Gadis Asal Manggarai Ini Mengaku Bangga, Ketika Mengenakan Pakaian Adat Manggarai

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Gadis Asal Manggarai Ini Mengaku Bangga, Ketika Mengenakan Pakaian Adat Manggarai

23 January 2018

Melalui pakaian adat inilah tergambar nilai-nilai luhur sejarah dan kekayaan budaya dari orang Manggarai. Tutur Grace. (Foto: Dok.Pribadi)

Denpasar, Marjinnews.com. Kebudayaan Manggarai Flores Nusa Tenggara Timur sebagaimana halnya dengan kebudayaan lain juga memiliki pakaian adatnya sendiri.
Pakaian adat ini merupakan sebuah ciri khas dan juga Identitas “Manggarai” sebagai sebuah kebudayaan.

Hal itu tercermin dalam diri Maria Gracia Ampur, gadis asal Ruteng Manggarai itu terlihat modis dan cantik ketika terlihat berbusana memakai pakaian adat Manggarai, ketika mengikuti sebuah acara yang dilaksanakan oleh sebuah Komunitas Persatuan Jurnalis NTT (PENA NTT) di Denpasar Beberapa waktu lalu. 

Kepada Marjinnews ketika diwawancarai, Mahasiswi Universitas Warmadewa itu mengatakan, bahwa dirinya merasa bangga ketika mengenakan pakaian adat Manggarai. Ia menjelaskan, pakaian yang Ia kenakan bukan hanya sekedar penutup badan namun memiliki makna yang sangat dalam. 

Melalui pakaian adat inilah tergambar nilai-nilai luhur sejarah dan kekayaan budaya dari orang Manggarai. Tutur Grace, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Sekjen PMKRI Denpasar.

Lanjut Grace, walaupun Manggarai secara administrative telah terbagi menjadi tiga kabupaten yaitu Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur namun tetap dilihat sebagai suatu kesatuan budaya.
Singkatnya melalui pakaian adat inilah Pria dan Wanita Manggarai selalu sadar akan nilai-nilai luhur warisan nenek moyangnya. Tandasnya.
Untuk diketahui, pakaian adat Manggarai memiliki ciri khasnya sendiri. Pakaian adat Manggarai juga memiliki ketentuan ketentuan pemakaiannya.

Fungsi Etik dari pakaian Manggarai ini yang mengambarkan status sosial seseorang di dalam masyarakat. Pada zaman dahulu di Manggarai sendiri terdapat perbedaan mencolok antara pakaian adat yang digunakan oleh kaum bangsawan (Tuang), dan orang biasa.

Selain itu pakaian adat Manggarai juga tidak asal sembarangan digunakan melainkan sesuai dengan fungsinya. Misalnya pakaian adat untuk berperang, upacara adat dan pakaian adat pemain Caci terdapat perbedaan diantaranya.

Selain fungsi Etik pakaian adat Manggarai juga mengandung fungsi Estetika.
Misalnya saja pada keselarasan pemakaian balibelo, cara mengikat kain songke (Deng Towe Songke), cara mengikat Sapu (Kain penutup kepala biasanya bermotif batik) ataupun cara menyimpan keris. 
Semuanya mengandung nilai estetika yang sangat tinggi.

Terdapat juga Fungsi Religius dalam pakaian adat Manggarai. Melalui pakaiannya orang Manggarai mencerminkan nilai-nilai religius. Terdapat falsafah hidup bagaimana orang Manggarai membangun relasi dengan Sang Pencipta, Mori Jari Agu Dedek (Tuhan Yang Maha Esa red-).

Hal ini sangat nampak dalam tenunan songke Manggarai Selain berbagai fungsi diatas terdapat juga fungsi Sosial dan fungsi Simbolik dari Pakaian adat Manggarai. 

Sebenarnya masih ada banyak fungsi-fungsi lainnya yang terkandung di dalam Pakaian adat Manggarai. Hal ini menggambarkan betapa luhurnya nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam pakaian adat yang dikenakan oleh orang Manggarai. 

Pakaian adat Wanita Manggarai secara umum terdiri atas; 

Kain Songke

Kain songke merupakan salah satu hal yang wajib dikenakan sebagai pakaian adat oleh wanita Manggarai.

Kain songke Manggarai ini dipakai selayaknya sarung, walaupun demikian ada aturan khusus dalam cara melilit kain songke ini, semisal bagian songke mana yang menghadap ke depan.

Balibelo

Balibelo terbuat dari logam berwarna keemasan. Pada zaman dahulu balibelo untuk wanita Manggarai dari kalangan bangsawan memang terbuat dari emas. Balibelo dikenakan selayaknya mahkota di kepala.

Pada acara-acara besar para penari wanita Manggarai biasanya menggunakan balibelo. Demikian pula halnya saat acara pernikahan, sang pengantin wanita mengenakan balibelo di kepalanya. Selendang: Selendang bermotif songke saat ini biasanya digunakan untuk acara pernikahan dan juga oleh para penari 
wanita.

Kebaya

Kebaya (baju) adalah busana yang dikenakan wanita Manggarai pada saat ritual adat/upacara adat Manggarai. Kebaya ini beraneka ragam motif dan corak. (RN/MN)