Mengenang Indonesia
Cari Berita

Mengenang Indonesia

MARJIN NEWS
27 January 2018


Perkembangan demi perkembangan Indonesia selalu digerogoti oleh berbagai masalah, mulai dari masalah sosial, pemerintahan, dan kehidupan bernegara (Gambar: Istimewa)
Saat masih kecil, saya tidak tahu apa itu Indonesia. Saya hanya bisa bermain dengan teman sebaya dan menghabiskan waktu dengan mereka. Ketika saya pun mulai sekolah, saya mulai mencari tahu apa itu Indonesia.

Saya bertanya ke orang tua, guru, orang yang lebih tua dan coba membuka buku sejarah. Hari demi hari aku mencari, ternyata Indonesia adalah sebuah negara dengan beribu-ribu pulau yang diperjuangkan oleh para leluhur, para pejuang dan ibu pertiwi.

Para pejuang dari berbagai daerah, agama, suku, bahasa, golongan, dan dari berbagai perbedaan, sehingga terciptalah sebuah negara yang bernama Indonesia yang pertama kali dipimpin oleh Ir. Soekarno-Hatta pada tahun 1945.

Mulai sejak itu sampai sekarang jadilah Indonesia, negara yang majemuk, negara yang kaya akan keanekaragaman, mulai dari keanekaragaman budaya, agama, bahasa, golongan, adat-istiadat, suku dan perbedaan. Itulah yang menjadi identitas negeri ini.

Perkembangan demi perkembangan Indonesia selalu digerogoti oleh berbagai masalah, mulai dari masalah sosial, pemerintahan, dan kehidupan bernegara. Tetapi dengan gagah, Indonesia menghadapi sampai mengupas habis, walau masih banyak masalah yang menggantung.

”Wong, itu kan cobaan yang harus dihadapi sebuah negara” pikirku.

Tapi coba kita lihat suasana di negeri ini dalam dua tahun terakhir. Pada zaman yang hebat ini, di zaman yang maju ini, Indonesia sudah berada di ambang pintu keruntuhan. Apa penyebabnya? Pertanyaan ini sepertinya bisa dijawab oleh kita semua.

Penyebabnya adalah perbedaan yang dirobek oleh beberapa orang yang mungkin terkena “ciuman iblis”. Bukankah perbedaan adalah latar belakang negeri ini? Bukankah perbedaan yang menghantarkan Indonesia ke depan pintu kemerdekaan? Perbedaan dijadikan petinggi dan disimpan di singgasana negara.

Tapi apa sekarang? Lihatlah negeri ini sekarang. Lihatlah perbedaan dirobek, dicabik-cabik. Seluruh Indonesia menangis, seluruh Indonesia saling menghujat, saling menghina, saling menindas, saling memfitnah, saling mengadudomba, saling bermusuhan, saling membenarkan, saling menyalahkan, lalu tenggelam dalam pembubuhan.

Merah putih menderita, ibu pertiwi bersedih dan Indonesia tercabik-cabik. Yang melakukan ini semua adalah mereka yang sudah tersesat dalam jalannya iblis, yang ingin menghancurkan kesatuan negeri ini.

Coba kita pikirkan dengan baik, mengapa Tuhan menciptakan Indonesia dengan identitas berbeda? Orang yang beragama tidak meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Tuhan berkehendak, bisa saja Indonesia ini menjadi satu bentuk saja.

Marilah kita melihat kembali negeri permai kita ini. Negeri yang begitu indah; budayanya, alamnya. Lalu apakah kita tidak bangga hidup di bumi Indonesia ini?  Tapi mengapa kita terus saling bertengkar, saling membenarkan agama. Kita semua ini adalah satu. Kita adalah saudara, kita adalah keluarga. Kita diciptakan berbeda untuk bisa saling melengkapi dan saling menghargai.

Coba kita bayangkan jika setiap agama, budaya, dan suku di negeri ini saling membenarkan, maka saya yakin setiap waktu terjadi pertumpahan darah, lalu hancur dalam peperangan. Maka dari itu, diciptakanlah Pancasila sebagai alat pemersatu perbedaan dan sebagai pedoman hidup bernegara di NKRI.

Dengan Pancasila, perbedaan dijadikan keluarga dan pengerat NKRI karena Indonesia tidak lahir dari satu agama maupun satu suku saja tetapi Indonesia lahir karena usaha dari seluruh warga Indonesia yang notabene terdiri dari berbagai perbedaan.

Maka dari itu, berhentilah saling menghujat, saling menghina, dan saling bermusuhan! Hentikan pertengkaran ini! Mari mengenang perjuangan para pahlawan! Mari mengenang Indonesia dan mari bersatu di barisan pelindung NKRI! Mari pungut lagi sampah-sampah kebencian yang masih berserakan di seluruh Indonesia! Pulihkan kembali Indonesia untuk Bhineka Tunggal Ika kita. (*)


Oleh: Rian Ngari