Mengenal Mart Sakeus, Pelukis Muda Dari Labuan Bajo Pengagum Leonardo Da Vinci

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Mengenal Mart Sakeus, Pelukis Muda Dari Labuan Bajo Pengagum Leonardo Da Vinci

14 January 2018

Mart meluncur dalam dunia lukis karena terinsipirasi dari lukisan wajah Kristus yang dipajang di dinding rumah keluarga. Selain itu, bakat melukisnya juga terinspirasi oleh seniman besar dunia seperti Leonardo Da Vinci (Foto: Dok. Pribadi)
Matheus Sakeus, pemuda yang kerap disapa Mart ini berjuang untuk suatu perubahan dan gencar melakukan aksi melalui karya seni lukis. Pemuda yang merupakan alumni Institut Seni Indonesia di Yogyakarta ini mulai mengenal seni lukis sejak duduk di kelas XI SMA tahun 2007.

Mart meluncur dalam dunia lukis karena terinsipirasi dari lukisan wajah Kristus yang dipajang di dinding rumah keluarga. Selain itu, bakat melukisnya juga terinspirasi oleh seniman besar dunia seperti Leonardo Da Vinci.

Mart sudah aktif melukis sejak mulai kuliah di tahun 2009 dan hingga sekarang dia masih menggeluti dunia lukis. Bagi seorang Mart, menjadi pelukis adalah suatu kebahagiaan yang mampu menyempurnakan kehidupannya sebagai manusia. Hal itu karena dengan seni, ia mampu mengaktifkan semua kemampuan jiwa dan raganya.

Mart mengaku bahwa seni lukis sudah menjadi bakat yang mendarah daging dalam dirnya. Sebagai pelukis muda, Mart juga mendapat dukungan dari orang tua. “Pihak yang banyak membantu saya dalam dunia seni adalah orang tua”, ungkapnya.

Kemampuan melukis yang dimiliki alumni program studi Seni Lukis ini dikembangkan melalui beberapa kegiatan melukis. Kegiatan rutin yang dilakukan Mart sebagai seorang seniman adalah berkarya seni dan dia juga mengadakan kelas lukis secara gratis di Art Space miliknya yang diberi nama Lontart Gallery.


Kelas lukis itu berlaku untuk anak-anak hingga remaja, mulai dari yang duduk di bangku Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, maupun Sekolah Menengah Atas. Mart tidak hanya mengembangkan bakatnya sendiri tetapi juga mengajak dan merangkul teman-teman di Labuan Bajo untuk berkarya dalam dunia seni.

Adapun orang-orang yang sering diajak berseniman adalah teman-teman dekat Mart yang memiliki visi yang sama yaitu membangun Labuan Bajo. Banyak pihak yang mendukung peran Mart yang menjadikannya seorang pelukis yang terkenal di Labuan Bajo. Mart adalah pelukis yang memiliki jiwa berbagi baik dalam hal pengalaman dan ilmu dengan sesama.

Hampir Setiap hari Mart melukis dan kadang kala dia membaca buku tentang seni. Dalam setiap kegiatannya sebagai pelukis, Mart kerap mengajak serta kaum muda. “Saya memilih kaum muda karena anak muda lebih memiliki idealis untuk membangun dan tidak terkontaminasi dengan pengaruh lain seperti politik dan lain sebagainya”, ungkapnya.

Mart yang berbakat sebagai seorang pelukis tentu menghadapi beberapa kesulitan atau pun kendala. Kendala yang dihadapi  seperti  ketika kekurangan dana dalam proses berkarya, dalam arti bahwa untuk memenuhi media atau bahan yang pasti mengeluarkan uang untuk membeli bahan tersebut. Namun kendala itu tidak mengurangi semangatnya dalam berkarya seni. Dalam proses berkarya seni, Mart mengaku sangat menikmati dan merasa bahagia dalam dunia seni itu.

Berbicara soal karya seni, Mart sudah memiliki hampir ratusan karya seni yang dihasilkan. Bagi seorang pelukis seperti Mart tentu memiliki mimpi yang ingin dicapai. “Mimpi terbesar saya adalah menjadi maesteo di dunia lukis, seperti pelukis Indonesia Affandi dan pelukis dunia seperti Leonardo Da Vinci.

Dalam karya Mart, dia berpesan bahwa karya yang dihasilkan lebih menekankan aspek sosial dan dia juga berpesan untuk kaum muda agar dapat menjadi diri sendiri dan tidak menjadi alat atau dimanfaatkan oleh orang lain. “Jadilah pelopor perubahan”, tambahnya.

Anak bangsa memiliki cara masing-masing untuk membanggakan kota tercinta lewat bakatnya. Begitupun halnya dengan jiwa Mart yang dipenuhi semangat membara untuk memajukan Labuan Bajo lewat karya seni patut diberi apresiasi. “Saya berjuang untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai bagian dari medan sosial seni rupa”, tutupnya.

Narasumber: Mart Sakeus
Oleh: Yuni Sung
marjinnews.com Yogyakarta
Anggota KOPERASI Yogyakarta