Tragis, Mahasiswa Asal Sumba Digilas Tronton Di Denpasar
Cari Berita

Tragis, Mahasiswa Asal Sumba Digilas Tronton Di Denpasar

26 January 2018

Akibatnya Jefranus meninggal di tempat karena mengalami luka parah di bagian kepala.  Peristiwa nahas yang menimpa Jefranus terjadi di Jalan Raya Mahendradata Utara, Denpasar Barat, Selasa (23/1/2018) malam, sekitar pukul 19.30 wita. (Foto: Ilustrasi)
DENPASAR, Marjinnews.com - Lakalantas kembali terjadi di Kota Denpasar. Kali ini terjadi pada Mahasiswa asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Kronologisnya begini, hendak menyalip kendaraan di depannya, Jefranus Manu Langga (23), yang mengendarai sepeda motor bernomor polisi DK 9558 AA, justru bersenggolan dengan kendaraan lain, dan jatuh ke kanan jalan. Nahas, dari arah berlawanan datang truk tronton yang melaju kencang. 

Kecelakaan pun tak terhindarkan. Akibatnya Jefranus meninggal di tempat karena mengalami luka parah di bagian kepala.  Peristiwa nahas yang menimpa Jefranus terjadi di Jalan Raya Mahendradata Utara, Denpasar Barat, Selasa (23/1/2018) malam, sekitar pukul 19.30 wita. 

Menurut keterangan salah satu keluarga korban, Vanus Malo (25), saat kejadian korban tidak seorang diri. Jefranus yang mengendarai sepeda motor yamaha bernopol DK 9558 AA, membonceng rekannya, Gerson Umbu Sogara (21). "Saat kejadian, dia memang bareng sama Gerson. 

Dia yang di depan membonceng Gerson," ungkap Vanus saat ditemui di depan pendopo Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu (24/1/2018) Diceritakan Vanus, Jefranus merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bali. 

Malam itu, Jefranus dan Gerson dalam perjalanan dari arah selatan menuju utara. Jefranus mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. 

Tiba di lokasi kejadian, tepatnya di depan variasi mobil cemerlang, di Jalan Raya Mahendradata Utara, Jefranus berniat menyalip kendaraan di depannya. Sayangnya, ketika hendak menyalip sepeda motor yang dikendarainya justru bersenggolan dengan kendaraan tersebut. 

Sepeda motor Jefranus pun oleng ke sisi kanan jalan. Sedangkan, dari arah berlawanan datang truk tronton yang melaju kencang. Kecelakaan tak terelakkan lagi. Sepeda motor Jefranus pun dihantam truk tronton dari arah utara. 

"Dia mau nyalip kendaraan di depannya. Mungkin sama-sama kencangnya, Jefranus justru terserempet kendaraan tersebut. Sempat oleng ke kanan jalan, dari arah utara datang truk tronton. Karena truk juga melaju kencang, mereka dihantam dari depan," tuturnya seraya berkaca-kaca.  

Akibat kecelakaan tersebut, Jefranus meninggal di tempat karena luka parah di kepala bagian belakang. Ia mengalami cedera kepala berat. 

Tidak hanya itu, dituturkan Vanus, otak bagian belakang Jefranus pecah. Sementara itu, Gerson yang terpental ke pinggir jalan mengalami luka patah pada tangan kanan. Gerson saat ini masih menerima perawatan intensif dari tim medis. 

Gerson masih menjalani operasi pada luka di tangannya di Ruang, Operasi IGD RSUP Sanglah, Denpasar. "Jefranus meninggal di lokasi kejadian. 

Gerson yang, terpental ke pinggir jalan masih selamat. Ia menderita patah tulang pada tangan kanan. Saat ini masih operasi," terangnya.  

Ditambahkan Vanus, jenazah Jefranus sudah dibawa pulang ke kampung halamannya, di Sumba Barat Daya, NTT,  Kamis (25/1). Sesuai rencana, jenazah  dipulangkan dengan menggunakan pesawat.

Kecelakaan yang menewaskan Jefranus tersebut sudah tangani oleh Polresta Denpasar.

"Sudah ditangani pihak yang berwajib. Korban mendapat santunan kematian dari Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta," katanya menambahkan.(RN/MN)