesanan-pesanan konsumen selalu beliau jaga kualitasnya.

Home industri masih beliau pertahankan untuk menjaga kualitas dengan memegang prinsip fresh from oven dan no pengawet untuk kue-kuenya. "Walau banyak yang minta untuk membuka toko kue ditengah minat banyak orang.  Tetapi hal itulah yang saya pegang. Menunggu dipesan baru dibuat untuk menjaga kualitas kue-kue tersebut." Ungkapnya.

Marjinnews.com berhasil menghubungi beliau  di sela-sela pembuatan kue untuk dikirim ke Ende pada malam kamis,19 Januari 2018. Hal ini adalah salah satu bentuk menjaga kepercayaan konsumen dimana kue tersebut dikirim besoknya ke konsumen.

"Menjaga kepercayaan menjadi kunci nomor 1 dalam membuka usaha apapun." Ungkapnya. Akhir tahun 2017 kemarin beliau menerima orderan 500 toples kue kering dan 300 kue basah yang berlanjut di awal tahun 2018 setidaknya sudah ada kurang lebih 10 pasangan pengantin yang sudah percayakan Jelin's house. Kesuksesan yang beliau dapat sekarang diawali dengan banyak perjuangan. Bukan perjuangan biasa.  Wanita tangguh asal kota pancasila (Ende) ini melewatinya dengan luar biasa.

Tahun 2004 beliau memilih untuk kembali ke Ende dengan memegang gelar sarjana S1 Ilmu komputer setelah sebelumnya pernah bekerja sebagai sekertaris di salah satu perusahaan Networking di Jakarta Barat. Wanita yang akrab disapa Mince ini kemudian tinggal 3 bulan di Ende dan memutuskan untuk kembali ke kota metropolitan dengan perasaan bahwa beliau belum cukup skill untuk menjadi apa-apa.

Merasa dan berpikir belum cukup. Inilah modal beliau untuk mencari tantangan baru. Satu tahun mengikuti pendidikan Akta 4 di Universitas Negeri Jakarta (2006-2007), Mince Nembo kemudian mendapat gelar sarjana guru. Fakta menarik dibaliknya adalah ini awalnya hanya karena permintaan kedua orangtua yang ternyata keduanya masing-masing pensiunan guru. Ibu tercinta berharap agar salah satu anaknya menjadi guru.

Walau awalnya kurang berminat tetapi wanita yang sering berlensa ini akhirnya langsung diterima lamarannya di salah satu yayasan. Pada tahun ajaran baru 2007/2008 mengajar TK, SD dan SMP Loyola Menteng dibawah satu naungan yayasan di satu lokasi langsung beliau dapat. Tetapi wanita mandiri ini tidak berpuas diri sampai disitu.

Dia mencari tambahan diluar jam mengajar dengan membuka privat. Dengan kemandirian beliau mulai merambah dunia online shop ketika facebook pertama kali masuk di Indonesia. Mengatur waktu dengan baik dan mampu melihat peluang dilakukannya.

Dalam perjalanan 3 tahun dengan semua hal itu Mince Nembo mulai merasa jenuh dengan kehidupan di Jakarta. Baginya itu bukan lagi soal uang. Merasa dikejar waktu membuatnya tidak menikmati pekerjaannya dan memutuskan pulanh kembali ke Flores pada Juni 2010 bersama calon suami. Baginya pekerjaan yang dilakukan dengan enjoy dan cinta akan sangat berpengaruh pada hasil.

Beliau dan calon suami kemudian menikah di bulan Juli 2010 dan meninggalkan kota Ende menuju kota Maumere mengikuti suami. Tanpa berlama-lama keduanya langsung memulai beternak ayam potong. "Lebih banyak menangis dalam usaha beternak karena ini adalah barang hidup. Kalau dari 0 sampai panen jika ayamnya sehat sangat bersyukur. Tetapi kalau ayamnya mati kami pun ikut menangis. Karna banyak uang yang sudah pasti hilang." Kisah Mince Nembo.

