Pesan Uskup Silvester Untuk Umat Katolik Manggarai, Gereja Jangan Dijadikan Arena Kampanye
Cari Berita

Pesan Uskup Silvester Untuk Umat Katolik Manggarai, Gereja Jangan Dijadikan Arena Kampanye

28 January 2018

Uskup Silvester menegaskan hal tersebut, saat menyampaikan sambutan pada acara Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Besar Aesesa Nagekeo - Bali, di Gedung PWI Bali, Sabtu (27/1/2018).(Foto: Istimewa)

Denpasar, Marjinnews.com. Uskup Denpasar Mgr Dr Silvester San, Pr, meminta kepada seluruh umat Katolik agar menyambut dengan gembira Pilkada serentak 2018.

Ia berharap, suksesi kepemimpinan di daerah tersebut berjalan dengan aman, lancar dan damai.

Namun demikian, Uskup Silvester mengingatkan semua pihak, baik umat Katolik maupun para kandidat dan tim pemenangan, agar tidak memanfaatkan mimbar Gereja untuk berkampanye.

Uskup Silvester menegaskan hal tersebut, saat menyampaikan sambutan pada acara Natal dan Tahun Baru Bersama Ikatan Keluarga Besar Aesesa Nagekeo - Bali, di Gedung PWI Bali, Sabtu (27/1/2018).

Hadir pada acara tersebut pengurus dan ratusan anggota Aesesa Nagekeo - Bali, serta Ketua PENA NTT Emanuel Dewata Oja dan jajaran.

"Saya mengharapkan kepada seluruh umat Katolik, baik yang ada di Bali maupun yang ada di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, agar memilih sesuai hati nurani masing - masing," tuturnya.

Mgr Silvester San juga mengimbau khusus umat Katolik di Manggarai, mengingat selain sebagai Uskup Denpasar (Wilayah Bali dan NTB), saat ini dirinya dipercayakan oleh Paus Fransiskus untuk menjabat sebagai Penjabat Apostolik Keuskupan Ruteng (wilayah Manggarai).

Ia sendiri bersama para imam di Keuskupan Denpasar dan Keuskupan Ruteng, juga tidak diperkenankan untuk berpolitik praktis.

"Saya pesan kepada para Imam di Keuskupan Denpasar dan Keuskupan Ruteng, agar tidak boleh bermain politik praktis," tegasnya.

Uskup Silvester juga mengingatkan bahwa mimbar Gereja tidak boleh dijadikan tempat untuk berkampanye. "Sebab, jika mimbar Gereja dijadikan tempat kampanye, maka akan berpotensi memecahkan umat katolik," tandas Uskup Silvester. (RN/MN)