Pendidik Berdedikasi dan Humanis

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Pendidik Berdedikasi dan Humanis

31 January 2018

Guru sebagai seorang yang memiliki pengetahuan luas sudah seharusnya mengajarkan tentang segala pengetahuan yang ia miliki kepada pelajar (Foto: Dok. Pribadi)
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata “Guru”? seseorang yang selalu mendapat julukan “Pahlwan Tanpa Tanda Jasa”? atau seorang yang bekerja untuk mencerdaskan generasi masa depan?. Akan banyak sekali pendapat setiap orang melalui sudut pandang mereka ketika mendengar kata “guru”. Guru atau pendidik memang memiliki tempat tersendiri di hati setiap orang yang pernah diajarinya. Sosok seorang guru menjadi seorang yang selalu ada diingatan setiap orang yang pernah atau sedang berada di bangku pendidikan.

Sekolah merupakan keluarga kedua bagi seorang pelajar untuk mengenal lingkungan di luar dirinya, selain keluarga yang merupakan tempat ia menerima pendidikan pertamanya. Hal tersebut secara otomatis menjadikan seorang guru atau pendidik memiliki tangggung jawab penting untuk memberikan pengetahuan kepada seorang pelajar dan mengenalkan dunia pada mereka. Guru juga merupakan seseorang yang dipercaya untuk memberikan pendudikan yang baik kepada anak-anak yang ia beri ilmu pengetahuan.

Guru sebagai seorang yang memiliki pengetahuan luas sudah seharusnya mengajarkan tentang segala pengetahuan yang ia miliki kepada pelajar. Namun, citra seorang guru tidak hanya cukup mengajarkan bagaimana seorang pelajar menjadi pintar dalam berpengatahuan, tetapi guru juga harus mengajar dengan penuh dedikasi dan menanamkan sikap humanisme pada para pelajar. Hal itu seharusnya juga sangat penting dimiliki guru selain mengajarkan pengetahuan.

Guru mengajar dengan penuh dedikasi artinya guru mengajari pelajar dengan penuh kasih. Hal ini sangat penting dan harus dimiliki seorang guru ketika ia memberikan ilmunya kepada pelajar. Mengajar dengan penuh kasih sayang dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pelajar adalah tugas seorang guru. Selain berdedikasi, guru juga harus mengajarkan sikap humanis yang artinya pelajar tidak hanya menggunakan otaknya untuk berpikir, tetapi memililki rasa kemanusiaan dalam diri mereka.

Namun jaman sekarang, sikap seperti itu masih saja dinomorduakan oleh para guru. Para guru saat ini lebih fokus bagaimana seorang anak memperoleh nilai sempurna dan menganggap nilai dedikasi dan humanisme menjadi hal yang tidak terlalu penting untuk diajarkan kepada mereka. Hal tersebut yang menjadikan generasi muda  jaman sekarang lebih fokus mengejar cara mendapatkan nilai tinggi dibangku pendidikan, sedangkan hati nurani dan sikap rasa kemanusiaan mereka masih sangat tumpul karena tidak diasah.

Sebagian para guru juga kerapkali menggunakan kekerasan daripada memilih menggunakan sikap dedikasi ketika mengajarkan ilmu kepada pelajar. Ketika seorang pelajar salah, guru lebih dominan menggunakan kekerasan untuk membuat anak jerah tanpa tahu masalah apa yang dihadapi oleh anak tersebut. Selain itu, nilai sempurna dalam bangku sekolah masih tetap menjadi hal utama yang dituntut dari seorang anak dibangku pendidikan.

Tanpa kita sadari, semakin lama menggunakan kekerasan  dan menjadikan nilai sebagai hal utama dari apapun, maka akan tumbuh generasi-genarasi yang tidak berdedikasi dan humanisme. Banyak kasus-kasus pelajar yang merokok di depan gurunya, mengeluarkan kata-kata kasar di depan guru, tawuran dimana-mana dan yang lebih miris lagi akan lahir generasi-genarasi yang tidak memiki sikap kemanusiaan dan korupsi terjadi dimana-mana. Sungguh hal yang sangat memprihatinkan jika seorang guru tidak mengubah paradigma mereka dalam mengajarkan ilmu kepada pelajar tanpa sikap dedikasi dan humanisme.

Namun saya sebagai penulis masih percaya, di luar sana masih ada guru yang tidak hanya fokus mengajarkan ilmu kepada pelajarnya, tetapi juga mengajar dengan sikap dedikasi kepada mereka. Guru sebagai pondasi pengetahuan bagi seorang anak harus mengubah cara pandang mereka dalam mendidik generasi-generasi masa depan. Hal yang bisa kita lakukan adalah kita harus tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelajar kita dan mendidik mereka tanpa menggunakan kekerasan seperti kasus-kasus yang terjadi sekarang ini.

Mengajarkan sikap humanisme juga tidak kalah pentingnya untuk diajarkan kepada seorang pelajar. Ketika kita mengajarkan ilmu kepada pelajar, kita juga jangan lupa menanamkan sikap kemanuasiaan dalam diri mereka. Jika kita selalu mengajar menggunakan paradigma seperti itu, maka kelak akan lahir generasi-generasi yang tidak menggunakan kepintarannya untuk membodohi orang lain melainkan menggunakan kepintarannya untuk membantu sesama.

Hal itulah yang harus ditanamkan seorang guru kepada para pelajar. Daripada kita hanya menuntut nilai sempurna dari seorang pelajar, lebih baik kita juga mendidik dengan penuh dedikasi dan menanamkan sikap humanisme dalam diri mereka. Ketika pengetahuan, nilai dedikasi dan nilai humanisme berdiri sejajar, maka bukan lagi hal mustahil suatu saat akan lahir generasi yang tidak hanya pintar berpikir tetapi bisa menggunakan hati nuraninya dan menjadi panutan dalam masyarakat.

Hal itu mengingatkan saya pada pepatah dari dosen saya, “jika kamu ingin mengubah pola pikir masyarakat dan dunia, ubahlah dulu anak-anak mereka di dalam kelas maka kelak masyarakat juga akan berubah”. Salam pendidik!

Oleh: Febiana Ans Samba
marjinnews.com Yogyakarta
Anggota KOPERASI Yogyakarta