Jatuh bangun, menangis dan tertawa bersama telah mereka lewati. Teman-teman sendiri bahkan mencibir mereka, "Sarjana kok pikul ayam". Masalah yang sering beliau sebut sebagai tantangan justru membuat dia dan suami membuka diri untuk banyak belajar.

Merasa belum cukup lagi-lagi menggerogoti Mince Nembo. Beliau kemudian mencoba melamar di sekolah dan diterima di SMK Yohanes 23 Maumere. Usaha ayam potong kemudian lebih ditekuni suami tercinta. Mince Nembo sendiri mengajar, berjualan online shop dan dilanjutkan setiap pagi berdua bersama suami menjual cemilan dan nasi kuning di sekolah tempat beliau mengajar. Sedikit demi sedikit uang terkumpul untuk menyambung hidup.

"Puji Tuhan. Tuhan tidak tutup mata dengan segala usaha kami berdua". Ungkap wanita yang menyampaikan pentingnya mengundang campur tangan Tuhan dalam setiap pergumulan-pergumulan hidup.

Pada tahun 2013 kedua pasangan ini dikarunia seorang anak laki-laki. Kehadiran momongan baru ini ternyata membawa rezeki tersendiri. Beliau membuka kios kecil di samping rumah dan pada tahun 2015 direnovasi menjadi toko hingga sekarang. Dunia usaha yang semakin lebar tidak membuatnya meninggalkan tanggung jawab akan apa yang sudah dimulainya. Usaha ayam potong, camilan dan online shop tetap berjalan beriringan dengan konsisten yang beliau lakukan.

"Tekuni, pasti jadi besar!" Kalimat pendek yang menghentak ini juga menjadi kunci sukses usahanya. Loyalitas terhadap pekerjaan dan berani keluar dari zona nyaman dimana tidak terikat gelar sarjana tersebut sangat membantu usaha beliau.

"Olshop yang awalnya hanya hanya jualan baju dan sepatu dan telah dipercayakan orang kemudian membuat saya merambah penjualan gading. Dimana orang Flores pasti tau berapa harga dari perhiasan gading dan apa nilai dari gading itu sendiri. Puji Tuhan kepercayaan itu semakin tinggi dan semua berjalan baik dan sangat membantu ekonomi keluarga." Ungkap wanita yang bekerja sama langsung dengan pengrajin gading itu.

Tidak berhenti disitu. Hambatan kali ini justru datang dari suami sendiri yang sudah mulai panik dengan kesibukan sang istri yang dirasa justru membuat anak-anak kurang perhatian. Karena keterikatan waktu mengajar suami minta beliau melepas pekerjaan mengajarnya.

Walau dipertimbangkan selama setahun akhirnya Mince Nembo memutuskan resign dari tempat mengajar dengan syarat suami harus mengizinkan beliau untuk ke Jogya mengikuti kursus.

Dengan bekalnya belajar dan terus belajar membuat wanita yang selalu ingin menggali hal baru pulang dan mengurus usahanya dengan sangat baik. Hingga kini ada beberapa karyawan di masing-masing Jilen's Kitchen, MOF ART GALLERY, dan 2 teman dari 1 tempat kursus di jogya pada Jilen's house. Yah, menciptakan lapangan pekerjaan.

Beliau lalu mengisahkan teman-teman yang dulu meremehkannya datang meminta bantuan kepadanya. Bagi Mince ini adalah berkat Tuhan. Tuhan dengan caranya sendiri membuka mata mereka. "Jangan pernah menganggap remeh dengan sebuah pekerjaan. Apapun itu. Sekecil apapun pekerjaan kalau ditekuni pasti akan jadi besar. Sarjana bukan berarti harus PNS dan berdasi kan? Heheehe." Sambung beliau dengan ketawa kecil.

