Rotok: Nomor 1 Atau 2 Tidak Penting Bagi Saya

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Rotok: Nomor 1 Atau 2 Tidak Penting Bagi Saya

1 February 2018

Orasi Politik sang Cawagub tersebut kemudian menjadi viral di sosial media. Sebab banyak hal menarik yang disampaikan Rotok dalam orasinya itu. (Foto: Istimewa)
Ruteng, Marjinnews.com. Christian Rotok, calon wakil Gubernur NTT yang berpasangan dengan Eston Funay beberapa waktu lalu mengnjungi Kampung Coal, Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam kunjungan itu, Bupati Manggarai dua periode tersebut memberikan orasi politik dihadapan ratusan warga yang hadir.

Orasi Politik sang Cawagub tersebut kemudian menjadi viral di sosial media. Sebab banyak hal menarik yang disampaikan Rotok dalam orasinya itu.

Mulai dari ajakannya untuk memilih calon yang berasal dari Manggarai, mengkritisi pola pembangunan yang sudah terjadi sampai menyinggung soal nomor satu dan nomor dua.

Dalam menyinggung soal nomor satu dan nomor dua, Mantan Sekda Mabar itupun memberikan sebuah perumpamaan yang cukup cerdas.

Sebab, selama ini masyarakat Manggarai masih berkutat pada persoalan soal nomor dua, yang identik dengan posisi wakil yang dia pilih saat ini.

Dalam orasi politiknya itu, Rotok dengan tegas menyatakan bahwa soal nomor dirinya tidak peduli, yang penting dirinya ikut bermain.

Christian Rotok kemudian megumpamakan hal itu dengan sebuah pertandingan bola kaki. Rotok mengatakan bahwa jika dirinya mengisi posisi menjadi penjaga gawang, bukankah dirinya tidak disebut pemain? Dirinyapun menegaskan, mau nomor satu atau dua, tidak penting baginya sebuah nomor.

Menurut Rotok, yang penting dia ikut bermain. Rotok kemudian melanjutkan bahwa, siapa tau pemain depan lengah, kiper yang akan membawa bola sampai ke kiper lawan. Dan bola akhirnya gol. Jika ada yang bertanya siapa yang memasukan bola? Jawab, oleh kiper.

Demikianlah perumpaman Rotok, yang disoraki gelak tawa seluruh hadirin. Rotok menjelaskan, maksud dari perumpamanya itu bahwa, dia mau masuk di dalam, agar ikut terlibat langsung didalam satu sistem untuk mengatur pembangunan provinsi NTT.

Jelas Rotok, selamai ini baik Pak Gaspar Ehok, Pak Benni Harman dan dirinya hanya mencari nomor satu saja tidak ada yang mencari nomor dua.

Rotok kemudian mengkritisi pola pembangunan yang telah terjadi selama ini. Dia mengatakan bahwa pola pembangunan selama ini tidak sesuai dengan jumlah penduduk.

Lanjut Rotok, masa satu tahun diberikan anggaran satu kilo untuk pembangunan jalan, sebab menurut Rotok yang jalan diatas jalan itu bukanlah binatang melainkan warga. Pungkas Rotok.

Tambah Rotok, dirinya mengajak seluruh masyarakat Manggarai Raya untuk memilih calon yang berasal dari Manggarai. Ajakan itupun ditegaskan Rotok dengan perempumaan bahwa walaupun jahat seorang anak kandung, tetap dia disebut anak kandung. Walaupun orang lain baik, tetap dia disebut orang lain. (RN/MN)