Predestination, Puisi Edho Paju
Cari Berita

Predestination, Puisi Edho Paju

28 January 2018

Ibu, pinjami aku hatimu. Agar aku paham liang luka yang sering engkau ceritakan dari air matamu (Gambar: Ilustrasi) 
Jauh-jauh hari aku lahir
Ayah merayakan kehilangan
Yang pecah di tengah derik tanah liat
Terpanggang matahari.
Kala itu angin pun kembali dari laut
Menengok desahan napas ibu. Kalut.

Ayah berdiri persis di kepala ibu
Mengelus-elus mimpi antara ada dan tiada.
“Apa bapa punya pesan? Aku mau pergi sebentar
ke seberang kota, yang sedang
menunggu ulang tahunku.”

Ayah mengeram sedih di hati
Tiada pesan, tiada kata, barangkali hanya
Keheningan yang risau.

"Apa bapa punya pesan?
Kalau tiada pesan
Aku mau memesan anakku padamu:
Biarkan anak ini tumbuh menjadi pencuri
Yang belajar mencuri segelas keringat
Suatu waktu ia akan ingat
Bahwa di ujung jalan ini
Dosa dibidik seperti mesiu
Meledak-ledak di hidupnya.
Itu takdir. Takdir bukanlah akhir
Yang didongengkan orang tua
Takdir adalah senjata-Nya melawan kehilangan.”

Oleh: Edho Paju