"Tuhan jadikan aku sebagai alatMu untuk melayani sesama. Itu doa saya setiap pagi. Doa itu harus diiringi dengan keyakinan. Kekuatan rasa percaya itu sangat mujarab hasilnya." Hati sebagai hamba justru membuatnya kelihatan lebih bersinar. Kekuatan yang selalu beliau peganglah yang membuatnya bertemu dengan orang nomor 1 Indonesia, Bapak Joko Widodo.

Agustus 2017 Mince Nembo mengantar Bapaknya berobat di Jakarta. Hari minggu diajak sauadaranya untuk jalan-jalan di pagi hari di jalan Sudirman. Saudara Mince Nembo sempat nyeletuk "Siapa  tau Mince bisa ketemu Jokowi."

Bapak Jokowi yang diberitakan  akan melewati jalan yang sama membuat Mince bersemangat. "Iya. Pasti. Saya yakin sebentar saya akan bertemu dengan orang nomor 1 Indonesia." Tegasnya menjawab celetukan itu. Dengan gairah ingin membuktikan omongan sendiri ditengah banyak ketidakmungkinan Bapak Jokowi yang ternyata ada kegiatan di dalam ruangan (pembagian sertifikat rumah).

Jokowi tiba-tiba keluar dan kembali menaiki sepeda yang serentak dikerumuni ratusan orang  dengan penjagaan ketat PASPANPRES yang begitu ketat. "Tetapi saya tidak putus asa." Dengan keyakinan tinggi badan pendek yang mungkin tidak kelihatan diakui beliau justru menimbulkan ide baru. "Bapa, saya anak Flores".

Kisah ini terdengar mirip seperti teriakkan Zakeus. "Dan sayapun dipanggil beliau. Oh My God mimpi apa saya semalam. Akhirnya saya ke depan bersalaman dan foto bersama beliau." Kenangnya.

"Ini hanya sekedar sharing. Mau menunjukkan apapun yang kita inginkan kalau kita meyakininya dengan baik pasti bisa terwujud." Lanjutnya. Yah, ini bukan hanya tentang bertemu orang nomor 1 di Indonesia tetapi kekuatan keyakinan yang didukung alam semesta dengan caranya sendiri. Hal ini sangat berlaku untuk apapun yang kita percayakan. "Percayalah, maka kamu akan mendapat!". Diskusi yang sampai bertukar pikiran ini membawa kami pada kekaguman yang sama akan buku

"The secret" yang ternyata beliau pernah baca dan miliki sendiri. Kekaguman saya semakin tinggi. Melihat wanita tangguh dengan kepribadian luar biasa didukung dari berbagai segi.

Cinta, doa, pengorbanan, ketekunan, menjaga kepercayaan, berani keluar dari zona nyaman dan pandai melihat peluang serta tidak berpuas diri menjadi poin-poin penting baginya sehingga layak dijuluki wanita tangguh.

Tiga usahanya Jelin's Kitchen, Jelin's House dan MOF ART GALLERY berbicara banyak tentang dirinya. Kepercayaan, grafik penjualan yang semakin meningkat, bahan-bahan berkualitas dalam banyak warna kreatifitas dan sebagainya.

Inilah Menci Nembo pengusaha dan pengrajin yang memiliki hati melayani dengan baik, istri yang baik bagi suami dan ibu sempurna bagi anak-anak. Pelajaran tertinggi bukan hanya sampai pada kata tetapi berlanjut pada tindakan. 'Action' akan lebih gampang dilihat dan dicerna.

"Semoga ini menginspirasi. Terlebih  Calon-calon ibu rumah tangga dan terkhusus ibu rumah tangga. Salam karya!" Tutup wanita humoris dan memiliki banyak koleksi bunga di beranda rumahnya.

Narasumber: Maria Agustina Nembo
Penulis        : Tini Pasrin
marjinnews.com Malang

Catatan: 
Artikel ini adalah bagian dari salah satu tema focus discussion kami untuk bulan Januari-Februari 2018 dengan spesifikasi tema: "Perempuan-perempuan tangguh". Bagi pembaca budiman yang mengenal sosok inspirasi serupa silahkan menghubungi kami lewat email: marjinnews@gmail.com