Pesan Kasih Uskup Denpasar Di Nataru Bersama IKB. Aesesa Nagekeo Bali

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Pesan Kasih Uskup Denpasar Di Nataru Bersama IKB. Aesesa Nagekeo Bali

28 January 2018

"Saya pesan kepada para Imam agar mimbar Gereja tidak boleh dijadikan tempat untuk berkompanye. Sebab, jika mimbar Gereja dijadikan tempat kompanye maka akan memecahkan umat katolik". Tegas Uskup Silvester. (Foto: RN)
Denpasar, Marjinnews.com. Acara Nataru bersama Ikatan keluarga Aesesa Nagekeo Bali berlangsung meriah. Acara yang dihadir langsung oleh uskup Denpasar, Ketua Flobamora Bali, Ketua Pena NTT beserta jajaran, dan seluruh Warga Nagekeo Bali serta warga NTT lainya berlangsung penuh suka cita.

Acara Nataru bersama IKB. Aesesa Nagekeo Bali berlangsung Sabtu (27/01/2018) di Aula Persatuan Wartawan (PWI) Bali di jalan Gatsu tengah Lumintang Denpasar

Dalam sambutanya Yang Mulia Uskup Denpasar Mgr. Dr Silvester San Pr, memberikan pesan kasih yang sangat istimewa dihadapan ribuan undangan yang hadir.

Dalam sambutannya itu Uskup Denpasar terlebih dahalu mengucapkan damai Nataru kepada kepada IKB. Aesesa Nagekeo Bali.

"Nataru semacam ini adalah kesempatan bersama - sama untuk saling melihat dan saling bertemu. Mungkin selama ini tidak saling bertatap muka nah, pada saat Nataru bersama seperti ini adalah ajang dan momentnya". Pungkas Uskup Silvester.

Uskup Denpasar merasa bangga bahwa kolompok etnis, semacam IKB. Aesesa Nagekeo ini semakin kuat dan solid. Dirinya mengaku senang dengan persatuan etnis seperti IKB. Aesesa Nagekeo Bali.

"Sebab persatuan seperti ini bisa untuk saling membantu dan solidaritas sesama jika menghadapi kesulitan. Contohnya jika ada yang meninggal". Pungkas Uskup Denpasar itu.

Pejabat Apostolik Keuskupan Ruteng itupun menyarankan agar jangan hanya persatuan etnis yang dibentuk. Tetapi juga kalau bisa buat perkumpulan kelompok Kategorial.
Diapun memberi contoh seperti PENA NTT BALI yang untuk saat ini telah dinilai sukses dalam menggerakan organisasinya.

" Mari kita juga mendukung kelompok Kategoril seperti PENA NTT. Kelompok kategorial  semacam ini sangat bagus sebab, bisa berkumpul sesama profesi. Serta bisa memberi kontribusi lebih untuk membangun sesuatu yang besar untuk kepentingan NTT.

Tambahnya, saya sangat mengapresiasi lahirnya organisasi - organisasi profesi kategorial. Baru PENA NTT yang saya liat sudah tumbuh. Apakah ada yang lain? Organisasi profesi ini bagus, kita harus dukung," Tandas Uskup Denpasar yang disoraki oleh tepuk tangan yang meriah dari para hadirin.

Uskup Silvester kemudian menyentil soal pentingnya sanggar seni. Harapan Uskup Silvester bahwa bila perlu di setiap kabupaten di NTT harus ada sanggar seni. Dengan tujuan sanggar itu nantinya bisa menjadi daya tarik untuk pariwisata.

Lebih lanjut dalam sambutannya itu Uskup Denpasar yang sekaligus juga saat ini tengah menjabat sebagai Penjabat Apostolik Keuskupan Ruteng memberikan pesan dalam menghadapi pesta Demokrasi yang kian dekat yaitu Pilkada serentak 2018 yang akan.

Dalam sambutannya itu Uskup Denpasar menekankan bahwa untuk Pilkada 2018 yang akan datang diharapkan kepada seluruh umat Katolik baik yang ada di Bali maupun yang ada di Manggarai agar memilih sesuai hati nurani masing - masing.

Diapun mengatakan bahwa untuk para imam dirinya sudah menegaskan agar tidak boleh  bermain politik.

"Saya pesan kepada para Imam agar tidak boleh bermain politik peraktis serta mimbar Gereja tidak boleh dijadikan tempat untuk berkompanye. Sebab, jika mimbar Gereja dijadikan tempat kompanye maka akan memecahkan umat katolik". Tegas Uskup Silvester.

Di akhir sambutannya Yang Mulia Mgr. Dr Silvester San Pr, meminta kepada seluruh umat Katolik di dua Keuskupan untuk tetap berdoa untuk dirinya agar dia tetap sehat di dalam melaksanakan tugasnya sebagai Gembala.

"Meminta kepada seluruh umat katolik baik yang di Bali maupun yang di Manggarai agar berdoa untuk saya supaya tetap sehat dalam menjalankan tugas saya sampai terpilihnya Uskup terbaru di Ruteng". Tutup Uskup  Silvester.(RN/MN)